P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Tangsel dan Depok Zona Merah Polusi, Ini Cara Lindungi Kesehatan Anak

Featured Image

Tingkat Polusi Udara di Jabodetabek Kembali Meningkat

Pada hari Selasa (21/10), tingkat polusi udara di wilayah Jabodetabek kembali memburuk. Wilayah Tangerang Selatan dan Kota Depok tercatat sebagai daerah dengan kualitas udara terburuk kedua dan ketiga di Indonesia. Berdasarkan data yang diambil dari IQAir, indeks kualitas udara (AQI) di kawasan Serpong, Tangerang Selatan mencapai 155. Angka ini menunjukkan bahwa kualitas udara berada dalam zona merah atau kategori tidak sehat.

Berdasarkan pengamatan tersebut, para ahli mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada. Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Ardhi Adhary Arbain, menyampaikan bahwa masyarakat di wilayah tersebut perlu membatasi aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker N95 saat harus keluar rumah. Langkah-langkah sederhana ini dinilai penting untuk melindungi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang rentan terhadap dampak buruk polusi udara.

Dampak Polusi Udara pada Anak-Anak

Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terhadap paparan polusi udara. Dokter Spesialis Anak, dr. Aisya Fikritama, SpA menjelaskan bahwa paru-paru anak masih berkembang hingga usia remaja. Paparan partikel halus dari udara kotor dapat mengganggu proses pembentukan alveolus atau kantung udara kecil di paru-paru. Hal ini dapat menyebabkan iritasi saluran napas dan gangguan pertumbuhan paru-paru secara keseluruhan.

Akibatnya, anak-anak bisa mengalami gejala seperti sesak napas, cepat lelah, atau batuk yang seringkali berulang. Dalam jangka panjang, risiko penyakit seperti asma, infeksi saluran napas, dan alergi juga meningkat. Oleh karena itu, perlindungan dini sangat penting untuk menjaga kesehatan anak di tengah kondisi lingkungan yang semakin memburuk.

Langkah-Langkah Perlindungan dari Polusi Udara

Untuk mengurangi risiko paparan polusi udara, dr. Aisya Fikritama menyarankan beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan orang tua:

  • Batasi aktivitas luar ruangan
    Anak-anak sebaiknya tetap berada di dalam rumah ketika indeks kualitas udara (AQI) sudah mencapai warna oranye hingga merah.

  • Gunakan masker yang tepat
    Jika anak harus keluar rumah, gunakan masker N95 atau KN95. Masker kain atau medis biasa tidak cukup efektif dalam menyaring partikel halus.

  • Pastikan udara di rumah tetap bersih
    Tutup pintu dan jendela saat polusi tinggi agar udara kotor tidak masuk. Gunakan air purifier di kamar anak atau ruang keluarga untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan.

  • Jaga pola hidup sehat
    Pastikan anak memperoleh cukup cairan dan makanan bergizi. Konsumsi buah dan sayur kaya antioksidan seperti jeruk, tomat, atau pepaya dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh.

  • Hindari sumber polusi di dalam rumah
    Jangan membakar sampah atau merokok di dalam rumah, karena dapat memperburuk kualitas udara di lingkungan tempat tinggal.

Menurut dr. Aisya, fokus utama adalah tidak hanya menghindari polusi, tetapi juga memperkuat daya tahan tubuh anak. Dengan langkah-langkah ini, orang tua dapat memberikan perlindungan maksimal bagi kesehatan anak di tengah kondisi lingkungan yang kurang ideal.

0

Posting Komentar