Daftar Saham PER Terendah dan Tertinggi LQ45 (7 Agustus 2026), INDY dan ANTM Jadi Sorotan

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Agustus 2026

Pada tanggal 7 Agustus 2026, perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan dominasi penguatan luas terhadap saham-saham anggota indeks LQ45. Investor asing kembali melakukan pembelian besar-besaran, baik dalam volume maupun nilai. Volume yang tercatat mencapai 249,5 juta saham dengan total nilai sebesar Rp1,24 triliun, setelah sebelumnya terjadi penjualan bersih.

Rasio harga berbanding laba (price earning ratio/PER) menjadi indikator penting untuk menilai seberapa tinggi harga saham dibandingkan laba bersih per sahamnya. Sementara itu, rasio harga berbanding nilai buku (price to book value/PBV) digunakan untuk membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih perusahaan per saham.

Saham Termurah yang Mengalami Penguatan

Berikut adalah daftar saham-saham yang mengalami penguatan:

  • ANTM (PT Aneka Tambang): Harga saham mencapai 3.160 dengan kenaikan sebesar 2,60%. Rasio PER sebesar 5,57 dan PBV sebesar 1,95.
  • INDF (PT Indofood Sukses Makmur): Harga saham naik 2,41% menjadi 7.450. Rasio PER sebesar 6,92 dan PBV sebesar 0,85.
  • BBNI (PT Bank Negara Indonesia): Harga saham meningkat 0,28% menjadi 3.630. Rasio PER sebesar 6,29 dan PBV sebesar 0,83.
  • BMRI (PT Bank Rakyat Indonesia): Harga saham naik 0,95% menjadi 4.240. Rasio PER sebesar 6,50 dan PBV sebesar 1,39.
  • NCKL (PT Nusantara Citra Kencana): Harga saham naik 1,07% menjadi 945. Rasio PER sebesar 5,14 dan PBV sebesar 1,36.
  • PGAS (PT Pupuk Indonesia Gas): Harga saham naik 0,33% menjadi 1.510. Rasio PER sebesar 5,94 dan PBV sebesar 0,76.
  • BBTN (PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional): Harga saham naik 0,82% menjadi 1.230. Rasio PER sebesar 3,60 dan PBV sebesar 0,46.
  • INKP (PT Indah Kiat Pulp & Paper): Harga saham naik 0,30% menjadi 8.325. Rasio PER sebesar 3,43 dan PBV sebesar 0,35.
  • JPFA (PT Japfa Comfeed Indonesia): Harga saham turun 0,45% menjadi 2.200. Rasio PER sebesar 3,55 dan PBV sebesar 1,26.
  • CPIN (PT Charoen Pokphand Indonesia): Harga saham turun 0,63% menjadi 3.140. Rasio PER sebesar 6,95 dan PBV sebesar 1,48.

Dari sepuluh saham tersebut, ANTM dan INDF menjadi pemimpin penguatan. Sementara JPFA dan CPIN mengalami penurunan.

Saham-Saham yang Melesat dan Menguat

Beberapa saham lainnya juga menunjukkan pertumbuhan signifikan:

  • INDY (PT Indika Energy): Harga saham melonjak 5,88% menjadi 2.700. Rasio PER sebesar 38,57 dan PBV sebesar 0,66.
  • BUMI (PT Bumi Resources): Harga saham naik 4,47% menjadi 187. Rasio PER sebesar 31,17 dan PBV sebesar 2,34.
  • MBMA (PT Merdeka Battery Materials): Harga saham naik 3,77% menjadi 550. Rasio PER sebesar 28,95 dan PBV sebesar 2,16.
  • AMMN (PT Amman Mineral Nusa Tenggara): Harga saham naik 1,85% menjadi 4.400. Rasio PER sebesar 29,33 dan PBV sebesar 3,42.
  • BRPT (PT Bumi Serpong Terate): Harga saham naik 2,93% menjadi 1.930. Rasio PER sebesar 26,44 dan PBV sebesar 4,16.
  • MDKA (PT Mayora Indah): Harga saham naik 3,52% menjadi 2.940. Rasio PER sebesar 18,38 dan PBV sebesar 4,97.
  • CUAN (PT Cuan Prima): Harga saham naik 2,78% menjadi 740. Rasio PER sebesar 123,33 dan PBV sebesar 13,45.
  • DEWA (PT Dewa International): Harga saham naik 0,84% menjadi 478. Rasio PER sebesar 53,11 dan PBV sebesar 2,46.
  • GOTO (PT Goto): Harga saham tidak berubah, tetap di posisi 50. Rasio PER sebesar 50,00 dan PBV sebesar 1,79.
  • UNTR (PT United Tractors): Harga saham turun 0,53% menjadi 23.675. Rasio PER sebesar 46,15 dan PBV sebesar 0,91.

INDY menjadi saham yang melesat paling tinggi dengan kenaikan sebesar 5,88%. Sementara BUMI dan MBMA juga mengalami kenaikan kuat. MBMA bahkan berbalik arah setelah sebelumnya melemah.

Sementara itu, UNTR menjadi satu-satunya saham yang melemah dalam kelompok ini, turun 0,53%. Di sisi lain, INKP tetap memegang status PBV terendah di seluruh 20 saham gabungan, yaitu sebesar 0,35 kali.

Techy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ART
Techy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ART