Aceh memanas, Papua menegang jelang HUT ke-81 RI, Merah Putih diuji di dua wilayah

RUBLIK DEPOK – Situasi di Aceh dan Papua menjadi sorotan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Di Banda Aceh, peringatan Hari Damai Aceh ke-21 pada Sabtu (15/8/2026) berujung kericuhan setelah muncul upaya menurunkan bendera Merah Putih dan menggantinya dengan bendera bulan bintang. Sementara di Papua, muncul larangan dari kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) agar masyarakat dan pejabat daerah tidak mengikuti upacara peringatan kemerdekaan.
Rangkaian peristiwa tersebut terjadi hanya beberapa hari sebelum Indonesia memperingati hari kemerdekaan. Kondisi itu membuat pengamanan di sejumlah wilayah diperketat, sementara pemerintah dan aparat keamanan berupaya memastikan kegiatan masyarakat menjelang 17 Agustus tetap berlangsung.
Di sisi lain, tidak seluruh wilayah Papua menghadapi situasi serupa. Di Sentani, Kabupaten Jayapura, masyarakat justru menggelar kirab dan pembentangan Merah Putih berukuran raksasa dengan melibatkan sekitar 1.200 peserta dari berbagai unsur.
Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, pada Sabtu (15/8/2026), pada awalnya berlangsung khidmat. Ribuan warga dari berbagai kabupaten dan kota menghadiri kegiatan tersebut untuk memperingati 21 tahun penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka pada 15 Agustus 2005.
Kegiatan diisi dengan zikir, doa tolak bala, serta orasi. Namun, suasana berubah setelah sekitar pukul 11.25 WIB sebagian massa yang tergabung dalam gabungan anak syuhada dan sejumlah elemen masyarakat berupaya menurunkan bendera Merah Putih dari salah satu tiang di kompleks masjid.
Posting Komentar