KTP elektronik pelajar Balikpapan dikebut, Disdukcapil turunkan dua tim ke SMK Setia Budi
Ringkasan Berita:
- Perekaman KTP-el jemput bola digelar di SMK Setia Budi Balikpapan, Kamis (24/9/2026).
- Pelajar usia 16 tahun sudah dapat direkam, sedangkan KTP-el dicetak setelah genap berusia 17 tahun.
- Disdukcapil menargetkan seluruh sekolah di Balikpapan selesai didatangi paling lambat Oktober 2026.
BROKERJA.COM, BALIKPAPAN - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan kembali melakukan program jemput bola perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) bagi pemilih pemula.
Program tersebut menyasar para pelajar, khususnya siswa SMA, SMK, dan sederajat yang telah memasuki usia 16 hingga 17 tahun.
Pada Kamis (24/9/2026), layanan perekaman KTP-el jemput bola dilaksanakan di SMK Setia Budi Balikpapan, Jalan Soekarno Hatta No. 3 Km 2, Kelurahan Gunung Samarinda, Kecamatan Balikpapan Utara.
Data satuan pendidikan Kemendikdasmen juga mencatat SMK Setia Budi Balikpapan beralamat di Jalan Soekarno-Hatta Km 2 No. 3, Gunung Samarinda, Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Perekaman Dimulai Usia 16 Tahun
Kepala Disdukcapil Kota Balikpapan, Tirta Dewi, mengatakan perekaman tidak hanya dilakukan kepada warga yang telah berusia 17 tahun, tetapi juga menyasar pelajar berusia 16 tahun.
"Jadi KTP pemula, usia 16 tahun, 17 tahun, kita juga rekam. Kalau dia sudah 17 tahun, bisa langsung dicetak KTP-nya," kata Tirta Dewi.
Menurutnya, bagi pelajar yang baru berusia 16 tahun, data biometrik akan terlebih dahulu direkam. Ketika yang bersangkutan genap berusia 17 tahun, KTP-el dapat langsung dicetak.
Perekaman sejak usia 16 tahun tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya pelajar yang telah memenuhi usia wajib KTP namun belum melakukan perekaman.
Disdukcapil kemudian mendatangi sekolah-sekolah untuk mempermudah pelajar memperoleh dokumen kependudukan tanpa harus meninggalkan kegiatan belajar untuk datang ke kantor pelayanan.
"Makanya kita yang hadir ke sana supaya memang tidak mengganggu jam pelajaran. Kita menyurat sebelumnya kepada pihak sekolah, dalam hal ini kepala sekolah, supaya menyiapkan waktu dan anak-anak yang usia 16-17 tahun," jelasnya.
Tirta menjelaskan, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan hak-hak kependudukan dan politik para pemilih pemula tidak terlewatkan.
Pelajar yang telah berusia 17 tahun memiliki hak untuk mendapatkan KTP-el sekaligus menjadi pemilih pemula dalam pelaksanaan pemilu.
Dengan perekaman yang dilakukan lebih awal, Disdukcapil berharap tidak ada lagi pelajar yang ketika memasuki usia 17 tahun masih terkendala proses perekaman KTP-el.
"Memang kita juga men-support untuk yang berkaitan dengan politik. Artinya, ketika 17 tahun mereka bisa menjadi pemilih pemula. Itu tidak ada lagi yang terlewatkan," ujarnya.
Ia menambahkan, apabila seorang pelajar telah berusia 17 tahun, meskipun baru satu hari, yang bersangkutan sudah dapat melakukan pencetakan KTP-el setelah proses perekaman.
"Sudah 17 tahun satu hari pun bisa dicetak KTP-nya," katanya.
Target Rampung Oktober
Tirta menyebut program jemput bola tersebut dilakukan setiap tahun setelah para siswa kembali masuk sekolah usai libur dan proses penerimaan peserta didik baru selesai.
Disdukcapil Kota Balikpapan menargetkan seluruh sekolah di Kota Balikpapan dapat menjadi sasaran perekaman KTP-el bagi pelajar usia 16-17 tahun.
"Target kita memang setelah libur ini full, paling lambat Oktober sudah selesai semua sekolah," ungkap Tirta.
Untuk mempercepat pelaksanaan, Disdukcapil menerjunkan dua tim yang bergerak ke berbagai sekolah.
Menurut Tirta, proses tersebut akan terus dilakukan hingga seluruh sekolah yang menjadi sasaran selesai didatangi.
"Kalau bisa sebulan selesai, alhamdulillah. Tapi kalau memang belum, kita lakukan sampai selesai," tuturnya.
Kecamatan Tetap Layani Perekaman
Ia mengatakan, pelajar yang tidak dapat mengikuti perekaman di sekolah karena sakit atau alasan lainnya tetap dapat melakukan perekaman di kantor kecamatan.
Sebab, seluruh kecamatan di Kota Balikpapan telah dapat melayani perekaman KTP-el, baik untuk pemula maupun masyarakat yang membutuhkan layanan administrasi kependudukan lainnya.
Dalam pelaksanaan jemput bola, Disdukcapil juga meminta pihak sekolah ikut berkolaborasi menyiapkan siswa yang menjadi sasaran perekaman.
Termasuk menyediakan ruang dan mengatur waktu agar proses perekaman tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Khusus bagi pelajar perempuan, Disdukcapil juga memberikan kesempatan untuk membawa pakaian atau perlengkapan yang diperlukan agar dapat memperoleh hasil foto KTP-el yang baik.
"Teman-teman anak-anak kita yang perempuan boleh membawa pakaian ganti, boleh action, boleh pakai make-up supaya dapat KTP yang terbaik, foto yang terbaik," kata Tirta.
Selain sekolah umum, Disdukcapil juga berupaya menjangkau pelajar yang berada di pondok pesantren. Namun, Tirta mengakui akses ke sejumlah pesantren membutuhkan kolaborasi lebih banyak dengan pihak terkait.
"Kalau yang konvensional, sekolah yang biasa itu semuanya berkolaborasi. Untuk teman-teman kita di pesantren, memang agak susah kami menembusnya. Tapi kalau memang membutuhkan, kita buka layanan di kecamatan," pungkasnya.
Tirta Dewi sendiri sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Kota Balikpapan.
Ia juga pernah dipercaya sebagai Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Balikpapan sebelum menjabat sebagai Kepala Disdukcapil Kota Balikpapan. (*)
Posting Komentar