P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Astra Agro Tingkatkan Produktivitas Sawit Berkelanjutan

Komitmen Astra Agro Lestari dalam Pertanian Berkelanjutan

PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) menegaskan komitmennya terhadap produktivitas kelapa sawit yang berkelanjutan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi perusahaan, yang diwujudkan melalui inovasi, inklusivitas, dan penggunaan teknologi. Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk, Djap Tet Fa, saat menjadi pembicara dalam Indonesia International Sustainability Forum (IISF), Jumat (10/10).

Djap Tet Fa menjelaskan bahwa di Astra Agro Lestari, mereka membangun model pertanian yang inklusif, berbasis teknologi, dan ramah lingkungan. Model ini dirancang untuk menjamin ketahanan pangan masa depan melalui perpaduan antara inovasi, kemitraan, dan keberlanjutan.

Dalam perhelatan IISF 2025 di Jakarta Convention Center, Djap Tet Fa membagikan pandangan dan praktik terbaik perusahaan perkebunan kelapa sawit dalam memperkuat ketahanan pangan yang sejalan dengan prinsip keberlanjutan. Forum IISF 2025 mengusung tema “Investing for a Resilient, Sustainable, and Prosperous World” dan menghadirkan lebih dari 250 pembicara serta diikuti oleh lebih dari 100 pelaku bisnis dan filantropis global. Forum ini juga menegaskan komitmen Indonesia terhadap agenda transisi ekonomi hijau, ketahanan pangan, dan energi terbarukan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam sambutannya menekankan bahwa negara berkembang seperti Indonesia perlu menapaki jalannya sendiri menuju pembangunan berkelanjutan tanpa harus meniru pola negara maju. AHY menegaskan bahwa tidak ada satu formula yang cocok untuk semua, dan kemajuan tidak bisa dicapai dengan mengorbankan lingkungan atau stabilitas keuangan. Investasi dan keberlanjutan harus berjalan beriringan.

Pendekatan Kolaboratif dalam Pertanian Berkelanjutan

Senada dengan pandangan Menko, Astra Agro Lestari telah membangun model pertanian berkelanjutan dengan pendekatan kolaboratif antara sektor publik dan swasta. Dalam sesi diskusi bertema “Sustainable Agriculture”, Djap Tet Fa menegaskan pentingnya kemitraan publik-swasta (public–private partnership) dalam memastikan ketahanan pangan jangka panjang. Ia menjelaskan bahwa konsep ‘sustainable intensification’, yakni memproduksi lebih banyak dari lahan yang sudah ada tanpa memperluas area tanam, menjadi inti dari strategi Astra Agro Lestari.

Beberapa inisiatif utama yang dijalankan Astra Agro meliputi peremajaan kebun lama dengan varietas unggul untuk meningkatkan produktivitas tanpa membuka lahan baru. Riset dan Inovasi juga terus digalakkan dengan mengembangkan pupuk hayati organik untuk memperbaiki kesehatan tanah, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, serta menurunkan emisi karbon.

Inklusivitas petani kecil juga turut dipastikan oleh Astra Agro Lestari. Djap Tet Fa menegaskan bahwa tidak ada yang tertinggal melalui akses kesetaraan terhadap bahan tanam, pupuk, pembiayaan, dan pelatihan bagi para petani mitra.

Peran Petani Kecil dalam Ketahanan Pangan

Petani sawit (smallholders) adalah mitra utama Astra Agro dalam mendorong ketahanan pangan dan keberlanjutan industri. Djap Tet Fa menegaskan bahwa misi perusahaan sederhana, yaitu petani kecil harus tumbuh bersama kami, bukan tertinggal di belakang. Melalui Program Inklusi Petani Kecil, Astra Agro Lestari telah bekerja sama dengan ribuan petani mitra untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih tangguh dan modern.

Program ini mencakup peningkatan kapasitas petani (capacity building) berupa pelatihan lapangan tentang pengelolaan hama, pemupukan presisi, dan pengelolaan tanah berkelanjutan. Penyediaan akses pasar dan pembiayaan juga dilakukan Astra Agro dengan membeli hasil panen langsung dari petani mitra melalui kontrak jangka panjang yang transparan, serta dukungan akses ke lembaga keuangan.

Digitalisasi tak kalah penting dalam menunjang semua program perusahaan. Astra Agro mengoptimalkan penggunaan platform digital untuk perencanaan pengiriman hasil, pemantauan harga, dan konsultasi agronomi secara real-time.

Presdir Astra Agro yang juga alumnus Universitas Gadjah Mada ini menegaskan bahwa pemberdayaan petani kecil bukan semata tanggung jawab sosial, tetapi investasi strategis bagi ketahanan sistem pertanian nasional. Ketika petani memiliki akses terhadap alat, keterampilan, dan pasar, mereka menjadi mitra sejati dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan memastikan manfaat keberlanjutan yang dirasakan oleh semua pihak.

Posting Komentar

Posting Komentar