P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Terungkap Alasan Kluivert Pilih Reza Arya Daripada Cyrus Margono ke Timnas Indonesia

Featured Image

Alasan Reza Arya Dipilih Daripada Cyrus Margono di Timnas Indonesia

Pemanggilan Reza Arya Pratama sebagai kiper nomor lima dalam skuad Timnas Indonesia untuk babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia terbukti menjadi keputusan yang tepat. Alasannya, Patrick Kluivert lebih memilih Reza ketimbang Cyrus Margono. Hal ini dilakukan setelah Emil Audero dipastikan absen akibat cedera.

Kehadiran Reza Arya menjadi jawaban atas pertanyaan publik mengapa kiper PSM Makassar ini dipilih. Pemanggilan mendadak itu terjadi menjelang laga berat melawan Arab Saudi dan Irak. Sebelumnya, Kluivert hanya memanggil tiga kiper utama, yaitu Emil Audero, Maarten Paes, dan Ernando Ari. Namun, karena cedera Emil, ia menambahkan dua nama lain, yakni Reza Arya Pratama dan Nadeo Argawinata.

Konsistensi dan Pengalaman Reza Arya

Kluivert menyatakan bahwa dirinya ingin menjaga kedalaman skuad di sektor penjaga gawang. Nadeo dianggap konsisten di Borneo FC, sementara Reza memiliki rekam jejak yang mentereng bersama PSM Makassar. Meskipun Reza bukan baru kali ini dipanggil ke Timnas, ia sering hanya menjadi bagian dari daftar bayangan tanpa benar-benar mendapat kesempatan bermain.

Namun, catatan impresif Reza di klub membuatnya tetap menjadi pilihan. Ia sukses membawa PSM Makassar menjuarai Liga 1 Indonesia 2022/2023. Musim ini, meski hanya bermain satu kali dengan satu gol yang kebobolan, Reza tetap memiliki rapor meyakinkan sejak 2019. Dalam 100 penampilan, ia kebobolan 100 gol dan mencatatkan 35 clean sheet.

Statistik Reza juga cukup menjanjikan di berbagai ajang. Di ASEAN Club Championship, ia tampil lima kali dengan tiga clean sheet. Di AFC Cup, ia main tujuh kali dengan satu clean sheet meski kebobolan 14 gol. Di Piala Presiden, ia bermain empat kali dengan dua clean sheet dan tiga gol yang kebobolan. Sementara di Liga 1, ia bermain 81 kali dengan 28 clean sheet dan 78 gol yang kebobolan.

Perbandingan dengan Cyrus Margono

Bandingkan dengan Cyrus Margono yang justru kariernya masih naik turun di Eropa. Kiper 23 tahun ini kini bermain untuk KF Dukagjini di Liga Super Kosovo. Musim 2025/2026, Cyrus baru mencatatkan satu penampilan dengan satu kali kebobolan dan satu clean sheet. Musim sebelumnya, ia tampil 17 kali dengan kebobolan 17 gol serta lima kali clean sheet dari 1.530 menit bermain.

Sebelum bermain di Kosovo, Cyrus lebih banyak bermain di tim B Panathinaikos di kompetisi Super League 2 Yunani. Dalam tiga musim, ia hanya mengoleksi total 17 penampilan dengan jumlah kebobolan lebih banyak dibandingkan clean sheet. Statistik ini jauh tertinggal dari Reza yang memiliki catatan konsisten di level klub Indonesia.

Mentalitas dan Persaingan di Timnas

Kluivert tidak mau mengambil risiko dengan kiper yang minim pengalaman. Laga melawan Arab Saudi dan Irak diprediksi akan berlangsung ketat dengan intensitas tinggi. Meski Cyrus memiliki status sebagai pemain diaspora, performa dan konsistensi tetap menjadi faktor penentu untuk bisa menembus skuad Garuda.

Reza dikenal sebagai kiper yang agresif dengan refleks cepat. Ia juga sering tampil berani dalam duel satu lawan satu, sehingga dianggap cocok sebagai pelapis darurat di Timnas. Meski baru jadi kiper kelima, pemanggilan ini bisa menjadi momentum bagi Reza untuk menunjukkan kualitasnya.

Persaingan Kiper di Timnas Indonesia

Kehadiran Reza juga membuktikan persaingan kiper di Timnas semakin ketat. Selain Paes dan Ernando yang sudah diandalkan, ada Nadeo dan bahkan nama-nama muda lain yang siap bersaing. Kini tinggal bagaimana Reza bisa menjaga performa bersama PSM di Liga 1. Jika tampil konsisten, bukan tidak mungkin ia akan mendapat kepercayaan lebih besar dari Kluivert di masa depan.

Bagi publik, pemanggilan ini sekaligus menjawab kenapa Reza dipilih ketimbang Cyrus. Faktor jam terbang, konsistensi, dan pengalaman jadi pembeda utama antara keduanya. Patrick Kluivert menegaskan dirinya hanya memanggil pemain yang siap tampil. Ia percaya dengan kombinasi kiper lokal dan diaspora akan membuat skuad Garuda semakin solid.

Dengan alasan tersebut, terjawab sudah mengapa Reza Arya sukses menyisihkan Cyrus Margono. Kini tinggal ditunggu apakah ia akan benar-benar mendapat kesempatan debut bersama Timnas Indonesia.

0

Posting Komentar