Dari Ruang Kelas hingga Bus Sekolah, Dukungan Pendidikan untuk Siswa SMPN 20 Talao

SOLOK SELATAN, BROKERJA.COM–Setiap pagi, bus sekolah mengantar siswa SMPN 20 Talao menuju sekolah di Solok Selatan, Sumatera Barat. Perjalanan dari wilayah operasional PT Kencana Sawit Indonesia (KSI, Wilmar Group) menuju sekolah membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
Bagi sebagian siswa, perjalanan tersebut menjadi bagian dari rutinitas sebelum memulai kegiatan belajar di sekolah. Saat tiba, mereka kemudian menjalani aktivitas di ruang kelas yang telah direhabilitasi.
SMPN 20 Talao saat ini memiliki 197 siswa. Sekitar 80 persen di antaranya merupakan anak pekerja PT KSI yang tinggal di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Dukungan terhadap sekolah diberikan melalui dua kebutuhan yang bersentuhan langsung dengan keseharian siswa, yakni akses transportasi dan perbaikan fasilitas.
Rehabilitasi sekolah dimulai pada Desember 2024 dan mencakup tujuh ruang kelas, satu ruang guru, serta penataan taman sekolah.
Setelah rehabilitasi, pemeliharaan dilakukan secara berkala agar fasilitas yang telah diperbaiki tetap dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Membenahi fasilitas sekolah
Sebelum direhabilitasi, sejumlah fasilitas di SMPN 20 Talao membutuhkan perbaikan. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam dukungan yang diberikan perusahaan.
General Estate Manager PT KSI Hari Purnama mengatakan, pendidikan menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian dalam lingkungan operasional perusahaan. Dukungan terhadap sekolah, kata dia, disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.
“Pendidikan itu sangat penting. Kita melihat sekolah ini juga menjadi bagian dari pendidikan anak-anak yang ada di sekitar wilayah operasional kita,” ujar Hari kepada tim BROKERJA.COM.
Menurut dia, keberadaan sekolah tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar siswa, tetapi juga menjadi bagian dari akses pendidikan bagi anak-anak yang tinggal dan tumbuh di sekitar wilayah operasional.
Atas dasar itu, rehabilitasi dilakukan pada sejumlah fasilitas utama sekolah. Sebanyak tujuh ruang kelas, satu ruang guru, dan taman sekolah menjadi bagian dari fasilitas yang dibenahi.
Perbaikan tersebut menyentuh ruang yang digunakan siswa dan guru setiap hari. Ruang kelas menjadi tempat berlangsungnya kegiatan pembelajaran, sementara ruang guru digunakan untuk mendukung aktivitas para pengajar.
“Dengan adanya perbaikan ini, tentu kita berharap proses belajar mengajar bisa berjalan dengan lebih baik, baik untuk siswa maupun guru,” kata Hari.
Kepala SMPN 20 Talao Mazwir mengapresiasi bantuan yang diberikan kepada sekolah. Ia mengatakan, kondisi fasilitas yang lebih baik membantu kegiatan belajar dan mengajar sehingga siswa dapat belajar dengan lebih tenang.
“Kami mengapresiasi bantuan perusahaan kepada sekolah,” ujar Mazwir.
Ia berharap, perhatian terhadap kondisi fasilitas sekolah dapat terus dilanjutkan sesuai kebutuhan. Menurutnya, fasilitas yang terawat membantu sekolah menjalankan kegiatan pendidikan sehari-hari.
Rehabilitasi diikuti pemeliharaan
Perbaikan bangunan menjadi langkah awal. Setelah rehabilitasi selesai, fasilitas tersebut tetap membutuhkan perawatan agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
Bagi Hari, perbaikan fasilitas tidak berhenti setelah proses rehabilitasi selesai. Pemeliharaan diperlukan agar fasilitas yang telah diperbaiki dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Setelah direhabilitasi, tentu harus ada pemeliharaan. Jangan sampai sudah diperbaiki kemudian tidak dirawat, sehingga manfaatnya tidak bisa bertahan lama,” kata Hari.
Karena itu, pemeliharaan dilakukan secara berkala sebagai bagian dari dukungan terhadap fasilitas sekolah.
