Langit Halmahera dan Morotai mulai diguyur hujan hasil modifikasi cuaca BNPB

Ringkasan Berita:1. Operasi Modifikasi Cuaca yang dikerahkan BNPB di Maluku Utara mulai menyasar area-area yang memiliki potensi pertumbuhan awan hujan2. Berdasarkan pemantauan di lapangan, hujan mulai terdeteksi di sejumlah wilayah di Halmahera dan Pulau Morotai, meski intensitasnya masih tergolong ringan3. Kepala Pelaksana BPBD Maluku Utara Fehby Alting menyampaikan, pemantauan intensif terus dilakukan di wilayah target OMC yakni Halmahera Utara, Halmahera Barat dan Pulau Morotai
BROKERJA.COM, SOFIFI - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dikerahkan BNPB di Maluku Utara mulai menyasar area-area yang memiliki potensi pertumbuhan awan hujan.
Berdasarkan pemantauan di lapangan, hujan mulai terdeteksi di sejumlah wilayah di Halmahera dan Pulau Morotai, meski intensitasnya masih tergolong ringan.
Kepala Pelaksana BPBD Maluku Utara Fehby Alting menyampaikan, pemantauan intensif terus dilakukan di wilayah target OMC yakni Halmahera Utara, Halmahera Barat dan Pulau Morotai.
Di Pulau Morotai, berdasarkan laporan Kepala Pelaksana BPBD setempat, hujan terpantau mengguyur Kecamatan Morotai Selatan Barat, termasuk Desa Cio Dalam, Cio Gerong, Cio Maloleo dan sekitarnya.
Data lapangan tersebut menjadi rujukan utama dalam mendukung pelaksanaan OMC.
Fehby sebelumnya telah menginstruksikan seluruh BPBD kabupaten/kota untuk aktif menginformasikan kondisi tutupan awan dan potensi hujan di wilayah masing-masing.
"Mulai dari pagi, siang hingga sore dapat didokumentasikan di wilayah masing-masing."
"Jika terdapat potensi awan hitam atau bibit hujan, harap segera diinformasikan agar proses modifikasi dapat dilakukan lebih cepat, "ujarnya.
Ia juga menekankan, pemantauan cuaca secara riil merupakan kunci keberhasilan OMC.
Sebab modifikasi cuaca tidak hanya sebatas menerbangkan pesawat dan menabur bahan semai, melainkan harus menemukan kelompok awan yang memenuhi syarat meteorologis untuk disemai.
Sementara itu, berdasarkan citra radar BMKG pada Jumat, 5 September 2026 pukul 19.25 WIT, akumulasi curah hujan selama 6 jam di Maluku Utara secara umum masih berada pada kategori ringan.
Sebagian besar wilayah daratan Maluku Utara didominasi indikator warna biru tua hingga biru muda pada citra radar BMKG, yang menandakan curah hujan berkisar antara 0,1 hingga 5 milimeter.
BMKG mendeteksi titik hujan berada di beberapa Halmahera Utara, Halmahera Barat, Pulau Morotai serta sebagian Halmahera Timur.
Kondisi ini sejalan dengan dinamika cuaca awal September yang didominasi suhu udara tinggi dan kondisi relatif kering, meski peluang hujan lokal tetap ada.
Adapun Operasi Modifikasi Cuaca BNPB di Maluku Utara resmi beroperasi mulai Sabtu, 5 September 2026.
Misi ini mengandalkan pesawat Cessna Caravan 208 EX dengan nomor registrasi PK-SNL milik PT Smart Cakrawala Aviation.
Dalam penerbangannya, pesawat membawa dua flight scientist yaitu Fadli dan Riani, serta dua petugas penyemai, Wahyu dan Aljan.
Area penyemaian (blocking area) mencakup radial 0–060 dan 30–120 nautical mile dari Ternate.
Sasaran utamanya difokuskan di Halmahera Barat, Halmahera Utara dan Pulau Morotai.
Pesawat mengudara pada ketinggian 8.000 hingga 12.000 kaki membawa 1.000 kilogram natrium klorida (NaCl) sebagai bahan semai utama.
Melalui operasi ini, tim OMC akan terus memetakan pergerakan awan potensial.
Keberhasilan modifikasi cuaca sangat bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan konvektif.
Oleh karena itu, kesiapan armada dan bahan semai tetap memerlukan dukungan faktor alam agar mampu menghasilkan presipitasi atau hujan secara optimal. (*)
Posting Komentar