Marshanda beberkan penyebab anak rusak secara psikologis, bukan karena orang tua bercerai

Marshanda beberkan penyebab anak rusak secara psikologis, bukan karena orang tua bercerai

Kehidupan Anak Pasca Perceraian Orang Tua

Menurut Marshanda, hal yang paling merusak mental anak bukanlah perceraian itu sendiri, melainkan ketika melihat kedua orang tuanya saling menjatuhkan atau bermusuhan. Ia menekankan bahwa keberadaan ayah dan ibu tetap penting dalam tumbuh kembang anak, meskipun mereka tidak lagi bersama.

Setelah bercerai dari Ben Kasyafani pada 2014, Marshanda dan Ben sepakat menerapkan pola pengasuhan bersama (co-parenting) demi memastikan Sienna tetap mendapat kasih sayang utuh. Hal ini menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan emosional putrinya.

Marshanda bersyukur hubungan Sienna dan Ben terjalin sangat baik, sehingga sang putri tumbuh merasa aman tanpa mengalami hambatan emosional seperti daddy issues. Menurutnya, kehadiran ayah tetap berpengaruh besar dalam perkembangan anak, bahkan setelah orang tua bercerai.

Pengalaman Pribadi yang Membentuk Pandangan

Aktris Marshanda kembali berbicara mengenai kondisi psikologis anak yang dapat terdampak oleh konflik dalam keluarga. Menurut pemeran sinetron Bidadari tersebut, perceraian orang tua bukanlah satu-satunya faktor yang dapat menyebabkan seorang anak mengalami luka batin.

Marshanda yang pernah menjalani kehidupan sebagai anak dari orang tua yang berpisah sekaligus menjadi ibu tunggal, memiliki pandangan berdasarkan pengalaman pribadinya. Ia menilai, perpisahan orang tua tidak selalu meninggalkan dampak buruk bagi anak. Justru, kondisi yang lebih berpotensi melukai psikologis anak adalah ketika kedua orang tua terus menunjukkan permusuhan dengan saling menyalahkan atau merendahkan satu sama lain.

Sikap orang tua yang saling menjatuhkan tersebut, menurut Marshanda, dapat membuat anak berada dalam situasi emosional yang berat hingga memengaruhi kondisi psikologisnya.

"Yang bikin anak itu hancur dan sakit hati bukan karena orang tuanya berpisah," ujar Marshanda, dikutip dari YouTube Nikita Willy Official, Senin (10/8/2026). "Kalau dari pengalaman aku sebagai anak dan sebagai ibu, yang bikin seorang anak sakit hati dan hancur tuh kalau ngelihat orang tuanya saling menjatuhkan satu sama lain."

"Dan anaknya menyaksikan atau mendengar," lanjutnya.

Peran Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak

Putri tunggal Marshanda, Sienna, kini disebut telah mampu memahami keputusan kedua orang tuanya untuk berpisah. Sienna merupakan anak dari pernikahan Marshanda dengan aktor Ben Kasyafani. Marshanda dan Ben Kasyafani mengakhiri rumah tangga mereka pada 25 November 2014, setelah tiga tahun menjalani kehidupan sebagai pasangan suami istri.

Saat perceraian terjadi, Sienna masih berusia kecil sehingga ia harus perlahan memahami kondisi keluarganya yang berubah. Meski demikian, Marshanda memastikan putrinya tetap memperoleh kasih sayang dan perhatian dari kedua orang tuanya.

Hal tersebut dapat terwujud karena Marshanda dan Ben sepakat menerapkan pola asuh bersama atau co-parenting setelah resmi berpisah. Marshanda, yang akrab disapa Caca, juga mengaku bersyukur Sienna dapat tumbuh dengan hubungan yang baik bersama ayahnya.

Ia menilai putrinya tidak menunjukkan tanda-tanda mengalami daddy issues, yakni persoalan emosional atau keterikatan yang dapat muncul akibat hubungan yang kurang sehat atau tidak harmonis dengan sosok ayah sejak masa kanak-kanak.

"Aku sangat bersyukur Ben telah menjadi ayah yang penuh kasih untuk Sienna seiring dia tumbuh semakin dewasa," ujar Marshanda dalam postingan Instagram, Rabu (1/7/2026). Baginya, kehadiran ayah tetaplah penting dalam proses tumbuh kembang anak.

"Yang terpenting adalah Sienna buat gue, jangan sampai tumbuh dewasa dengan daddy issue seperti gue dulu," katanya. "Sienna merasa aman dengan dirinya sendiri karena ibu dan ayahnya mencintainya tanpa batas," ujarnya.

Tantangan dalam Co-Parenting

Meski disadari Marshanda, menjalani co-parenting atau pengasuhan bersama Ben pasca cerai tidaklah mudah. "Kita bukan co-parenting yang sempurna, tidak ada yang seperti itu," ucapnya.


Techy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ART
Techy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ARTTechy Pranav PKD ART