
Penelitian Harga dan Pasokan Pangan di Kota Cimahi
Dinas Perdagangan Koperasi dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi terus memantau perkembangan harga dan pasokan daging ayam serta telur ayam yang mengalami kenaikan. Hal ini terjadi seiring berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasar tradisional di Kota Cimahi bergantung pada pasokan dari daerah penghasil.
Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi, Hella Haerani, menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memastikan apakah kenaikan harga tersebut terkait langsung dengan program MBG. "Masih perlu dilakukan survei dan data pendukung sebagai pembuktiannya," ujarnya.
Berdasarkan pemantauan harga di beberapa pasar tradisional, telur ayam masih bertahan pada kisaran Rp 31.000 hingga Rp 32.000 per kilogram. Sementara itu, daging ayam broiler berada di kisaran Rp 35.000 hingga Rp 40.000 per kilogram.
Hella menjelaskan bahwa para pengelola dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia paket MBG biasanya melakukan pembelian bahan baku langsung ke pasar induk atau pihak pemasok bahan pangan. "Mungkin jika dapur umum SPPG tidak belanja langsung ke pasar tradisional, karena harga paket MBG sudah ditentukan. Mereka cenderung lebih memilih belanja ke supplier atau pasar induk," jelasnya.
Dia menilai bahwa kenaikan harga dan pasokan yang terbatas tidak bisa langsung dikaitkan dengan program MBG. "Masih harus dikaji karena rantai pasokannya bisa saja berbeda. Kami akan terus mempelajari dan memantau pergerakan harga di pasar," tambahnya.
Sebelumnya, para pedagang di pasar tradisional Kota Cimahi mengeluhkan harga bahan pangan yang tinggi. Kondisi ini semakin memburuk akibat pasokan barang yang terbatas, diduga disebabkan oleh pembelian untuk kebutuhan program MBG.
"Kami sering membeli barang dari Pasar Induk Caringin Kota Bandung. Pasokan menjadi sulit karena banyak bahan pokok yang sudah diambil duluan oleh mobil MBG. Barang sering habis atau stok tersisa sedikit, hal ini membuat harga naik dan pembeli di pasar makin sepi," keluh Santi, pedagang sayuran di Pasar Atas Baru.
Faktor cuaca juga turut memengaruhi kualitas panen, sehingga pasokan terhambat. "Cuaca dan panen yang belum stabil juga berdampak pada pasokan. Terutama pasokan dari pasar induk semakin sulit, kami harus bersaing dengan pembeli lain," ujarnya.
Tingginya harga pangan memengaruhi pendapatan pedagang. "Harga naik dua sampai tiga kali dalam seminggu, pembeli semakin sedikit. Kami serba salah, kalau tidak naik rugi, tapi kalau dinaikkan pembeli kabur," kata Santi.



Posting Komentar