
Pengertian 'Manusia Merdeka' Menurut Ki Hadjar Dewantara
Dalam konteks pendidikan, konsep 'manusia merdeka' yang dijelaskan oleh Ki Hadjar Dewantara menjadi salah satu landasan penting dalam memahami nilai-nilai pendidikan nasional. Konsep ini sering muncul dalam berbagai materi pelatihan dan ujian, termasuk dalam modul 3 FPPN (Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai) pada program PPG 2025. Berikut penjelasan lengkapnya.
Apa Itu 'Manusia Merdeka' Menurut Ki Hadjar Dewantara?
Menurut pemikiran Ki Hadjar Dewantara, manusia merdeka adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mengatur kehidupannya sendiri, baik secara lahir maupun batin. Mereka tidak tergantung pada orang lain dan mampu menegakkan dirinya serta menjaga hubungan dengan kemerdekaan orang lain. Hal ini mencerminkan adanya kesadaran diri yang tinggi, kemampuan untuk membuat keputusan mandiri, serta tanggung jawab atas tindakan yang dilakukan.
Beberapa pilihan jawaban yang sering muncul dalam soal-soal ujian antara lain:
- a. Manusia yang mandiri dan mampu memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bantuan orang lain.
- b. Manusia yang hidupnya bersandar pada kekuatan dan kehendak sendiri baik lahir maupun batin; tidak tergantung pada orang lain.
- c. Manusia yang mampu membuat keputusan untuk diri sendiri dan orang lain yang ada dalam lingkungan pengaruhnya.
- d. Manusia yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain, baik manfaat lahir maupun batin.
- e. Manusia yang berpendirian teguh dan memiliki prinsip, serta tidak mudah dipengaruhi orang lain.
Jawaban yang paling tepat adalah b, karena sesuai dengan makna sebenarnya dari konsep 'manusia merdeka' yang dianut oleh Ki Hadjar Dewantara.
Contoh Soal Lain dalam Modul 3 FPPN Topik 1
Selain pertanyaan tentang 'manusia merdeka', modul 3 FPPN juga menyajikan beberapa soal lain yang berkaitan dengan pandangan Ki Hadjar Dewantara. Berikut contohnya:
-
Siapa tokoh-tokoh pendidikan internasional yang mempengaruhi pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan?
Jawaban: Friederich Froebel dan Maria Montessori -
Bagaimana Ki Hadjar Dewantara menjelaskan tentang budi pekerti?
Jawaban: Perpaduan antara cipta (kognitif) dan rasa (afektif) sehingga menghasilkan karsa (psikomotorik) -
Apa peran pendidik menurut Ki Hadjar Dewantara?
Jawaban: Menuntun tumbuh dan hidupnya kekuatan kodrat yang ada pada anak
Makna Budi Pekerti dalam Pandangan Ki Hadjar Dewantara
Ki Hadjar Dewantara menekankan bahwa budi pekerti tidak hanya terbatas pada sikap sopan atau etika semata, tetapi lebih dari itu. Ia melihat budi pekerti sebagai hasil dari interaksi antara pikiran (cipta), perasaan (rasa), dan tindakan (karsa). Dengan demikian, budi pekerti menjadi bagian penting dalam proses pembentukan kepribadian yang utuh dan seimbang.
Pemahaman ini sangat relevan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam penerapan nilai-nilai Pancasila. Pendidikan budi pekerti harus selaras dengan nilai-nilai dasar negara, seperti keadilan sosial, persatuan, dan kesejahteraan bersama.
Peran Pendidik Menurut Ki Hadjar Dewantara
Ki Hadjar Dewantara menekankan bahwa peran pendidik bukan hanya sekadar mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membantu siswa mengembangkan potensi diri mereka. Pendidik bertugas untuk menuntun tumbuhnya kekuatan kodrat yang ada pada setiap individu. Dengan begitu, siswa akan mampu menjadi manusia yang mandiri, berpikir kritis, dan memiliki tanggung jawab sosial.
Kesimpulan
Konsep-konsep yang diajukan oleh Ki Hadjar Dewantara, seperti 'manusia merdeka', budi pekerti, dan peran pendidik, tetap relevan hingga saat ini. Pemahaman mendalam tentang hal-hal ini sangat penting bagi para guru dan calon guru, terutama dalam menghadapi ujian seperti post test PPG 2025. Dengan mempelajari dan memahami nilai-nilai pendidikan yang dianut oleh Bapak Pendidikan Indonesia, kita bisa lebih siap dalam menjalani profesi sebagai pendidik.



Posting Komentar