
Peredaran Obat Keras dan Alkohol di Bandung Menjadi Perhatian Serius
Peredaran obat keras dan minuman beralkohol di Kota Bandung menjadi perhatian khusus bagi warga setempat, terutama karena dampaknya yang mengancam generasi muda. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam sebuah diskusi fokus yang membahas sinergi antara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dengan instansi terkait.
Farhan menyoroti bahwa peredaran obat keras golongan B, seperti tramadol, serta alkohol telah mencapai tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Ia menyebutkan bahwa tramadol kini tidak hanya beredar secara lokal, tetapi juga masuk ke jaringan internasional. Bahkan, banyak dari produk tersebut menargetkan para remaja, termasuk pelajar SMP. Ditemukan pula obat-obatan tersebut di sekitar Balai Kota Bandung, yang menunjukkan betapa luas penyebarannya.
Dalam FGD yang digelar di Hotel Jayakarta pada Kamis (23/10/2025), Farhan menekankan pentingnya penguatan operasi gabungan untuk menekan peredaran tramadol, alkohol, dan narkoba di tingkat kelurahan. Meskipun ia menyadari bahwa total pemberantasan tidak mungkin dilakukan, ia memastikan bahwa upaya pengendalian harus terus dilakukan.
"Kita tidak bisa memberantas sepenuhnya, tapi kita harus bisa mengendalikannya. Ini ancaman serius untuk masa depan kota. Bandung adalah kota terbuka, risiko besar, tapi kalau kita solid, kota ini akan selalu kondusif," ujarnya.
Farhan menilai bahwa soliditas tiga pilar Pemkot Bandung, TNI, dan Polri menjadi fondasi utama dalam menjaga keamanan, ketertiban umum, serta stabilitas kota. Ia mengapresiasi sinergi lintas institusi yang telah teruji dalam berbagai momen penting, terutama saat momen besar akhir Agustus lalu.
"Pada 29–31 Agustus, itu adalah puncak pengujian bagaimana bersatunya dan kompaknya Forkopimda Kota Bandung. Soliditas ini berdampak langsung pada stabilitas kota yang aman dan tertib," kata Farhan.
Menurutnya, wilayah yang kondusif memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Ia menyebutkan bahwa pada semester pertama 2025, pertumbuhan ekonomi Kota Bandung berhasil melampaui rata-rata Jawa Barat maupun nasional. Keamanan yang terjaga membuat kegiatan ekonomi berjalan lancar. Event-event besar bisa digelar, perputaran ekonomi hidup, dan hal ini menjadi bukti bahwa kota yang aman dan tertib memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Langkah-Langkah yang Dilakukan untuk Mencegah Peredaran Obat Keras
Untuk menghadapi tantangan ini, beberapa langkah telah diambil oleh pemerintah kota. Di antaranya:
- Peningkatan pengawasan di tingkat kelurahan untuk memastikan peredaran obat keras dan alkohol dapat diawasi secara ketat.
- Operasi gabungan antara Satpol PP, polisi, dan aparat lainnya diperkuat agar lebih efektif dalam menangani peredaran ilegal.
- Edukasi kepada masyarakat, terutama para pelajar, tentang bahaya penggunaan obat keras dan alkohol.
- Kerja sama lintas instansi yang lebih erat untuk memperkuat sistem pengawasan dan pencegahan.
Selain itu, pemerintah kota juga melakukan sosialisasi dan edukasi melalui berbagai media dan program komunitas. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang risiko penggunaan obat keras dan alkohol, terutama bagi generasi muda.
Kesimpulan
Peredaran obat keras dan alkohol di Kota Bandung merupakan isu yang memerlukan perhatian serius. Dengan pendekatan yang tepat dan kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan dapat mengurangi risiko yang ditimbulkan. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kota yang aman dan tertib akan memberikan dampak positif baik secara sosial maupun ekonomi. Dengan semangat soliditas dan kerja sama yang kuat, Bandung dapat tetap menjadi kota yang nyaman dan berkembang.



Posting Komentar