Perawatan tersebut mencakup fasilitas yang telah diperbaiki maupun bagian lain yang menunjang kegiatan sekolah. Dengan begitu, ruang kelas, ruang guru, dan fasilitas lainnya dapat terus digunakan sesuai fungsinya.
Bagi sekolah, keberlanjutan pemanfaatan fasilitas menjadi bagian penting setelah proses rehabilitasi. Perbaikan bangunan tidak hanya membuat fasilitas lebih layak digunakan, tetapi juga perlu diikuti dengan perawatan.
Hari mengatakan, dukungan terhadap SMPN 20 Talao juga memiliki kaitan dengan dukungan pendidikan yang diberikan pada jenjang lainnya.
SD YPTSS, misalnya, menjadi fasilitas pendidikan bagi anak-anak pekerja perusahaan di tingkat sekolah dasar. Dukungan di sekolah tersebut mencakup sejumlah fasilitas pembelajaran, bus sekolah, hingga beasiswa.
Sementara di SMPN 20 Talao, bentuk dukungan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, terutama melalui rehabilitasi dan pemeliharaan fasilitas.
“SD dan SMP ini memang berbeda jenjang, tetapi perhatian kita terhadap pendidikan tetap sama, baik untuk pekerja, keluarga pekerja maupun masyarakat di sekitar,” ujar Hari.
Bus sekolah dukung akses siswa
Selain ruang belajar yang diperbaiki, perjalanan menuju sekolah juga menjadi bagian yang diperhatikan. Siswa SMPN 20 Talao mendapat dukungan berupa bus sekolah yang digunakan untuk mengantar dan menjemput mereka setiap hari.
Jarak sekolah yang membutuhkan waktu sekitar 30 menit dari wilayah operasional membuat transportasi menjadi bagian dari keseharian siswa. Bus tersebut membantu menyediakan akses perjalanan yang lebih teratur bagi siswa yang bersekolah di SMPN 20 Talao.
Sekitar 80 persen siswa sekolah tersebut merupakan anak pekerja PT KSI. Dengan adanya bus, siswa memiliki sarana transportasi untuk pergi dan pulang sekolah, sementara orang tua dapat menjalankan aktivitas pekerjaan mereka.
Hari mengatakan, keberadaan bus diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi siswa sekaligus membantu orangtua yang tetap harus menjalankan pekerjaan.
“Dengan adanya bus sekolah ini, anak-anak lebih nyaman dan aman dalam perjalanan. Orangtua juga bisa bekerja dengan lebih tenang karena transportasi anak-anak sudah tersedia,” ujarnya.
Bus sekolah tersebut melengkapi dukungan terhadap fasilitas belajar yang telah diberikan. Jika rehabilitasi berkaitan dengan tempat siswa belajar, bus berkaitan dengan akses mereka untuk sampai ke sekolah.
Bagi siswa, fasilitas sekolah menjadi ruang untuk mengikuti kegiatan belajar, sedangkan bus membantu perjalanan mereka menuju dan dari sekolah setiap hari.
Hari mengatakan, bentuk dukungan dapat berbeda sesuai dengan kebutuhan masing-masing jenjang dan sekolah. Karena itu, dukungan pendidikan tidak selalu diberikan dalam bentuk yang sama.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa terus memberikan perhatian terhadap pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang kita miliki,” katanya.
Bagi siswa SMPN 20 Talao, sekolah dan perjalanan menuju sekolah merupakan dua bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan sehari-hari. Ruang belajar yang diperbaiki memberi tempat untuk mengikuti pelajaran, sementara bus membantu mereka menempuh perjalanan dari kawasan tempat tinggal menuju sekolah.
Dengan 197 siswa dan mayoritas di antaranya merupakan anak pekerja PT KSI, dukungan tersebut menjadi bagian dari keseharian pendidikan di sekitar wilayah operasional perusahaan. Rehabilitasi fasilitas dan pemeliharaan menjaga ruang belajar tetap digunakan, sedangkan bus sekolah membantu akses siswa untuk sampai ke sekolah setiap hari.
“Kami meyakini bahwa dukungan terhadap pendidikan merupakan proses yang berkelanjutan,” ujar Hari.
Posting Komentar