P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Jangan Lakukan 7 Kesalahan Ini Saat Mencuci Piring

Featured Image

Kesalahan Umum Saat Mencuci Piring yang Bisa Menimbulkan Bakteri

Mencuci piring adalah kegiatan yang wajib dilakukan untuk menjaga kebersihan dapur dan alat makan. Namun, banyak orang masih melakukan kesalahan yang justru membuat hasil cuci tidak maksimal dan berisiko menimbulkan bakteri. Berikut beberapa kebiasaan yang sebaiknya dihindari.

Menggunakan Spons Kotor

Spons yang kotor menjadi sumber utama penyebaran bakteri di dapur. Karena sering terkena air dan bersentuhan langsung dengan sisa makanan, spons bisa menjadi tempat berkembang biak mikroorganisme berbahaya. Jika tidak dibersihkan secara rutin, spons akan menyebarkan bau tidak sedap dan membuat piring tetap terkontaminasi meski sudah dicuci. Untuk mencegah hal tersebut, pastikan spons dibersihkan setiap beberapa hari, misalnya dengan merendamnya dalam air panas atau memanaskannya di microwave selama beberapa detik. Selain itu, ganti spons secara rutin setiap satu hingga dua minggu agar tetap higienis dan aman digunakan.

Menggunakan Terlalu Banyak Sabun

Banyak orang beranggapan bahwa semakin banyak sabun digunakan, semakin bersih hasil cucian. Padahal, penggunaan sabun berlebihan justru dapat meninggalkan lapisan residu pada piring. Menurut ahli kebersihan, sebagian besar sabun pencuci piring hanya membutuhkan beberapa tetes untuk memberikan hasil maksimal. Penggunaan sabun secukupnya tidak hanya membuat piring lebih bersih, tetapi juga membantu menghemat air karena proses pembilasan menjadi lebih cepat.

Mencuci Piring di Wastafel Kotor

Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah mencuci piring di wastafel yang belum dibersihkan. Wastafel yang penuh dengan sisa makanan, minyak, atau kotoran bisa menjadi sumber kontaminasi silang dan membuat piring kembali kotor setelah dibilas. Untuk menjaga kebersihan, selalu bersihkan wastafel sebelum mulai mencuci piring. Jika menggunakan mesin pencuci piring, pastikan mesin juga dibersihkan secara rutin agar tidak menimbulkan bau tak sedap atau penumpukan sisa makanan di dalamnya.

Menggunakan Sabun yang Tidak Tepat

Pemilihan sabun pencuci piring juga berperan penting dalam menjaga kebersihan alat makan. Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah menggunakan sabun yang tidak sesuai peruntukannya. Misalnya, memakai deterjen khusus mesin pencuci piring untuk mencuci manual dengan tangan. Formulasi deterjen mesin umumnya lebih kuat dan dapat merusak kulit atau permukaan peralatan makan. Oleh karena itu, gunakan sabun cair khusus untuk pencucian manual, sementara deterjen mesin hanya digunakan pada mesin pencuci piring agar hasilnya optimal dan aman.

Menyimpan Piring Sebelum Kering

Menyimpan piring yang masih basah langsung ke dalam lemari adalah kebiasaan yang sebaiknya dihindari. Kondisi lembap pada piring dapat memicu pertumbuhan jamur, menimbulkan bau tidak sedap, dan bahkan merusak permukaan lemari dapur. Agar tetap higienis, pastikan piring benar-benar kering sebelum disimpan. Gunakan rak pengering agar air menetes sempurna, atau lap dengan kain bersih untuk mempercepat proses pengeringan.

Membiarkan Piring Kotor Menumpuk di Wastafel

Tumpukan piring kotor di wastafel tidak hanya membuat dapur terlihat berantakan, tetapi juga dapat menimbulkan bau tidak sedap dan mengundang bakteri. Selain itu, sisa makanan yang mengeras bisa menyumbat saluran air dan membuat proses mencuci menjadi lebih sulit. Sebaiknya, biasakan mencuci piring segera setelah digunakan. Jika belum sempat, bilas sisa makanan terlebih dahulu agar tidak menempel dan lebih mudah dibersihkan nanti.

0

Posting Komentar