IHSG Diprediksi Naik, BUMI, TLKM, ANTM, EXCL Jadi Rekomendasi Awal Pekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan mengalami kenaikan pada perdagangan saham di awal pekan ini. Menurut analis dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, secara teknikal IHSG pada rentang mingguan menguat sebesar 2,78% dengan disertai peningkatan volume pembelian.
Herditya menyebutkan bahwa posisi IHSG saat ini berada di bagian awal wave v dari wave (c) dari wave [iv], sehingga masih ada peluang bagi indeks untuk terus melanjutkan kenaikannya. Ia memprediksi IHSG berpotensi menguji level 6.440–6.544. Namun, ia juga menyoroti adanya potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6.371–6.390.
MNC Sekuritas menargetkan area support IHSG berada di kisaran 6.319–6.201, sementara level resistance diperkirakan berada pada rentang 6.454–6.599.
Indeks Harga Saham Gabungan Naik ke 6.409
Pada hari Senin (10/8), IHSG berhasil naik ke level 6.409. Hal ini didorong oleh beberapa saham jumbo yang mengalami crossing, seperti MGLV, BNBR, BMRI, dan SMMA.
Support merupakan area harga saham tertentu yang diyakini sebagai titik terendah pada satu waktu. Ketika IHSG menyentuh level ini, biasanya harga akan kembali naik karena daya beli saham meningkat. Sedangkan resistance adalah tingkat harga saham tertentu yang dinilai sebagai titik tertinggi. Setelah saham menyentuh level ini, biasanya terjadi aksi jual cukup besar hingga laju kenaikan harga terhambat.
Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas
MNC Sekuritas merekomendasikan strategi buy on weakness untuk sejumlah saham. Contohnya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) direkomendasikan untuk akumulasi beli di rentang Rp 175–Rp 184 dengan target harga di Rp 194–Rp 210, serta stoploss di bawah Rp 166.
Selain itu, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) direkomendasikan buy on weakness pada area Rp 1.785–Rp 1.810 dengan target harga di Rp 1.855–Rp 1.965, dan stoploss di bawah Rp 1.755.
Sentimen IHSG
Phintraco Sekuritas mencatat bahwa indeks di bursa Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (7/8) dan secara mingguan. Sentimen positif datang dari data tenaga kerja AS yang di bawah perkiraan.
Data nonfarm payrolls menunjukkan pengurangan 23 ribu lapangan kerja di Juli 2026, setelah revisi ke bawah atas penambahan 20 ribu lapangan kerja di Juni 2026. Data ketenagakerjaan untuk Mei juga direvisi turun.
Data tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa the Fed tidak perlu menaikkan suku bunga dalam waktu dekat dan dapat mempertahankan kebijakan moneternya tetap untuk saat ini.
Dari sisi domestik, Phintraco juga menyoroti rilis indeks Keyakinan Konsumen pada 10 Agustus, penjualan ritel dan penjualan sepeda motor pada 11 Agustus, serta penjualan mobil pada 14 Agustus.
Selain itu, Phintraco menyebutkan bahwa rebalancing MSCI dijadwalkan pada 12 Agustus 2026 dengan perubahan berlaku efektif 31 Agustus 2026. Meski begitu, MSCI masih mempertahankan pembekuan penambahan saham baru Indonesia.
Prediksi IHSG
IHSG mendekati level MA20 weekly di sekitar 6.488. Jika IHSG mampu menembus level ini, maka diperkirakan indeks berpotensi menguji level 6.500 pada pekan ini.
“Turunnya peluang kenaikan suku bunga the Fed, penguatan harga emas, dan koreksi harga minyak akan menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG,” tulis Phintraco.
Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham, antara lain PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Posting Komentar