Wakaf produktif di Jatim didorong berskala besar, ITS tawarkan skema ini
Ringkasan Berita:
- ITS mendorong sindikasi nazhir di Jawa Timur untuk memperbesar skala wakaf produktif.
- Dua proyek ITS yang ditawarkan membutuhkan total pendanaan sekitar Rp850 miliar: Asrama Mahasiswa dan Rumah Sakit Pendidikan.
- YMI ITS siap mengoordinasikan fundraising, sementara wakaf produktif pisang Cavendish di Wonosalam menjadi salah satu contoh program yang telah berjalan.
BROKERJA.COM, SURABAYA- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mendorong terbentuknya sindikasi atau konsorsium nazhir untuk mengembangkan wakaf produktif di Jawa Timur dalam skala lebih besar.
Skema kolaborasi tersebut dinilai diperlukan karena potensi wakaf di Jawa Timur cukup besar, sementara kebutuhan pendanaan sejumlah proyek produktif membutuhkan penghimpunan dana secara bersama-sama.
Gagasan itu disampaikan Rektor ITS Prof. Dr. (HC). Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., dalam Waqf Investor Forum yang digelar Badan Wakaf Indonesia (BWI) di Ruang Rapat Lantai 1 Gedung Tower 2 ITS, Keputih, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (23/9/2026).
ITS Siapkan Dua Skema Wakaf Produktif
Bambang mengatakan, kolaborasi antar-nazhir menjadi salah satu langkah yang perlu diperkuat agar pengembangan wakaf produktif tidak berjalan secara terpisah.
"Menurut kami, salah satu hal yang perlu kita dorong ke depan adalah penguatan kolaborasi dan sinergi antar-Nazhir di Jawa Timur. Potensi wakaf kita sangat besar. Namun, untuk mengembangkan wakaf produktif dalam skala yang besar, tentu tidak cukup jika kita berjalan sendiri-sendiri," kata Bambang.
ITS menawarkan sejumlah skema yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi tersebut.
Dua di antaranya adalah pembangunan Asrama Mahasiswa ITS dan Rumah Sakit Pendidikan ITS.
Pembangunan Asrama Mahasiswa ITS diperkirakan membutuhkan pendanaan sekitar Rp350 miliar.
Sementara Rumah Sakit Pendidikan ITS membutuhkan sekitar Rp500 miliar.
Dengan demikian, kebutuhan pendanaan kedua proyek tersebut mencapai sekitar Rp850 miliar.
YMI ITS Siap Koordinasikan Fundraising
Bambang mengatakan kebutuhan dana dalam jumlah besar tersebut membutuhkan pola penghimpunan wakaf secara bersama-sama.
"Ini tentu merupakan angka yang besar. Karena itu, menurut kami, diperlukan sebuah sindikasi atau konsorsium Nazhir di Jawa Timur untuk bersama-sama mengembangkan dan menghimpun wakaf produktif dalam skala tersebut," ujarnya.
Untuk mendukung skema tersebut, Yayasan Manarul Ilmi (YMI) ITS disebut siap menjadi koordinator penggalangan dana.
"InsyaAllah, Yayasan Manarul Ilmi ITS siap menjadi koordinator pelaksanaan fundraising, sehingga para Nazhir dapat bersama-sama mengambil bagian dalam menghimpun para Wakif untuk pembangunan Asrama Mahasiswa ITS maupun Rumah Sakit Pendidikan ITS," kata Bambang.
Menurut dia, kerja sama antar-nazhir tidak harus terbatas pada dua proyek ITS.
Berbagai sektor usaha juga dapat dikembangkan melalui skema wakaf produktif, termasuk kerja sama pengelolaan aset wakaf dengan mitra usaha.
"Kita juga dapat mengembangkan berbagai bentuk wakaf produktif lainnya, termasuk kerja sama seperti yang kita saksikan hari ini dalam pengembangan wakaf melalui usaha kedai kopi bersama Teman Coffee," ujarnya.
BWI Sebut Wakaf Produktif Punya Potensi Bisnis
Ketua BWI Arief Rohman Yulianto mengatakan wakaf produktif berpotensi dikembangkan sebagai model bisnis yang kompetitif.
Menurut Arief, salah satu faktor yang mendukung adalah struktur biaya dalam model bisnis wakaf produktif yang berbeda dibandingkan bisnis konvensional.
"Model bisnis wakaf produktif itu sangat kompetitif. Karena tidak ada cost of fund, tidak ada depresiasi, tidak ada capex di awal," kata Arief.
Ia mencontohkan Rumah Sakit Mata Wakaf di Serang, Banten, yang menurutnya telah memperoleh keuntungan pada tahun kedua operasional.
"Rumah Sakit Mata Wakaf itu memang ada di Serang, tahun kedua sudah untung. Karena memang semuanya itu tidak ada cost akuisisi tempat," ujarnya.
Arief juga menyebut konsep wakaf produktif dapat menerapkan strategi bisnis berupa kepemimpinan biaya (cost leadership) maupun diferensiasi.
"Kalau pakai wakaf produktif itu bisa dua-duanya. Ini bisa menerapkan teori Porter," katanya.
YMI ITS Kembangkan Wakaf Pisang Cavendish
Sementara itu, YMI ITS telah mengembangkan salah satu contoh wakaf produktif melalui budidaya pisang Cavendish di Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Ketua YMI ITS Adi Dharma mengatakan program tersebut melibatkan ekosistem alumni ITS.
"Saat ini YMI telah merealisasikan wakaf produktif pisang Cavendish di Wonosalam Jombang, di mana ekosistemnya dari alumni ITS," kata Adi.
Keterlibatan alumni menjadi bagian dari jejaring yang mendukung pengelolaan wakaf agar memiliki nilai produktif.
Pengembangan pisang Cavendish di Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, tersebut menjadi salah satu contoh pemanfaatan wakaf untuk kegiatan usaha produktif.
Bambang berharap forum tersebut tidak berhenti sebagai pertemuan, tetapi dapat menjadi awal terbentuknya jaringan nazhir wakaf produktif di Jawa Timur.
"Harapannya, forum ini tidak berhenti sebagai pertemuan, tetapi menjadi awal dari terbentuknya jaringan dan sinergi Nazhir wakaf produktif di Jawa Timur yang dapat saling memperkuat, berbagi jaringan Wakif, berbagi pengalaman," kata Bambang.
Posting Komentar