P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Tanggul Siwuluh Longsor Ancam 1.500 Hektare Lahan Pertanian, Pemkab Tanggap Cepat

Featured Image

Banjarnegara Dilanda Longsoran Tanggul Irigasi Siwuluh

Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Banjarnegara dalam beberapa hari terakhir menyebabkan tanggul irigasi Siwuluh di Desa Ampelsari, Kecamatan Banjarnegara Kota, longsor pada Kamis (23/10/2025) sekitar pukul 07.00 WIB pagi. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran terhadap ketersediaan air irigasi bagi lahan pertanian dan keselamatan masyarakat sekitar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara memperkirakan bahwa panjang tanggul yang longsor mencapai 17 meter dengan lebar 7 meter. Dampak dari peristiwa ini sangat signifikan karena aliran saluran irigasi Siwuluh terhenti, yang berpotensi mengganggu lahan pertanian seluas lebih kurang 1.500 hektare. Wilayah yang terdampak antara lain Kecamatan Banjarnegara, Bawang, dan Purwanegara (Desa Parakan).

Air yang seharusnya mengalir melalui saluran irigasi Siwuluh justru masuk ke Sungai Blimbing di bawahnya. Debit air yang meluap sempat mengancam beberapa rumah di Kelurahan Semarang (RT 3 RW 2), yang dihuni oleh 5 kepala keluarga atau sekitar 19 jiwa. Selain itu, akses jalan utama menuju Perumahan Pesona Harmoni Ampelsari di sisi utara irigasi juga sempat terputus.

Tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi seperti BPBD, Polres Banjarnegara, Kodim 0704, DPUPR UPT wilayah I, Dinas Perhubungan, Kecamatan Banjarnegara, serta Kelurahan Semarang dan Desa Ampelsari langsung melakukan penanganan awal. Mereka melakukan kaji cepat di lokasi, menutup akses jalan di sekitar tanggul, dan memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak melintasi area yang berbahaya.

Pada sore harinya, Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana langsung melaksanakan rapat tanggap darurat di Pringgitan rumah dinas bupati. Dalam rapat tersebut, ia berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) Yogyakarta guna mempercepat pemulihan permanen tanggul irigasi yang longsor.

Pemerintah kabupaten meminta para petani terdampak untuk bersabar dan siap mengikuti proses sosialisasi yang akan dilakukan. Proses perbaikan permanen diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama. Namun, pihak pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa selama proses perbaikan tersebut, kecukupan air bagi pengolahan lahan pertanian tetap terjaga seperti biasanya.

Upaya Pemulihan dan Kesiapan Masyarakat

Selain upaya teknis perbaikan tanggul, pemerintah setempat juga fokus pada komunikasi dengan masyarakat. Para petani diharapkan dapat memahami kondisi yang sedang terjadi dan tetap menjaga ketenangan. Dengan adanya koordinasi yang baik antara pihak pemerintah dan masyarakat, diharapkan dampak dari peristiwa ini bisa diminimalkan.

Tidak hanya itu, pihak terkait juga memastikan bahwa jalur evakuasi dan akses ke daerah terdampak tetap terbuka. Hal ini penting untuk memastikan kelancaran distribusi bantuan dan kebutuhan pokok masyarakat.

Dalam rangka mempercepat pemulihan, pihak BBWSSO Yogyakarta juga diminta untuk membantu dalam evaluasi dan perencanaan perbaikan tanggul secara lebih efektif. Kolaborasi antara berbagai instansi diharapkan mampu memberikan solusi jangka panjang untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa depan.

Dengan langkah-langkah yang telah dilakukan, diharapkan wilayah Banjarnegara dapat segera pulih dan kembali normal, baik dalam hal ketersediaan air irigasi maupun keselamatan masyarakat sekitar.

0

Posting Komentar