
Upaya Pemerintah Sumatra Selatan dalam Menanam Pohon
Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) terus berupaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan melalui berbagai program penanaman pohon. Dalam rangka memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) Tahun 2025, sebanyak 4.900 bibit pohon telah ditanam di berbagai lokasi yang ditentukan.
Kepala Dinas Kehutanan Sumsel, Koimudin, menjelaskan bahwa jumlah bibit yang ditanam merupakan jenis pohon multiguna (multi purpose tree species/MPTS). Hal ini dilakukan untuk memberikan manfaat yang lebih luas, baik secara ekonomi maupun lingkungan.
Selain itu, pihaknya juga telah mendistribusikan sekitar 5.900 batang bibit penghijauan kepada kelompok tani di Kabupaten OKU Selatan dan Kabupaten Lahat. Langkah ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.
Menurut Koimudin, yang paling penting adalah partisipasi dari mitra atau stakeholder yang ikut serta dalam kegiatan penanaman pohon penghijauan. Jumlah bibit yang telah ditanam oleh mereka mencapai 447.729 batang. Angka ini menunjukkan komitmen yang kuat dari berbagai pihak untuk menjaga keberlanjutan lingkungan.
Hingga November tahun ini, total pohon yang telah ditanam di wilayah Sumsel mencapai 458.579 batang. Penanaman ini tidak hanya dilakukan sebagai bentuk kewajiban rehabilitasi perusahaan, tetapi lebih pada kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan dan penghijauan wilayah.
Koimudin menambahkan bahwa kegiatan ini selaras dengan program Gubernur Sumsel yang sedang dinilai oleh tim Presiden terkait komitmen kehutanan. Salah satu program utamanya adalah penanaman 500 hektar mangrove. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah provinsi sangat serius dalam menjaga ekosistem laut dan daratan.
Diharapkan bahwa kegiatan penanaman pohon ini dapat memberikan dampak positif terhadap generasi muda. Mereka akan belajar pentingnya menjaga lingkungan dan merawat alam sekitar.
Pentingnya Penanaman Pohon bagi Lingkungan
Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Kemanusiaan, Kurniawan Abadi, menyatakan bahwa hingga tahun 2024, terdapat sekitar 5 juta hektare lahan kritis di Sumsel. Jika tidak segera dilakukan pemulihan, kondisi ini bisa semakin memburuk dan berdampak negatif terhadap ekosistem.
Menurutnya, penanaman pohon bukan hanya sekadar menambah jumlah bibit, tetapi juga memberikan manfaat lain seperti peningkatan kualitas udara, menjaga kelembapan, mengurangi suhu, dan menciptakan lingkungan yang sehat.
“Penanaman pohon merupakan langkah strategis dalam upaya memperbaiki lingkungan,” ujar Kurniawan.
Lokasi penanaman pohon di Bumi Perkemahan Gandus dipilih karena tempat ini telah menjadi pusat edukasi dan konservasi lingkungan selama beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan komitmen Pemprov Sumsel dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Kesimpulan
Keberhasilan penanaman pohon di Sumsel menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait sangat penting dalam menjaga lingkungan. Dengan adanya program seperti HMPI, diharapkan kesadaran akan pentingnya lingkungan dapat terus berkembang dan berkelanjutan.



Posting Komentar