P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Sekolah Disegel, 111 Siswa SD Tamberu 2 Pamekasan Terlantar, Belajar di Tenda Tanpa Kursi

Featured Image

Sekolah Disegel, Siswa Harus Belajar di Tenda

PAMEKASAN – Masalah sengketa lahan yang terjadi antara ahli waris dan pihak sekolah kembali memicu kegaduhan. Sejak lima hari lalu, siswa SDN Tamberu 2 tidak dapat bersekolah secara normal. Pintu sekolah disegel oleh ahli waris yang mengklaim bahwa tanah tempat sekolah berada adalah milik keluarganya.

Awalnya, penyegelan tersebut dilakukan sejak Minggu (19/10/2025). Akibatnya, para siswa hanya datang ke sekolah untuk mengambil menu Makan Bergizi Gratis (MBG) setiap harinya. Namun, proses belajar mengajar harus dihentikan karena akses ke ruang kelas ditutup.

Ahli waris, Ach. Rosyidi, menjelaskan bahwa tindakan penyegelan ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap pemerintah. Ia menilai bahwa tanah yang digunakan untuk membangun SDN Tamberu 2 adalah milik keluarganya, sehingga pihak sekolah tidak memiliki hak atas lahan tersebut.

Akibat dari penyegelan ini, puluhan orang tua murid memutuskan untuk membantu mencari solusi agar anak-anak bisa tetap belajar. Mereka menggunakan tenda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang didirikan sejak dua hari lalu sebagai tempat belajar sementara. Para wali murid juga turut serta dalam membersihkan area tenda, baik di dalam maupun di luar.

Juhairiyah, salah satu wali murid, mengungkapkan bahwa mereka sengaja membawa alat dari rumah seperti sapu lidi dan cangkul untuk membantu membersihkan. Tujuannya adalah agar anak-anak bisa segera melanjutkan proses belajar.

Namun, Juhairiyah menyampaikan bahwa masih ada kendala dalam pengadaan bangku untuk dua tenda darurat. Menurutnya, bangku di dalam sekolah belum diperbolehkan untuk dipindahkan ke tenda. Beberapa wali murid bahkan mencoba meminta izin kepada ahli waris, tetapi permintaan itu ditolak.

Ia mengatakan, kemungkinan besar siswa akan belajar di tenda dengan alas tikar. Sebagai wali murid, ia sangat khawatir dengan kondisi tersebut, apalagi musim hujan mulai mendekat. "Kami sangat berharap masalah ini segera selesai. Sudah lima hari siswa tidak bisa belajar normal," ujarnya.

Meski begitu, para siswa tetap datang setiap hari. Selain untuk mengambil MBG, mereka juga berharap bisa kembali bersekolah seperti biasanya.

Pihak Sekolah dan Dinas Pendidikan Bungkam

Hingga saat ini, Kepala SDN Tamberu 2, Angga Diyan Kristiawan, dan Kepala Disdikbud Pamekasan Mohamad Alwi belum memberikan pernyataan resmi terkait kondisi sekolah yang disegel. Bahkan, kedua pihak tidak pernah berkoordinasi dengan ahli waris sejak pertama kali sekolah disegel.

Rasyidi, salah satu ahli waris, menyampaikan bahwa hingga kini tidak ada komunikasi antara pihak sekolah atau lembaga pemerintah lainnya dengan keluarganya. "Tidak ada koordinasi melalui telepon maupun bertemu langsung," katanya.

Ia juga menyebut bahwa sempat ada rapat di Kantor Kecamatan Batumarmar. Saat itu hadir Kepala Disdikbud, Camat, kepala sekolah, dan wali murid. Namun, dalam pertemuan tersebut tidak ada pembahasan tentang penyelesaian sengketa lahan. Malah, fokusnya justru pada relokasi siswa.

Rasyidi menilai bahwa pihak sekolah dan dinas pendidikan tidak memiliki itikad baik untuk menyelesaikan masalah ini. "Hati nurani kami tidak tega kepada siswa. Tapi memang tidak ada itikad baik dari sekolah maupun dari Disdikbud," ujarnya.

0

Posting Komentar