P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Safitri Sering Dihina Mertua Jika Suami Bantu Urusan Rumah Tangga: Dianggap Perbudak

Safitri Sering Dihina Mertua Jika Suami Bantu Urusan Rumah Tangga: Dianggap Perbudak

Kehidupan Rumah Tangga Melda Safitri yang Penuh Kontroversi

Melda Safitri kembali menjadi sorotan publik karena kisah rumah tangganya yang penuh dengan konflik. Sebelumnya, ia mengungkapkan bahwa suaminya, JS, menceraikannya setelah dirinya dilantik menjadi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Saat itu, Melda dan kedua anaknya yang masih kecil ditinggalkan begitu saja oleh suaminya.

JS mendapat banyak kritik dari masyarakat yang merasa dia tidak memperhatikan keluarga. Namun, kini Melda mengungkapkan bahwa bukan hanya suaminya yang bertingkah buruk, tetapi juga mertuanya. Ia menyatakan bahwa pernikahannya dengan JS awalnya tidak direstui oleh keluarga mertuanya. Setelah menikah pada tahun 2020, mertua sering campur tangan dalam urusan rumah tangga.

Melda pernah dianggap memperbudak suaminya hanya karena membantu mencuci piring. Awalnya ia diam, namun lama-kelamaan merasa harga dirinya terinjak-injak. Ia mengungkapkan bahwa suaminya pernah membantu mencuci piring dan membersihkan rumah, tetapi hal itu justru disampaikan kepada orang-orang lain. Bahkan mertua sempat menyuruh perempuan lain untuk membantu.

Penjelasan dari JS

Setelah kabar tentang perceraian mereka viral, JS akhirnya memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa masalah rumah tangganya sudah ada sejak lama, jauh sebelum pelantikan sebagai PPPK. Namun, proses perceraian tersebut tidak sesuai dengan regulasi ASN.

Kepala BKPSDM Aceh Singkil, Azman, menyatakan bahwa perceraian terjadi pada 14 September 2025, dihadiri oleh kepala desa dan keluarga kedua pasangan. Menurut Azman, perceraian tersebut tidak melalui mekanisme yang biasa digunakan oleh ASN, seperti mediasi dan persidangan di pengadilan.

Ia juga menyebutkan bahwa istri JS, Melda Safitri, hadir dalam pertemuan keluarga yang diadakan di Desa Kampung Siti Ambia. Dalam pertemuan itu, ada surat pernyataan yang ditandatangani oleh Melda. Azman menegaskan bahwa tidak benar jika perceraian terjadi dua atau tiga hari sebelum pelantikan PPPK.

Tim penegakan disiplin BKPSDM Aceh Singkil masih melakukan klarifikasi dan mediasi terkait kasus ini untuk memastikan semua prosedur sesuai aturan ASN.

Kekacauan di Media Sosial

Peristiwa ini memicu kemarahan warga, yang kini mendesak agar JS dipecat. Akun Instagram Bupati Aceh Singkil, Safriadi Oyon, banjir komentar dari warganet yang meminta tindakan tegas terhadap JS. Beberapa komentar meminta Bupati untuk menghentikan pegawai tersebut.

Dalam postingan terbaru Bupati, warganet meminta Bupati untuk memperhatikan perlakuan JS terhadap istrinya dan anak-anaknya. Mereka berharap Bupati akan bertindak dengan bijak.

Fakta Sebenarnya di Balik Perceraian

Fitri, yang sebelumnya dikenal sebagai Melda Safitri, menceritakan kronologi sebenarnya dari perceraian tersebut. Ia mengungkapkan bahwa penyebab perceraian bermula dari pertengkaran kecil di rumah. Suaminya marah karena tidak menemukan lauk di meja makan. Pertengkaran ini terjadi tepat tiga hari sebelum suaminya menerima SK PPPK.

Suami Fitri terus marah dan menggunakan kata-kata kasar yang melukai harga dirinya. Malam itu juga, suaminya pergi bersama temannya hingga pulang larut malam. Kesal, Fitri membalas ucapan suaminya hingga terjadi ribut besar.

Saat mencuci piring, suaminya telah membungkus bajunya dan pergi ke rumah tetangga untuk meminjam sepeda motor. Ketika kembali ke rumah, suaminya langsung mengucapkan kata cerai.

Tiga hari setelah peristiwa itu, suaminya dilantik menjadi PPPK. Fitri menegaskan bahwa suaminya menceraikannya bukan semata-mata karena pertengkaran, tetapi karena ingin jabatan. Ia bahkan mengaku telah membantu menyiapkan pakaian dan atribut Korpri untuk pelantikan suaminya. Semua perlengkapan itu dibeli dari hasil jualan cabai dan sayuran di pasar.

Setelah diceraikan secara lisan, Fitri bertahan dengan hasil jualan gorengan dan minuman seribu rupiah di depan rumahnya. Dari hasil tersebut, ia mampu menghidupi kedua anaknya yang masih kecil.

Selama masa itu, Fitri dan suaminya telah melakukan mediasi disaksikan oleh kedua orang tua dan pihak Kepala Desa, tetapi suaminya tetap bersikeras untuk menceraikannya. Bahkan, katanya, suaminya ingin menceraikannya sejak lama, tetapi dulu posisi Fitri masih hamil.

Sebelum ini, Fitri mengungkap bahwa pernikahannya memang sempat tidak direstui oleh ibu mertuanya. Bahkan setelah menikah pada tahun 2020, mertua sering ikut campur dalam urusan rumah tangga. Fitri mengaku sangat kecewa dan bersikeras tidak ingin kembali jika suaminya memintanya kembali.

0

Posting Komentar