Asap karhutla kini kepung Jakarta, satelit deteksi menyebar di 30 provinsi
BROKERJA.COM, JAKARTA - Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terpantau telah memasuki atmosfer DKI Jakarta berdasarkan citra satelit Himawari-9, Jumat (16/10/2026) pagi.
Sebaran asap yang terdeteksi di 30 provinsi di Indonesia itu muncul di tengah memburuknya kualitas udara Ibu Kota.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiagakan 31 rumah sakit, sementara dua penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, dibatalkan pada hari yang sama.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi keberadaan asap pada pukul 08.00 WIB atau 01.00 UTC.
Selain DKI Jakarta, asap terpantau di sebagian wilayah Banten dan Jawa Barat.
Namun, BMKG belum memastikan apakah asap tersebut telah mencapai permukaan tanah.
Ketua Tim Analisis dan Pengelolaan Citra Satelit dan Deteksi Petir BMKG, Alpon Sepriando, menjelaskan bahwa melemahnya angin berpotensi membawa asap turun hingga permukaan, meskipun dengan konsentrasi tipis.
"Secara area sudah (sampai ke Jakarta), namun secara vertikal belum mencapai permukaan. Namun jika kondisi angin melemah dapat mencapai permukaan dan masih tipis," ujar Alpon, Jumat (16/10/2026).
Pergerakan asap menuju Pulau Jawa dipengaruhi pola angin di berbagai lapisan atmosfer.
Pada lapisan bawah, angin bergerak dari timur hingga tenggara menuju barat hingga barat laut.
Sementara itu, angin pada lapisan menengah hingga atas bertiup dari timur laut ke barat daya.
Analisis data radiosonde dari Stasiun Meteorologi Soekarno-Hatta juga mengindikasikan potensi terbentuknya lapisan atmosfer yang lebih stabil.
Kondisi tersebut dapat menghambat penyebaran polutan sehingga pencemar bertahan lebih lama di udara, terutama ketika kecepatan angin melemah.
Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa memburuknya kualitas udara Jakarta tidak dapat langsung dikaitkan dengan asap karhutla dari Kalimantan.
Emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, pembakaran, serta sumber pencemaran lokal lainnya juga dapat memengaruhi kondisi udara.
"Identifikasi sumber asap tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan tampilan citra satelit," kata Alpon.
Termasuk Babel
Berdasarkan pantauan citra satelit Himawari-9 yang dipublikasikan melalui laman resmi BMKG, sebaran asap terdeteksi di 30 provinsi di Indonesia.
Selain Bangka Belitung, wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Pantauan tersebut juga menunjukkan adanya kabut asap lintas negara atau transboundary haze.
Asap dari Sumatra dan Kalimantan terdeteksi bergerak menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura.
Sementara itu, asap dari Papua Nugini terpantau mengarah ke Papua Selatan, Indonesia.
31 RS Disiagakan
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui kualitas udara Ibu Kota memburuk dalam dua hingga tiga hari terakhir.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi warga yang mengalami gangguan pernapasan maupun masalah kesehatan lainnya.
"Memang sekarang ini dalam dua tiga hari ini kondisi asap kita, kondisi udara kita mengalami kondisi yang memburuk," ujar Pramono di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Jumat.
Ia telah menginstruksikan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk bersiaga. Sebanyak 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu disiapkan untuk melayani masyarakat yang membutuhkan penanganan medis.
"Memberikan bantuan sepenuhnya bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan ataupun hal-hal yang lain yang berkaitan dengan kondisi udara yang seperti ini," kata Pramono.
Pramono mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya ingin menyampaikan informasi mengenai penurunan kualitas udara tersebut kepada masyarakat sejak tiga hari sebelumnya.
Namun, ia memilih menunggu agar informasi yang disampaikan tidak memicu perdebatan mengenai penyebab memburuknya kondisi udara.
"Saya tidak ingin kemudian ini malah menjadi pro kontra. Apakah ini disebabkan oleh apa, tapi yang jelas bahwa betul, sekarang ini kondisinya mengalami kondisi yang tidak baik," ujarnya.
Dua Penerbangan
Di sektor penerbangan, dua penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta dilaporkan dibatalkan pada Jumat.
Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan, membenarkan pembatalan tersebut.
"Berdasarkan data operasional yang diterima, tercatat dua penerbangan yang dibatalkan (cancel)," kata Yudistiawan dalam keterangan resminya, Jumat.
Ia menyebut jarak pandang di sejumlah bandara dilaporkan berada di bawah batas minimum operasional.
Kendati demikian, operasional Bandara Soekarno-Hatta secara umum masih berlangsung lancar dan terkendali.
Manajemen bandara terus berkoordinasi dengan maskapai dan pemangku kepentingan terkait untuk menangani penerbangan serta penumpang terdampak.
Langkah mitigasi juga disiapkan di setiap terminal guna mengantisipasi kepadatan dan menjaga kelancaran pelayanan.
Yudistiawan mengingatkan bahwa kondisi penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu.
Penumpang diminta memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara.
Informasi layanan Bandara Soekarno-Hatta juga dapat diperoleh melalui Contact Center InJourney Airports di nomor 172.
Sementara itu, Jarak pandang di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, pada Jumat (16/10/2026) berkisar 2.000–5.000 meter.
Kondisi tersebut masih tergolong aman dan belum mengganggu jadwal penerbangan.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang, Annisa Nindi, mengatakan belum ada laporan penundaan maupun pembatalan penerbangan.
"Di bandara berkisar 2.000-5.000 meter. Masih tergolong aman, kami belum mendapatkan laporan delay atau cancel sampai saat ini," kata Annisa kepada BROKERJA.COM.
Kemarin, Bandara Depati Amir dijadwalkan melayani 20 penerbangan, terdiri atas 10 kedatangan dan 10 keberangkatan.
Batasi Aktivitas di Luar Rumah
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi indeks kualitas udara harian melalui kanal resmi pemerintah atau aplikasi pemantau udara sebelum merencanakan aktivitas harian.
Bagi kelompok rentan terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita riwayat penyakit pernapasan (seperti asma, bronkitis) dan jantung, dianjurkan untuk membatasi aktivitas fisik di luar ruangan yang tidak mendesak.
"Apabila harus beraktivitas atau bepergian ke luar rumah, masyarakat disarankan untuk mengenakan masker dengan jenis KF94, KN95, atau masker medis," kata Berton.
Penggunaan masker bertujuan untuk menyaring partikel polutan halus (PM2.5) agar tidak terhirup ke saluran pernapasan.
Perbanyak minum air putih untuk menjaga tenggorokan tetap lembap dan membantu tubuh membuang racun atau polutan ringan dan konsumsi makanan bergizi.
"Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala seperti batuk beruntun, sesak napas, iritasi tenggorokan, atau perih pada mata yang tidak kunjung membaik," kata Berton. (Kompas.com/BROKERJA.COM/T2)
Posting Komentar