Sejumlah catatan Van Gastel usai PSIM Yogyakarta ditahan imbang Persita Tangerang 1-1
Ringkasan Berita:
- PSIM Yogyakarta ditahan imbang tim tamu Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Sabtu (5/9/2026) sore dengan skor 1-1.
- Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, memberikan sejumlah catatan terkait performa skuatnya di laga perdana Super League 2026/2027.
- Evaluasi akan dilakukan untuk memperbaiki performa sebelum laga kedua kontra Persebaya Surabaya.
BROKERJA.COM, YOGYA -PSIM Yogyakarta harus puas berbagi poin dengan Persita Tangerang saat keduanya berlaga di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Sabtu (5/9/2026) sore.
Duel di laga pekan pertama Super League 2026/2027 tersebut berakhir dengan skor sama kuat 1-1.
Persita Tangerang unggul terlebih dahulu melalui gol Luquinhas.
Sementara PSIM Yogyakarta selamat dari kekalahan di laga kandang perdana mereka usai Adrian Purzycki mencetak gol penyama kedudukan.
Laskar Mataram pun gagal meraih poin penuh di kandang sendiri, sekaligus bertepatan dengan momen Hari Jadi klub yang ke-97.
Hasil inipun sekaligus memperpanjang catatan PSIM Yogyakarta yang belum pernah mengalahkan Persita Tangerang dalam tiga pertemuan terakhir.
Catatan Van Gastel
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul Van Gastel memberikan catatan terkait performa skuat Laskar Mataram di laga kandang perdananya musim ini.
Menurut Van Gastel, laga pertama memang selalu berjalan sulit.
Pelatih asal Belanda itupun mengakui timnya tampil di bawah standar pada babak pertama akibat ketegangan.
Ia menilai masuknya tiga pemain pengganti menjadi titik balik krusial yang mengembalikan karakter permainan tim.
"Kami memulai pertandingan dengan sangat gugup. Akurasi umpan kami, saya rasa, sangat rendah. Banyak umpan yang buruk. Itulah mengapa kami sangat kesulitan dalam penguasaan bola. Saya pikir itu adalah salah satu kekuatan kami, tetapi hari ini hal tersebut justru menjadi kelemahan," ujar Van Gastel seusai pertandingan.
Selain itu, Van Gastel juga menyebut faktor lain yang membuat PSIM Yogyakarta tak bisa tampil optimal di laga tersebut.
Menurutnya, gol Persita Tangerang yang membuat tim tamu unggul terlebih dahulu kian mempersulit permainan Laskar Mataram.
"Lalu setelah turun minum, terjadi gol yang mudah bagi Persita. Kemudian kami sedikit kesulitan untuk kembali masuk ke dalam permainan. Namun, tepat sebelum saya mengganti tiga pemain, kami mulai bermain seperti yang seharusnya. Saya pikir perbedaan terbesarnya ada pada tiga pemain pengganti tersebut. Mereka membawa banyak energi, karakter, dan semangat. Para pemain lain pun seolah ikut terangkat oleh mereka. Secara keseluruhan saya pikir kami tidak pantas kalah, dan jika Anda melihat pertandingannya, saya rasa ini adalah skor yang adil," paparnya.
Hasil imbang ini juga dilihat Van Gastel sebagai sebuah kemajuan, mengingat rekor pertemuan yang kurang menguntungkan pada musim lalu.
Ia juga memuji penampilan sejumlah pemain, meski timnya tampil tanpa kekuatan penuh.
"Saya tahu musim lalu kami kalah dua kali dari Persita. Saya pikir itu juga merupakan motivasi besar untuk melakukan yang lebih baik musim ini. Hari ini kami menunjukkan bahwa kami bisa bermain sepak bola dengan baik, kami bisa bersaing dengan mereka. Mengenai para pemain, Mauro dan Marvin belum terdaftar, itulah sebabnya mereka tidak ada di dalam skuad. Tapi saya pikir para pemain yang tampil hari ini melakukan tugasnya dengan baik. Saya juga memiliki Nermin, dan ia bermain sangat baik," tambahnya.
Terkait persiapan laga selanjutnya melawan Persebaya, pelatih asal Belanda tersebut menegaskan akan membedah rekaman pertandingan untuk mematangkan detail taktik.
"Saya harus menonton kembali pertandingannya terlebih dahulu sebelum memutuskan bagaimana cara bermain dan pemain mana yang akan menjadi starter. Saya akan melihat apa yang bisa kami tingkatkan, apa yang sudah berjalan dengan baik, dan perlahan bersiap untuk melawan Persebaya. Kami memiliki cara tertentu tentang bagaimana kami ingin bermain, hanya saja terkadang detailnya berbeda," tegas Van Gastel.
Gol Debut
Di sisi lain, pencetak gol penyelamat PSIM Yogyakarta, Adrian Purzycki, merefleksikan jalannya pertandingan sebagai proses adaptasi yang menuntut kesabaran ekstra dari para pemain.
"Dari sudut pandang pemain, dan ini jelas merupakan pertandingan pertama saya di sini, babak pertama seperti yang dikatakan pelatih berjalan sedikit kacau. Kami perlu beradaptasi dengan apa yang terjadi di lapangan. Di babak kedua kami mengatasinya dengan sedikit lebih baik, tetapi pada saat yang sama kami kebobolan," ungkap Purzycki.
"Dalam pertandingan seperti ini, saya pikir kami harus sedikit lebih sabar. Lawan menunggu kesalahan kami. Jadi, semakin banyak kesalahan yang kami buat, semakin besar peluang lawan untuk mengendalikan permainan, dan pada beberapa kesempatan kami membiarkan lawan melakukan ini terlalu sering. Namun secara keseluruhan, kami memiliki beberapa peluang yang sebenarnya bisa diubah menjadi gol. Menantikan pertandingan berikutnya, kami akan berjuang untuk meraih tiga poin penuh," tandasnya. (*/han)
Posting Komentar