Pemantauan TPA Bakunci Tanahlaut: Pendamping Menteri LH Tanam Pohon dan Beri Bantuan Pangan

Kunjungan Pemerintah Pusat ke TPA Bakunci, Pelaihari
Pada akhir pekan lalu, TPA Bakunci di Kelurahan Karangtaruna, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan, menjadi perhatian khusus dari pihak pemerintah pusat. Tamu yang datang kali ini adalah Pendamping Menteri Lingkungan Hidup, Aila Jumhur Hidayat. Kunjungan tersebut menunjukkan bahwa masalah pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab daerah, tetapi juga mendapat perhatian serius dari pemerintahan pusat.
Kehadiran Aila Jumhur Hidayat tidak hanya sekadar melihat kondisi TPA dari jauh. Ia turun langsung mengunjungi area pengelolaan sampah dan berinteraksi dengan para petugas yang setiap hari bekerja di tengah kondisi yang tidak mudah. Keberadaannya disambut antusias oleh seluruh petugas TPA, yang merasa diapresiasi atas dedikasi mereka dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Kunjungan tersebut juga didampingi oleh beberapa pejabat penting seperti Bupati Tanahlaut H Rahmat Trianto, Ketua TP PKK Tanah Laut Hj Dian Rahmat, serta Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Tanah Laut, Gusti Dwi Erzandi Kasuma. Mereka semua hadir untuk menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sampah.
Selain itu, Aila Jumhur Hidayat memberikan bantuan bahan pangan kepada para petugas TPA sebagai bentuk dukungan terhadap mereka yang bekerja di balik layar. Ia juga melakukan penanaman pohon di kawasan TPA Bakunci, yang menjadi simbol kecil dari upaya pemulihan lingkungan.
Masalah Pengelolaan Sampah yang Lebih Besar
Dari lokasi pengelolaan sampah tersebut, perhatian kemudian bergeser pada satu persoalan yang lebih besar: bagaimana sampah dapat dikelola secara efektif dan ramah lingkungan. Bukan hanya sekadar dipindahkan atau ditimbun, tetapi harus diolah melalui sistem yang lebih baik.
Bupati Tanahlaut H Rahmat Trianto menegaskan bahwa Pemkab Tala berkomitmen untuk terus mendorong pembenahan pengelolaan persampahan. Kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk memperlihatkan kondisi nyata TPA Bakunci kepada pihak pemerintah pusat. Harapan besar diarahkan agar komunikasi di lapangan dapat diterjemahkan menjadi dukungan terhadap peningkatan fasilitas dan sistem pengelolaan sampah.
Tanggapan Masyarakat
Bagi kalangan masyarakat di daerah ini, perhatian langsung terhadap petugas TPA dinilai memiliki makna tersendiri. Hendra, warga Pelaihari, mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, petugas TPA merupakan kelompok pekerja yang jarang terlihat, tetapi memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan daerah.
“Yang menarik bukan hanya pejabat datang melihat TPA, tetapi mau berinteraksi dengan petugas. Mudah-mudahan ini menjadi awal perhatian yang lebih besar terhadap mereka dan fasilitas TPA,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Maya, warga Karangtaruna. Ia berharap kunjungan tersebut menghasilkan tindak lanjut yang dapat dirasakan masyarakat. “Harapannya bukan berhenti setelah kunjungan. TPA bisa semakin bagus, pengelolaannya semakin tertata, dan lingkungan di sekitarnya juga semakin terjaga,” katanya.
Momentum Kolaborasi Pusat dan Daerah
Momentum kunjungan tersebut pun diharapkan menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara pusat dan daerah. Sebab, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan hanya dengan mengangkut limbah dari permukiman. Dibutuhkan sistem, fasilitas, sumber daya manusia, serta keberlanjutan program agar TPA tidak sekadar menjadi tempat pembuangan akhir, tetapi bagian dari ekosistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Penanaman pohon yang dilakukan di kawasan TPA Bakunci menjadi simbol kecil dari arah tersebut: sampah harus dikelola, lingkungan harus dipulihkan, dan mereka yang bekerja di garis depan persoalan persampahan juga perlu mendapat perhatian.
Posting Komentar