12 fakta kematian ibu dan anak di Kuala Behe, uang dan emas hilang

Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Desa Angkanyar Masih dalam Penyelidikan
Kasus dugaan perampokan dan pembunuhan terhadap ibu dan anak di Desa Angkanyar, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, masih dalam penyelidikan kepolisian. Dua korban, Asniwati (39) dan anaknya DN (4), ditemukan tewas di tengah hutan pada Jumat (7/8/2026) dalam kondisi tangan dan kaki terikat serta terdapat luka. Polisi juga menemukan informasi bahwa uang sekitar Rp135 juta dan emas 30 gram korban hilang. Kedua jenazah telah menjalani autopsi di RSUD Landak dan dimakamkan pada Minggu (9/8/2026).
Korban Merupakan Ibu dan Anak
Korban yang meninggal adalah warga Dusun Reo Behe, Desa Angkanyar, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak. Mereka masing-masing bernama Asniwati (39) dan anaknya berinisial DN (4 tahun). Informasi mengenai identitas korban disampaikan oleh Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari melalui Kasat Reskrim Polres Landak AKP Kuswiyanto.
Ditemukan di Tengah Hutan
Kedua korban ditemukan pada Jumat (7/8/2026) malam. Awalnya, polisi menerima informasi mengenai adanya warga yang hilang. Pencarian kemudian dilakukan hingga akhirnya kedua korban ditemukan di kawasan hutan. Korban DN ditemukan terlebih dahulu dalam kondisi terikat. Selanjutnya, sekitar 20 meter dari lokasi penemuan anak, polisi menemukan Asniwati dalam kondisi serupa.
Tangan dan Kaki Korban Terikat
Saat ditemukan, kedua korban dalam kondisi tangan dan kaki terikat menggunakan tali karet. Kepala Desa Angkanyar, Anton, menyebut tali yang digunakan diduga merupakan bekas ban dalam kendaraan. "Kalau tali itu memang seperti tali karet bekas ban dalam," ungkapnya. Anton juga menyebut ikatan tersebut bahkan sampai melilit bagian leher korban. "Sampai leher diikat," ujarnya.
Ditemukan Luka dan Bekas Jeratan di Leher
Hasil pemeriksaan awal terhadap jenazah menemukan adanya luka serta bekas jeratan di bagian leher. "Sudah dilakukan visum luar tadi di ruang mayat RSUD Landak, dan ditemukan ada luka dan bekas jeratan di leher," jelas Kasat Reskrim Polres Landak AKP Kuswiyanto. Untuk mengetahui penyebab kematian dan kondisi korban secara lebih lengkap, jenazah kemudian menjalani proses autopsi.
Uang Rp135 Juta dan Emas 30 Gram Hilang
Dari informasi yang dihimpun kepolisian, korban sebelumnya membawa sejumlah uang dan emas. Adapun yang dilaporkan hilang berupa uang tunai sekitar Rp135 juta dan emas sebanyak 30 gram. Hilangnya barang berharga tersebut kemudian memunculkan dugaan bahwa kasus tersebut berkaitan dengan perampokan yang disertai pembunuhan. Namun, motif dan kronologi lengkap kejadian masih dalam penyelidikan.
Polisi Masih Mendalami Kasus
Kapolsek Kuala Behe Iptu Handoko Warih membenarkan bahwa polisi masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. "Masih kita dalami, Pak. Penanganan selanjutnya oleh Sat Reskrim Polres Landak," terangnya. Kasat Reskrim Polres Landak juga menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan secara mendalam untuk mengungkap kasus tersebut.
Jenazah Telah Dimakamkan
Setelah menjalani autopsi di RSUD Landak pada Sabtu (8/8/2026) malam, jenazah kedua korban dibawa pulang ke kampung. Keluarga membawa jenazah sekitar pukul 23.00 WIB dan tiba di kampung sekitar pukul 03.00 WIB. Kedua korban kemudian dimakamkan pada Minggu (9/8/2026). Frans, salah seorang keluarga korban, mengatakan proses pemakaman telah dilaksanakan pada hari tersebut.
Tim Polisi Masih Berada di Sekitar TKP
Penyelidikan terhadap kasus tersebut masih berlanjut meskipun kedua korban telah dimakamkan. Cahyatanus SH, yang merupakan keluarga korban, mengatakan tim dari Polres Landak masih berada di sekitar lokasi kejadian. Menurut informasi yang diterimanya, tim kepolisian akan dibagi menjadi beberapa kelompok untuk melakukan penyisiran di sejumlah wilayah desa.
Keluarga Percayakan Pengungkapan Kasus kepada Polisi
Keluarga korban menyatakan tetap mendukung proses penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian. Cahyatanus meminta keluarga besar untuk bersabar dan memberikan kesempatan kepada polisi mengungkap pelaku serta motif kejadian. "Ya intinya kami dari keluarga tetap mendukung kerja aparat untuk mengungkapkan siapa pelakunya dan apa motifnya," katanya. Keluarga juga menyatakan akan mengawal proses pengungkapan kasus tersebut.
Masyarakat Diminta Tidak Main Hakim Sendiri
Keluarga korban meminta masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor kepada pihak kepolisian. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan tindakan main hakim sendiri atau menyebarkan dugaan yang belum terkonfirmasi. Ketua DAD Kabupaten Landak Heri Saman SH MH turut meminta masyarakat tetap tenang dan menyerahkan proses pengungkapan kasus kepada aparat penegak hukum. "Masyarakat tetap tenang, jangan berspekulasi dulu. Kita serahkan kepada pihak kepolisian untuk menyelidiki dan mengungkap dugaan kasus perampokan dan pembunuhan ini," ujarnya.
DAD Landak Soroti Kasus yang Dinilai Kejam
Ketua DAD Kabupaten Landak Heri Saman menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia menyebut kasus tersebut sangat memprihatinkan, terlebih karena terjadi di lingkungan perkampungan. "Saya sangat prihatin, dan ini sangat kejam sekali. Apalagi ini terjadi di kampung, yang kita rasakan selama ini kalau di kampung itu aman-aman saja, ternyata rupanya tidak aman," ungkapnya. Heri Saman juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap kepolisian segera menemukan titik terang dalam kasus tersebut.
Pelaku Belum Terungkap
Hingga Minggu 9 Agustus 2026, belum ada informasi resmi mengenai identitas pelaku maupun motif pasti di balik kematian kedua korban. Kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan informasi di lapangan. Keluarga berharap proses penyelidikan dapat segera membuahkan hasil sehingga pelaku dapat ditangkap dan diproses sesuai hukum.
Posting Komentar