
Liverpool Kembali Tersingkir dari Carabao Cup
Liverpool kembali mengalami kekalahan yang mengecewakan setelah tersingkir dari Carabao Cup. Pada pertandingan tersebut, The Reds kalah 0-3 dari Crystal Palace di Stadion Anfield. Hasil ini menambah daftar panjang kekalahan yang dialami klub sejak beberapa waktu terakhir.
Keputusan pelatih Arne Slot untuk melakukan rotasi besar-besaran dalam susunan pemain ternyata berdampak negatif. Dengan sepuluh perubahan dari tim yang sebelumnya kalah 2-3 dari Brentford, serta tiga pemain muda yang dimainkan sejak menit awal, Liverpool tampil tanpa arah dan gagal memperlihatkan dominasi di kandang sendiri.
Sejak awal laga, Liverpool bermain dengan energi tinggi namun kurang efektif. Federico Chiesa, salah satu pemain senior, sempat memberikan ancaman dua kali kepada gawang Palace, tetapi upaya tersebut tidak berbuah gol. Di sisi lain, tim tamu justru tampil lebih solid dan semakin percaya diri seiring berjalannya waktu.
Kekalahan pertama datang ketika Joe Gomez kehilangan bola di area berbahaya. Ismaila Sarr langsung memanfaatkannya untuk mencetak gol pembuka. Empat menit kemudian, Palace menggandakan keunggulan. Yeremy Pino mengirimkan umpan terobosan yang diterima Sarr, yang berhasil melewati penjagaan dan mencatatkan gol kedua.
Liverpool terlihat kehilangan arah dan semangat. Bahkan sebelum babak pertama berakhir, Anfield mulai diselimuti keheningan yang menunjukkan rasa frustrasi dari para suporter. Babak kedua tidak banyak membawa perubahan. Meski coba bangkit, Liverpool tidak memiliki kreativitas atau kepemimpinan di lapangan.
Kehadiran para pemain kunci seperti Virgil van Dijk, Ibrahima Konaté, Dominik Szoboszlai, Florian Wirtz, Cody Gakpo, Mohamed Salah, dan Hugo Ekitike sangat terasa. Tanpa mereka, Liverpool kesulitan menjalani permainan yang efektif. Slot juga tidak memiliki opsi berpengalaman di bangku cadangan, sehingga membuat tim muda ini mudah dikendalikan oleh lawan.
Pada menit ke-79, kehancuran Liverpool semakin lengkap. Bek muda Amara Nallo mendapat kartu merah setelah menjatuhkan Justin Devenny yang sedang dalam posisi mengancam. Keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan Palace dengan baik, dan Yeremy Pino menutup laga dengan gol ketiga melalui tembakan melengkung yang tidak bisa dihalangi kiper Caoimhin Kelleher.
Skor akhir 0-3 menjadi cerminan nyata betapa rapuhnya struktur permainan Liverpool saat ini. Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk klub dengan enam kekalahan dalam tujuh pertandingan terakhir.
Meskipun Arne Slot memberikan alasan bahwa rotasi diperlukan karena jadwal padat, keputusan menurunkan tim muda di laga penting jelas mengundang kritik. Kini, Liverpool harus segera bangkit menghadapi rangkaian laga berat melawan Aston Villa, Real Madrid, dan Manchester City. Meskipun Carabao Cup bukan target utama, hasil ini menjadi sinyal alarm bahwa krisis di Anfield semakin nyata.



Posting Komentar