P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Tangis Yai Mim Pecah, Mahasiswa Tak Berani Masuk Kelas Karena Tuduhan Pelecehan

Tangis Yai Mim Pecah, Mahasiswa Tak Berani Masuk Kelas Karena Tuduhan Pelecehan

Perjuangan Yai Mim dalam Menghadapi Fitnah Seksual

Seorang mantan dosen UIN Malang, Imam Muslimin atau yang akrab disapa Yai Mim, mengalami pengalaman pahit setelah dijatuhkan fitnah oleh tetangganya, Sahara. Fitnah tersebut menyebutkan bahwa Yai Mim melakukan pelecehan seksual terhadap Sahara. Akibatnya, Yai Mim merasa sangat terpuruk dan hampir tidak bisa menahan air mata saat berbicara tentang peristiwa ini.

Fitnah tersebut muncul setelah Sahara mengunggah beberapa video dengan narasi yang tidak objektif. Dalam video-video tersebut, ia menyebutkan berbagai tuduhan mulai dari penutupan jalan, pelecehan seksual, hingga perusakan mobil rental. Tuduhan-tuduhan ini akhirnya menjadi viral di media sosial dan memicu reaksi dari berbagai pihak.

Yai Mim segera membantah semua tuduhan tersebut. Ia menjelaskan bahwa awal mula perseteruan antara dirinya dan Sahara terjadi karena Sahara memarkirkan mobil rental di depan pagar rumahnya. Hal ini membuat Yai Mim kesulitan untuk keluar dari rumah. "Itu semua bohong dan fitnah," ujar Yai Mim saat menjadi narasumber di YouTube Uya Kuya pada Sabtu (4/10/2025).

Sebagai seorang penghafal Al Quran, Yai Mim menegaskan bahwa dirinya tidak mungkin melakukan tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. "Saya itu penghafal Al Quran, saya tidak mungkin melakukan maksiat. Jika saya melakukan maksiat, maka hilanglah Al Quran saya," katanya dengan penuh keyakinan.

Namun, meskipun tampak tangguh, Yai Mim akhirnya menunjukkan sisi lain dari dirinya. Tangisnya pecah, suaranya terdengar terbata-bata. Ia khawatir tentang nasib para santri dan mahasiswa yang belajar di bawah bimbingannya. "Saya punya santri dari Aceh sampai Papua. Gimana perasaan mereka kalau kianya cabul coba? Kalau sampai mereka percaya bagaimana?" tanyanya dengan rasa sedih.

Yai Mim juga menceritakan dampak buruk dari fitnah tersebut. Setelah kabar tentang pencabulan menyebar ke telinga mahasiswanya, banyak dari mereka yang tidak lagi datang ke kelas. "Saya datang ke kelas, tak ada satupun mahasiswa yang datang. Saya dosen," ujarnya sambil menangis. Bahkan, ia mencoba menghubungi mahasiswa melalui WhatsApp, tetapi tidak ada yang merespons. Ternyata, semua mahasiswa telah dihubungi orang tua mereka untuk tidak mau diajari oleh Yai Mim yang disebut sebagai 'dosen cabul'.

Istri Yai Mim, Rosida Vignezvari, berusaha menenangkan suaminya. Ia mengelus punggung Yai Mim sambil memberikan dukungan. Setelah mulai tenang, Yai Mim melanjutkan pernyataannya. Ia mengaku hingga saat ini enggan pulang ke rumahnya di Malang dan memilih menginap di hotel di Jakarta. Alasannya adalah karena merasa lelah dengan ancaman yang diterimanya. "Ini saya enggak mau pulang ke Malang. Saya di Jakarta pindah dari hotel ke hotel. Ingin apa? Ingin menghibur diri. Sebenarnya uangnya enggak ada," kata Yai Mim. "Yang penting aku happy, dari pada pulang saya penat, diancam terus saya."

Pengakuan Sahara tentang Dugaan Pelecehan

Dalam sebuah podcast YouTube Dedi Mulyadi, Sahara mengaku 4 kali mendapatkan tindakan dugaan pelecehan seksual dari Yai Mim. Pertama, Yai Mim pernah berkata kepada Sahara, "Mbak Sahara, istri saya payudaranya besar tapi lebih besar punya mbak Sahara. Saya jadi pengen ***, saya sangat tertarik dengan hal itu."

Kedua, Yai Mim dikatakan pernah berkata, "Mbak Sahara ketika saya mencium aroma Mbak Sahara itu harum sekali. Tolong belikan saya parfum yang harumnya seperti Mbak Sahara. Karena, kalau saya mencium parfum yang baunya sama seperti mbak Sahara, saya jadi pengen ***." Pada waktu itu, Rosyida sedang haji, sehingga momen tersebut dianggap tidak tepat.

Tiga, Sahara mengatakan bahwa Yai Mim pernah menanyakan apakah ia habis keramas atau mandi junub. "Oh habis berhubungan ya? Oh kalau Pak Sofyan enggak ada, berhubungan sama saya," ujarnya menirukan ucapan Yai Mim.

Puncaknya, Sahara mengatakan bahwa Yai Mim pernah menunjukkan video aktivitas seksualnya dengan sang istri di hadapan tamu yang sedang bertamu. "Terakhir, waktu itu ada tamu dari Madura, enam orang. Beliau tiba-tiba datang dari rumahnya menunjukkan video aktivitas beliau sama istrinya," tutur Sahara.

Menurut kuasa hukum Sahara, Zaky Chong, polemik lahan parkir baru muncul setelah dugaan pelecehan terjadi. Pihaknya sengaja tidak langsung mengangkat isu ini ke publik untuk menjaga nama baik Yai Mim yang dikenal sebagai seorang kiai dan akademisi.

0

Posting Komentar