Fakta Tragedi Penembakan di Sekolah Thailand: Konten Kekerasan dan Simbol Nazi


Insiden penembakan brutal yang terjadi di sebuah sekolah di Thailand menewaskan delapan orang, termasuk guru dan siswa. Pelaku kejadian tersebut adalah seorang remaja berusia 14 tahun. Menurut laporan dari pihak berwenang, pada hari Jumat (7/8), pelaku terlebih dahulu menembak kakek dan neneknya sebelum melakukan aksi penembakan masal di sekolahnya yang berada di sebelah utara Bangkok. Akhirnya, pelaku mengarahkan senjata tersebut ke dirinya sendiri.

Beberapa fakta baru mulai terungkap dalam penyelidikan mengenai peristiwa ini. Berikut beberapa hal penting yang telah diketahui:

Kerap Tonton Konten Kekerasan


Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku diketahui menunjukkan ketertarikan terhadap senjata api selama satu hingga dua tahun terakhir. Wakil Kepala Kepolisian Daerah Wilayah 1 Thailand, Atthapol Anusit, menyatakan bahwa penyidik menemukan bukti bahwa pelaku mempelajari penggunaan senjata api melalui media sosial.

“Menurut keterangan saksi, pelaku sudah menunjukkan minat untuk mempelajari penggunaan senjata api sejak beberapa waktu lalu, sekitar satu hingga dua tahun,” ujar Atthapol seperti dikutip dari Reuters, Minggu (9/8).

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa sedikitnya 17 saksi untuk mencari tahu motif penyerangan tersebut. Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan sepucuk senjata api, sejumlah selongsong peluru, sebilah pisau di dalam tas pelaku, serta sebuah komputer pribadi.

Hasil pemeriksaan terhadap komputer tersebut menunjukkan bahwa pelaku kerap mengakses konten bermuatan kekerasan di media sosial. “Setelah memeriksa komputer tersebut, ditemukan bahwa anak itu pernah menonton konten media sosial yang memuat unsur kekerasan,” jelas Atthapol.

Namun, hingga saat ini belum ada bukti bahwa pelaku pernah menjalani latihan menembak secara langsung. Selain itu, dalam penyelidikan juga diketahui bahwa pada tahun lalu, seorang guru sempat menyita sebuah BB gun atau senjata angin yang dibawa pelaku ke sekolah.

Tinggal Bersama Kakek dan Nenek

Polisi menyebut bahwa remaja tersebut tinggal bersama kakek dan neneknya selama sekitar 12 tahun setelah kedua orang tuanya berpisah. Rumah tempat pelaku tinggal berada di Bang Bua Thong, sekitar 90 menit perjalanan dari pusat Bangkok.

Rumah tersebut dikelilingi pepohonan dan pagar beton serta berada di kawasan permukiman yang relatif sepi. Di halaman rumah itulah, polisi menemukan sebuah bendera berwarna merah dan putih dengan simbol Nazi.

Simbol Nazi


Simbol Nazi ditemukan di rumah pelaku. Polisi menyebut bendera Nazi tersebut berada di halaman rumah dan merupakan milik paman pelaku. Rumah tersebut menjadi salah satu lokasi yang diperiksa oleh pihak berwenang.

Polisi Kolonel Thadsakorn Konthong, Kepala Kantor Polisi Bang Bua Thong, mengatakan bahwa remaja tersebut menembak kakek-neneknya sekitar pukul 05.00 waktu setempat. “Senjata api dan pelurunya milik sang kakek,” kata Thadsakorn kepada Reuters.

Polisi menemukan tanda-tanda bahwa senjata tersebut sebelumnya dicari di kamar tidur sang kakek. Setelah menembak kakek-nenek, pelaku kemudian menaiki mobil antar-jemput sekolah sambil membawa senjata dan puluhan peluru.

Penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap lebih lanjut tentang motivasi dan latar belakang pelaku. Pihak berwenang juga sedang memeriksa apakah ada faktor lain yang turut memengaruhi tindakan brutal yang dilakukan oleh remaja tersebut.

Techy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ART
Techy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ART