Kapan Gerhana Matahari Total 12 Agustus Terjadi?

Gerhana Matahari Total akan terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026. Fenomena astronomi ini menarik perhatian karena jalur totalitasnya melintasi sejumlah wilayah di belahan Bumi utara. Namun, masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan gerhana tersebut secara langsung.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa gerhana Matahari total yang terjadi pada 12 Agustus tidak dapat diamati dari wilayah Indonesia. Jalur lintasan gerhana tidak melewati wilayah Nusantara dan seluruh fase gerhana berlangsung ketika wilayah Indonesia berada pada malam hari.
Waktu Gerhana Matahari Total 12 Agustus
Gerhana Matahari terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis sehingga Bulan menghalangi cahaya Matahari yang menuju permukaan Bumi. Pada gerhana total, piringan Matahari dapat tertutup sepenuhnya oleh Bulan jika pengamat berada di jalur bayangan inti atau umbra.
BMKG mencatat rangkaian waktu gerhana secara global. Setelah dikonversikan ke WIB, fase-fase tersebut berlangsung pada malam 12 Agustus hingga dini hari 13 Agustus.
Daftar Wilayah yang Bisa Menyaksikan Gerhana Matahari Total 12 Agustus
Gerhana Matahari Total 12 Agustus, Langit Siang Bakal Gelap Seperti Senja
Lokasi untuk Melihat Gerhana Matahari Cincin 17 Februari, Terlihat di Indonesia?
Berikut tahapan waktunya berdasarkan data BMKG:
- Gerhana sebagian dimulai pada pukul 15.34 UT atau 22.34 WIB pada 12 Agustus 2026.
- Gerhana total dimulai pada pukul 16.57 UT atau 23.57 WIB pada 12 Agustus 2026.
- Puncak gerhana terjadi pada pukul 17.45 UT atau 00.45 WIB pada 13 Agustus 2026.
- Fase gerhana total berakhir pada pukul 18.33 UT atau 01.33 WIB pada 13 Agustus 2026.
- Seluruh proses gerhana berakhir pada pukul 19.57 UT atau 02.57 WIB pada 13 Agustus 2026.
Angka tersebut tidak berarti Matahari di Indonesia mengalami gerhana dari pukul 22.34 WIB hingga 02.57 WIB. Waktu tersebut merupakan konversi dari waktu fase gerhana berskala global. Dengan kata lain, masyarakat di Indonesia tidak perlu mencari waktu tertentu pada rentang tersebut untuk melihat gerhana di langit. Indonesia berada di luar jalur lintasan gerhana dan pada saat fenomena berlangsung wilayah Indonesia juga berada dalam kondisi malam.
Di Mana Gerhana Matahari Total Dapat Disaksikan?
Wilayah pengamatan gerhana ditentukan oleh lintasan bayangan Bulan yang jatuh ke permukaan Bumi. Jalur umbra merupakan wilayah yang dapat mengalami gerhana Matahari total, sedangkan daerah yang berada dalam wilayah penumbra dapat mengalami gerhana sebagian.
BMKG menyebut warga Indonesia yang sedang berada di kawasan Eropa, Rusia bagian utara, Afrika bagian barat laut, serta Amerika Utara berkesempatan menyaksikan fenomena tersebut. Peta NASA juga menunjukkan jalur totalitas yang melintasi Greenland, Islandia, dan Spanyol. Di luar jalur totalitas, gerhana sebagian dapat diamati dari wilayah yang lebih luas.
Jalur tersebut membuat fenomena ini menjadi peristiwa astronomi yang menarik bagi masyarakat di wilayah tertentu, terutama lokasi yang berada tepat di bawah jalur totalitas.
Mengapa Gerhana Tidak Dapat Dilihat dari Indonesia?
Gerhana Matahari tidak dapat disaksikan dari seluruh permukaan Bumi karena bayangan Bulan hanya mengenai wilayah tertentu. Ketika Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, bayangannya bergerak melintasi permukaan Bumi mengikuti pergerakan benda-benda langit tersebut.
Wilayah yang terkena bayangan inti atau umbra dapat mengalami gerhana total. Sementara wilayah yang terkena bayangan luar atau penumbra hanya mengalami gerhana sebagian. Daerah yang berada di luar kedua wilayah tersebut tidak mengalami gerhana.
Pada 12 Agustus 2026, jalur bayangan tersebut tidak melewati Indonesia. Selain itu, fase gerhana berlangsung ketika wilayah Indonesia berada pada malam hari. Dua kondisi tersebut membuat fenomena tidak dapat diamati dari Indonesia.
Bagaimana Cara Menyaksikan Gerhana dari Indonesia?
Masyarakat Indonesia yang ingin mengikuti fenomena tersebut tetap dapat menyaksikannya melalui siaran langsung dari wilayah yang berada di jalur gerhana. BMKG menyarankan masyarakat Indonesia mengikuti siaran melalui kanal resmi NASA:
https://www.nasa.gov/live
Gerhana Matahari Total merupakan fenomena yang dapat diprediksi melalui perhitungan astronomi. Peristiwa ini terjadi ketika posisi Matahari, Bulan, dan Bumi berada pada konfigurasi tertentu sehingga bayangan Bulan dapat mencapai permukaan Bumi. Dengan demikian, pertanyaan mengenai jam berapa gerhana dapat disaksikan dari Indonesia perlu dijawab dengan membedakan waktu kejadian secara global dan waktu pengamatan lokal. Secara global, rangkaian gerhana dimulai sekitar pukul 22.34 WIB pada 12 Agustus dan mencapai puncak sekitar pukul 00.45 WIB pada 13 Agustus 2026. Namun, tidak ada waktu pengamatan langsung dari Indonesia karena jalur gerhana tidak melewati wilayah Nusantara dan fenomenanya berlangsung saat Indonesia berada pada malam hari.
Posting Komentar