
Perubahan Kepemimpinan di Dewan Keamanan Nasional Israel
Pada hari Selasa (22/10), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara resmi memberhentikan Tzachi Hanegbi sebagai Penasihat Keamanan Nasional. Keputusan ini diambil dalam situasi yang semakin memanas, mengingat tekanan publik dan politik terhadap pemerintah dalam menangani konflik Gaza serta kegagalan intelijen yang menyebabkan serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Hanegbi sendiri mengonfirmasi pemecatannya melalui pernyataan. Ia menyebut bahwa Netanyahu memberitahunya tentang rencana untuk menunjuk kepala baru Dewan Keamanan Nasional (NSC). "Masa jabatan saya sebagai penasihat keamanan nasional berakhir hari ini," tulis Hanegbi.
Kantor Perdana Menteri kemudian mengumumkan bahwa Gil Reich, wakil kepala NSC, akan menjadi penjabat kepala baru lembaga tersebut. Dalam pernyataan resmi, kantor Netanyahu menyampaikan terima kasih kepada Hanegbi atas pengabdiannya selama tiga tahun dan mendoakan kesuksesan serta kesehatan baginya.
Pemecatan Hanegbi bukanlah hal yang sepenuhnya mengejutkan. Sebelumnya, media Israel telah melaporkan adanya ketegangan antara Hanegbi dan Netanyahu, khususnya terkait strategi militer di Gaza. Hanegbi diketahui menolak rencana pengambilalihan penuh Gaza City dan lebih mendukung opsi kesepakatan parsial dengan Hamas.
Perselisihan ini mencerminkan perpecahan yang semakin dalam di tubuh pemerintahan Netanyahu. Pemerintah saat ini menghadapi kritik luas atas strategi militer serta penundaan pembentukan komisi penyelidikan atas serangan 7 Oktober 2023.
Dalam pernyataannya, Hanegbi juga menyerukan dilakukannya penyelidikan mendalam terhadap 'kegagalan besar' yang memungkinkan serangan Hamas terjadi. Ia mengakui turut memikul tanggung jawab atas kelalaian tersebut. "Kesalahan besar ini harus diselidiki secara menyeluruh agar pelajaran yang tepat dapat diambil dan kepercayaan publik yang hancur bisa dipulihkan," tulis Hanegbi.
Namun, hingga kini, pemerintahan Netanyahu belum membentuk komisi resmi untuk menyelidiki tragedi tersebut, meskipun tekanan dari oposisi terus meningkat.
Gadi Eisenkot, mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel sekaligus politisi oposisi, menilai pemecatan Hanegbi menunjukkan kegagalan pemerintah mengakui tanggung jawabnya. "Langkah ini adalah bentuk penghindaran tanggung jawab oleh seluruh anggota kabinet dan Perdana Menteri atas kegagalan 7 Oktober, dengan mengganti mereka yang kritis dengan orang-orang yang hanya akan mengatakan ‘ya’," tulis Eisenkot di platform X.
Tzachi Hanegbi merupakan politisi senior Partai Likud dan salah satu sekutu lama Netanyahu. Ia diangkat sebagai penasihat keamanan nasional pada 2023 dan pernah menjabat di sejumlah kementerian strategis, termasuk keamanan publik, intelijen, dan kerja sama regional.
Pemecatan Hanegbi menambah daftar panjang pejabat senior Israel yang tersingkir di tengah krisis politik dan militer pasca-serangan Hamas. Hal ini memperkuat kesan bahwa pemerintahan Netanyahu semakin defensif dalam menghadapi tekanan publik dan perpecahan internal.



Posting Komentar