P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Pembenahan Persebaya Surabaya: Bintang Rp 4,78 Miliar yang Pernah Dikincani Arema FC

Featured Image

Performa Lini Depan Persebaya Surabaya yang Menurun

Persebaya Surabaya kini tengah menghadapi tantangan serius dalam kompetisi Super League 2025/2026. Dari enam laga yang telah dijalani, Green Force hanya mampu mencetak delapan gol, angka terendah dibandingkan tim-tim papan atas lainnya. Bahkan, produktivitas gol mereka kalah dari dua klub di papan tengah, yaitu Arema FC dan Bali United. Singo Edan mampu mengoleksi 11 gol, sedangkan Bali United mencatatkan 12 gol dari tujuh pertandingan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa lini depan Persebaya Surabaya sedang dalam keadaan yang tidak ideal. Tidak ada striker murni yang masuk daftar top skor sementara liga. Justru, kapten sekaligus winger Persebaya, Bruno Moreira, menjadi pemain dengan jumlah gol terbanyak bagi klub, dengan tiga gol yang dicetaknya. Diikuti oleh Francisco Rivera dengan dua gol, serta Mihailo Perovic yang hanya mampu mencetak satu gol.

Situasi ini semakin memperlihatkan betapa lemahnya daya gedor Persebaya Surabaya sejak kepergian David da Silva beberapa musim lalu. Musim lalu pun terjadi hal serupa ketika Flavio Silva gagal memberikan kontribusi maksimal. Mesin gol Persik Kediri tersebut hanya mampu mencetak sembilan gol dari 33 penampilannya.

Upaya Persebaya untuk Memperbaiki Lini Depan

Untuk mengatasi masalah ini, Persebaya Surabaya perlu segera mencari solusi dengan mendatangkan striker baru di bursa transfer paruh musim. Salah satu nama yang paling realistis untuk dipertimbangkan adalah Gustavo Tocantins, penyerang PSS Sleman asal Brasil. Gustavo sebenarnya sudah masuk dalam radar Persebaya Surabaya sebelum musim dimulai. Bahkan, Green Force sempat bersaing dengan Arema FC untuk mendapatkan tanda tangan striker 29 tahun tersebut.

Ketertarikan kedua klub besar itu tidak terlepas dari performa impresif Gustavo bersama PSS Sleman musim lalu. Mantan penyerang Persikabo 1973 tersebut sukses mencetak 16 gol dari 34 pertandingan. Sayangnya, Persebaya Surabaya dan Arema harus gigit jari karena Gustavo lebih memilih bertahan bersama PSS Sleman. Keputusan ini cukup mengejutkan karena Super Elang Jawa terdegradasi ke kasta Championship musim ini.

Meski turun kasta, performa Gustavo tetap tajam. Hingga pekan ketiga Championship 2025/2026, ia telah mencetak empat gol dari tiga laga. Ketajaman ini menunjukkan kualitasnya yang konsisten di depan gawang. Tak heran bila Persebaya Surabaya kembali dikaitkan dengan sang striker jelang bursa transfer paruh musim.

Potensi Transfer Gustavo Tocantins

Secara finansial, Persebaya Surabaya harus menyiapkan dana besar untuk mendatangkan Gustavo. Nilai pasarnya kini ditaksir mencapai Rp 4,78 miliar menurut data Transfermarkt. Selain itu, situasi kontraknya bersama PSS Sleman juga bisa membuka peluang. Gustavo disinyalir hanya terikat hingga akhir musim 2025/2026 sehingga negosiasi transfer bisa lebih fleksibel.

Namun, ancaman datang dari klub besar lain yang juga membutuhkan striker tajam. Persija Jakarta dan Persib Bandung disebut-sebut siap ikut bersaing jika Gustavo benar-benar tersedia di bursa transfer. Bila Persebaya Surabaya berhasil mendatangkan Gustavo, lini depan mereka bisa kembali hidup. Posturnya yang ideal, naluri gol tinggi, dan pengalaman di Super League menjadi modal besar untuk memperbaiki catatan buruk Green Force.

Sebelum bersinar di Indonesia, Gustavo pernah bermain di sejumlah klub Brasil dan Portugal. Catatannya mencakup Corinthians, Red Bull Bragantino, Portuguesa, hingga GD Estoril Praia di Liga Portugal. Pengalamannya juga meliputi Londrina, UD Vilafranquense, SC Uniao Torreense, dan SC Sao Joao Ver. Pengalaman internasional itu semakin menegaskan kualitasnya sebagai penyerang modern dengan mobilitas tinggi.

Kesimpulan

Performa Gustavo di Super League pun sudah teruji. Selain 16 gol bersama PSS Sleman, ia juga tampil moncer di Barito Putera dengan koleksi 21 gol dan 5 assist dari 49 pertandingan. Kualitas dan konsistensi itulah yang membuat nama Gustavo kerap masuk radar klub besar Indonesia. Persebaya Surabaya, yang kini tengah krisis ketajaman, tentu harus lebih serius dalam upaya mendatangkannya.

Tinggal bagaimana manajemen Persebaya Surabaya mengambil langkah strategis untuk bersaing dengan klub lain. Jika telat bergerak, bukan tidak mungkin Gustavo kembali lepas ke tangan rival. Bagi Green Force, mendatangkan bomber tajam seperti Gustavo bukan sekadar opsi, melainkan kebutuhan mendesak. Apalagi target besar Persebaya Surabaya musim ini jelas sulit tercapai tanpa penyerang yang mampu menjadi pembeda di depan gawang.

Kini semua mata tertuju pada manuver Persebaya Surabaya di bursa transfer paruh musim. Akankah Gustavo Tocantins benar-benar berseragam hijau Green Force, atau justru kembali menjadi bintang yang terlepas ke klub pesaing?

0

Posting Komentar