Renungan harian Katolik Kamis 24 September 2026, selalu terarah kepada-Mu

Ringkasan Berita:
- Tema renungan harian katolik "selalu terarah kepada-Mu".
- Renungan harian katolik disiapkan untuk hari biasa pekan XXV tahun A.
- Renungan harian katolik ada dibagian akhir artikel ini.Hari biasa pekan XXV dengan warna liturgi hijau.
- Bacaan hari Kamis: Pkh 1:2-11; Mzm 90:3-4.5-6.12-13.14.17; Luk 9:7-9 dan BcO Tob 6:1-17.
BROKERJA.COM, MAUMERE -Mari simak renungan harian Katolik Kamis 24 September 2026.
Tema renungan harian katolik "selalu terarah kepada-Mu".
Renungan harian katolik disiapkan untuk hari biasa pekan XXV tahun A.
Renungan harian katolik ada dibagian akhir artikel ini.Hari biasa pekan XXV dengan warna liturgi hijau.
Bacaan hari Kamis: Pkh 1:2-11; Mzm 90:3-4.5-6.12-13.14.17; Luk 9:7-9 dan BcO Tob 6:1-17.
Bacaan Pertama: Pkh 1:2-11;
Kesia-siaan belaka, kata Pengkhotbah, kesia-siaan belaka, segala sesuatu adalah sia-sia. Apakah gunanya manusia berusaha dengan jerih payah di bawah matahari? Keturunan yang satu pergi dan keturunan yang lain datang, tetapi bumi tetap ada. Matahari terbit, matahari terbenam, lalu terburu-buru menuju tempat ia terbit kembali. Angin bertiup ke selatan, lalu berputar ke utara, terus-menerus ia berputar, dan dalam putarannya angin itu kembali. Semua sungai mengalir ke laut, tetapi laut tidak juga menjadi penuh; ke mana sungai mengalir, ke situ sungai mengalir selalu. Segala sesuatu menjemukan, sehingga tak terkatakan oleh manusia; mata tidak kenyang melihat, telinga tidak puas mendengar. Apa yang pernah ada akan ada lagi, dan apa yang pernah dibuat akan dibuat lagi; tak ada sesuatu yang baru di bawah matahari. Adakah sesuatu yang dapat dikatakan: "Lihatlah, ini baru!"? Tetapi itu sudah ada dulu, lama sebelum kita ada. Kenang-kenangan dari masa lampau tidak ada, dan dari masa depan yang masih akan datangpun tidak akan ada kenang-kenangan pada mereka yang hidup sesudahnya.
Mazmur Tanggapan: Mzm 90:3-4.5-6.12-13.14.17;
Engkau mengembalikan manusia kepada debu, dan berkata: "Kembalilah, hai anak-anak manusia!"
Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam.
Engkau menghanyutkan manusia; mereka seperti mimpi, seperti rumput yang bertumbuh, di waktu pagi berkembang dan bertumbuh, di waktu petang lisut dan layu.
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
Kembalilah, ya TUHAN?berapa lama lagi? ?dan sayangilah hamba-hamba-Mu!
Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.
Kiranya kemurahan Tuhan, Allah kami, atas kami, dan teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan kami, teguhkanlah itu.
Bait Pengantar Injil:
P: Alleluia
U: Alleluia
Bacaan Injil katolik: Luk 9:7-9
P: Inilah Injil Yesus karangan Lukas
U: Dimuliakanlah Tuhan
P: Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan iapun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan, bahwa Yohanes telah bangkit dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan, bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata: "Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa gerangan Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?" Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus.
P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus
Renungan Harian Katolik
"Selalu Terarah kepada-Mu"
Bacaan Pertama hari ini menyampaikan kepada kita tentang kefanaan. Kita ada di dunia ini adalah sia-sia apabila kita melekat pada hal-hal yang bersifat dunia. Sebab hal-hal duniawi itu memiliki batas waktu, tidak abadi, rapuh, dan fana. Maka, Kitab Pengkhotbah mengajak kita untuk mengutamakan hal-hal yang bertahan, yang tidak musnah, yang dapat mengantar kita kepada keabadian, yaitu persatuan kekal dengan Allah di dalam kerajaan-Nya.
Sementara Injil Lukas mengisahkan kecemasan Raja Herodes. Dia cemas karena Yesus, dengan kuasa keilahian-Nya, melakukan mukjizat-mukjizat dan dikagumi banyak orang. Menurut Herodes, semua yang terjadi pada diri Yesus ini dapat mengakibatkan ia kehilangan kekuasaan. Sebab banyak orang telah terpikat pada Yesus. Kekuasaan politik yang dicemaskan oleh Herodes merupakan hal yang bersifat sementara, tidak abadi, fana. Yesus hadir di dunia ini bukan untuk merebut kekuasaan politik. Yesus sebagai Putra Allah hadir untuk menunjukkan kepada kita bahwa hanya Allahlah yang berkuasa atas kehidupan ini dan hanya kepada Dialah kita semua terarah. Sanggupkah kita untuk selalu terarah kepada Allah?
Ya Tuhan, kuatkan kami yang fana ini untuk selalu terarah kepada-Mu sehingga kami tidak binasa. Amin. (Sumber iman katolik.or.id/ katolik.com/adiutami.com/kgg).
Berita BROKERJA.COMLainnya di Google News
Posting Komentar