P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Masalah Banjir di Mabar Hilir Jadi Perhatian Pemko Medan

Featured Image

Wali Kota Medan Bertemu Langsung dengan Masyarakat Kelurahan Mabar Hilir

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melakukan pertemuan langsung dengan masyarakat Kelurahan Mabar Hilir, Kecamatan Medan Deli. Acara ini digelar dalam rangka program Sapa Warga yang berlangsung di halaman kantor Lurah Mabar Hilir, Jalan Suasa Raya, pada hari Sabtu (4/10). Kehadiran Wali Kota disambut antusias oleh warga setempat yang ingin menyampaikan keluhan dan permasalahan yang mereka alami.

Banyak keluhan yang disampaikan oleh masyarakat, terutama mengenai masalah banjir, drainase yang tidak memadai, serta jalan rusak yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Wali Kota Medan memberikan respons terhadap keluhan tersebut dengan menegaskan bahwa permasalahan ini menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota Medan.

"Ada progres dalam penanganan banjir, termasuk bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) dan pembebasan lahan. Proses ini membutuhkan waktu dan koordinasi dengan berbagai pihak," ujar Rico Waas. Ia berharap rencana penanganan banjir dapat segera dilaksanakan agar masalah ini tidak terus berlarut-larut.

Beberapa lingkungan di Kelurahan Mabar Hilir seperti Lingkungan I, II, V, dan VIII sering mengalami banjir. Rico menekankan pentingnya adanya jalur besar untuk pembuangan air melalui penerusan saluran drainase. "Jika rencana ini tidak segera dilaksanakan, masalah banjir akan tetap berlanjut," tambahnya.

Salah satu warga, Ahmad Husni, menyampaikan keluhan mengenai Jalan Islamiyah, Lingkungan XI yang sering terendam banjir karena tidak adanya saluran drainase. Hal ini menyebabkan kendala dalam aktivitas masyarakat dan banyak kendaraan roda dua mogok. Selain itu, kondisi jalan juga perlu diperbaiki dengan diaspal kembali.

Rico Waas menjelaskan bahwa saluran drainase dari arah Rumah Potong Hewan (RPH) harus segera ditembuskan. Setelah itu, baru saluran drainase lainnya bisa diperbaiki. "Kita fokus pada penembusan saluran drainase terlebih dahulu, baru kemudian perbaikan jalan," katanya.

Tugino, warga Lingkungan II, juga menyampaikan keluhan tentang banjir yang sering terjadi karena saluran drainase ke Kawasan Industri Medan (KIM) memiliki volume yang terlalu kecil. Selain itu, ia juga mengeluhkan masalah air bersih dan limbah pabrik yang menyebabkan sumur masyarakat berwarna hitam. Meski saat ini masjid sudah mendapat pasokan air bersih, banyak warga masih mengambil air dari sana.

Rico meminta Dinas Lingkungan Hidup untuk mengirimkan surat teguran ulang kepada perusahaan tersebut. Ia juga menyarankan adanya pertemuan dengan pihak perusahaan untuk mencari solusi dan kontribusi bagi masyarakat.

Selain masalah banjir dan drainase, masyarakat juga menyampaikan keluhan lain seperti lampu jalan yang mati, kesulitan dalam pengurusan KTP dan adminduk, honor Bilal mayit maupun guru magrib mengaji, serta persoalan lahan perkuburan yang sudah penuh. Semua keluhan ini diharapkan bisa segera ditangani agar kualitas hidup masyarakat meningkat.

0

Posting Komentar