Sidang PBB memanas, Menlu Rusia Lavrov tegaskan tak akan hentikan serangan ke Ukraina
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
BROKERJA.COM – Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York memanas akibat aksi saling sindir antara Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Rabu (23/9/2026).
Dalam forum tersebut, Lavrov menegaskan bahwa Moskow menolak menghentikan operasi militer khusus di Ukraina meskipun perundingan damai sedang diupayakan, karena menilai jeda pertempuran hanya akan dimanfaatkan negara-negara Barat untuk memperkuat persenjataan Kyiv.
“Kami tidak akan melakukan jeda dalam operasi militer khusus kami... Eropa, terlepas dari apa yang mereka pikirkan, hanya menginginkan jeda untuk memompa rezim Kyiv dengan persenjataan,” tegas Lavrov di hadapan Dewan Keamanan PBB.
Penegasan keras Moskow tersebut menjadi jawaban atas tuntutan gencatan senjata tanpa syarat yang dilayangkan Ukraina bersama 51 negara sekutunya, menyusul insiden serangan drone terbesar yang menghantam wilayah Ibu Kota Moskow beberapa hari sebelumnya.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan pidato menohok dengan mengibaratkan Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai “pasien nol” yang menjadi sumber utama penyebaran wabah agresi perang secara global.
“Ini adalah sebuah kegilaan. Dialah pasien nol yang menjadi asal mula gagasan perang ini terus menyebar ke mana-mana,” kata Zelenskyy.
Guna menghentikan langkah militer Moskow, Zelenskyy mendesak komunitas internasional untuk terus memperketat sanksi ekonomi dan melanjutkan pasokan bantuan militer untuk memaksa Rusia duduk di meja perundingan yang adil.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sidang Majelis Umum PBB di New York Panas, Rusia dan Ukraina Saling Serang.
Posting Komentar