P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Analisis Emas ke Rekor Tertinggi Kini Fokus pada Bitcoin, Siap-Siap Bull Run Baru!

Featured Image

Analis Pasar Keuangan Prediksi Bitcoin Akan Mengalami Reli Besar

Seorang analis pasar keuangan yang dikenal dengan kemampuan memprediksi lonjakan harga emas dan reli besar di indeks S&P 500 kini mengalihkan perhatiannya ke Bitcoin (BTC). Ia menilai bahwa mata uang digital ini memiliki potensi untuk menjadi aset utama berikutnya dalam siklus bull run. Dengan prediksi ini, komunitas kripto mulai bersiap menghadapi kemungkinan reli besar menjelang akhir tahun.

Mel Mattison, seorang analis senior yang telah terbukti akurat dalam beberapa prediksi sebelumnya, menyampaikan pandangannya melalui akun media sosialnya. Ia menyatakan bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk membeli Bitcoin. “Bitcoin memasuki fase bullish yang bisa memicu reli besar,” tulisnya dalam unggahannya. Mattison menilai bahwa BTC kini berada di posisi ideal untuk meniru pola kenaikan agresif yang pernah terjadi pada emas dan saham beberapa bulan terakhir.

Prediksi Mattison tidak dilakukan secara sembarangan. Sebelumnya, ia berhasil memperkirakan dua lonjakan besar tahun ini. Pada April 2025, ia menyarankan investor untuk membeli S&P 500 dan memperkirakan bahwa indeks tersebut akan menembus angka 7.000 dalam setahun, bahkan mencapai 15.000 sebelum masa jabatan Presiden Donald Trump berakhir. Hanya beberapa bulan setelah prediksi itu, S&P 500 benar-benar melonjak, memperkuat reputasi Mattison sebagai analis yang andal.

Beberapa bulan kemudian, pada Agustus 2025, ia kembali membuat prediksi berani, kali ini untuk emas (gold). Mattison menyarankan investor untuk menambah posisi saat harga emas masih terkonsolidasi, menyebutnya sebagai “peluang langka jangka panjang”. Ia bahkan mengungkap strategi pribadinya dengan membeli opsi GLD Januari 2026 di level 330 dan 350, dan benar saja, emas kemudian menembus rekor tertinggi sepanjang masa.

Kini, dengan rekam jejak dua prediksi sukses tersebut, Mattison menempatkan Bitcoin sebagai aset unggulan berikutnya. “Bitcoin kini sejajar dengan emas dan saham sebagai permainan besar berikutnya di era pasar risk-on global,” ujarnya.

Bitcoin Cerminkan Pola Emas Era 1980-an

Menariknya, pandangan Mattison sejalan dengan analisis dari pakar pasar kripto lain, Merlijn the Trader. Ia menemukan kesamaan mencolok antara grafik mingguan Bitcoin saat ini dan pola historis emas pada akhir 1970-an. Menurut Merlijn, struktur harga Bitcoin 2023–2025 sangat mirip dengan pergerakan emas antara 1976–1979, saat logam mulia itu bergerak dalam kanal naik (ascending channel) sebelum akhirnya meledak ke rekor tertinggi baru di atas USD 760 pada 1980.

Ia menjelaskan bahwa Bitcoin kini berada di ujung atas kanal kenaikan tersebut, pola yang sama seperti fase akhir sebelum breakout emas 45 tahun lalu. “BTC kini menelusuri ritme dan tekanan konsolidasi yang sama seperti emas sebelum breakout legendarisnya,” ujar Merlijn.

Meski belum menetapkan target harga spesifik, ia menegaskan bahwa Bitcoin sedang bersiap untuk ‘gerakan legendaris’ menuju level tertinggi baru sepanjang masa. Kedua analis tersebut menilai bahwa kondisi makro saat ini, dengan pasar global yang masih risk-on, suku bunga tinggi mulai menurun, dan arus modal institusional kembali masuk ke aset digital, menjadi kombinasi ideal untuk mendorong reli besar di Bitcoin.

Mattison bahkan menyebut peluang saat ini mirip dengan fase awal reli emas dan saham pada awal 2025. “Pasar kini menunggu katalis besar berikutnya, dan Bitcoin tampak siap menjadi pusat perhatian,” ujarnya.

Harga Bitcoin saat ini bertahan di kisaran USD 109.000 (sekitar Rp 1,8 miliar). Jika prediksi Mattison terbukti akurat, reli berikutnya bisa mendorong BTC menembus rekor tertinggi baru dan mengukuhkan posisinya sebagai aset utama di siklus bull run berikutnya.

0

Posting Komentar