Tangis pemilik SPBU di balik saat Gubernur Koster tinjau antrean BBM: Kasihan pegawai saya sudah tua
Ringkasan Berita:
- Seorang pemilik SPBU di Bali tampak kelelahan hingga menangis saat menyampaikan kondisi yang dihadapinya ketika Gubernur Wayan Koster berkunjung
- Pemilik SPBU tersebut juga meminta bantuan agar pengiriman BBM dapat dipercepat melalui penambahan armada distribusi
- Pemilik SPBU merasa kasihan dengan pegawainya yang sudah tua
BROKERJA.COMGubernur Bali Wayan Koster bersama pimpinan Pertamina mengunjungi salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan Renon, Denpasar, pada Jumat (16/10/2026) dini hari.
Kunjungan tersebut berlangsung di tengah persoalan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) yang membuat masyarakat Bali harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar.
Dalam kunjungan itu, perhatian tertuju pada seorang pemilik SPBU yang tampak kelelahan hingga menangis saat menyampaikan kondisi yang dihadapinya. Ia mengaku prihatin melihat kesulitan warga sekaligus kewalahan menghadapi keluhan masyarakat yang terus berdatangan.
Pemilik SPBU tersebut juga meminta bantuan agar pengiriman BBM dapat dipercepat melalui penambahan armada distribusi.
Pemilik SPBU Menangis Melihat Warga Antre Berjam-jam
Situasi antrean BBM yang berkepanjangan menjadi beban tersendiri bagi pemilik SPBU di Renon tersebut. Ia mengaku tidak tega melihat warga harus menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan BBM. Bahkan, sejumlah warga disebut sampai memohon kepada petugas pengiriman agar pasokan bahan bakar segera tiba.
Kondisi itu membuat pemilik SPBU merasa prihatin karena dirinya menyaksikan langsung kesulitan yang dialami masyarakat.
Di sisi lain, ia juga harus menghadapi keluhan pelanggan yang terdampak antrean panjang. Situasi tersebut semakin berat karena jumlah pegawai yang bertugas terbatas.
Tangis yang terlihat saat kunjungan Gubernur Bali dan pihak Pertamina itu menggambarkan tekanan yang dirasakan pemilik SPBU dalam menghadapi situasi tersebut.
Minta Tambahan Armada Pengiriman BBM
Dalam pertemuan tersebut, pemilik SPBU secara langsung meminta bantuan kepada pihak terkait agar distribusi BBM ke lokasi usahanya dapat dipercepat. Ia berharap ada kerja sama untuk menambah armada pengiriman sehingga pasokan BBM bisa lebih cepat diterima dan antrean masyarakat dapat berkurang.
"Mohon bantuannya di sini. Mau kok kerja sama, kirimin saya armada juga," ujar pemilik SPBU tersebut, dikutip TribunTrends dari kanal YouTube Tribunnews, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Permintaan itu disampaikan karena antrean panjang tidak hanya menyulitkan masyarakat, tetapi juga menambah beban petugas SPBU yang harus melayani pelanggan dalam kondisi terbatas. Ia turut menyoroti kondisi para pegawainya yang harus bekerja menghadapi tekanan di lapangan.
"Kasihan pegawai saya di sini cuma 30 orang. Sudah tua-tua semua, Pak," katanya.
Ia kembali menegaskan keterbatasan tenaga kerja yang dimiliki SPBU tersebut saat menghadapi banyaknya pelanggan dan keluhan akibat antrean BBM.
"Sudah tua-tua semua di sini. Jadi mohon bantuannya, mau dari TNI, polisi," ujarnya.
Pernyataan itu menjadi bagian dari permintaan agar ada dukungan tambahan untuk membantu penanganan situasi di lapangan.
Gubernur Koster Turun Langsung Kawal Distribusi BBM
Kunjungan Wayan Koster bersama pimpinan Pertamina ke SPBU di Renon dilakukan ketika antrean BBM di Bali menjadi persoalan yang dikeluhkan masyarakat.
Dalam situasi tersebut, pemerintah daerah dan Pertamina didorong untuk memperkuat koordinasi agar distribusi bahan bakar dapat berjalan lebih lancar. Penambahan armada pengiriman menjadi salah satu kebutuhan yang disampaikan pemilik SPBU untuk mempercepat kedatangan pasokan.
Antrean panjang yang terjadi membuat masyarakat harus menunggu lama, sementara petugas SPBU menghadapi peningkatan beban pelayanan dan keluhan pelanggan.
Melalui kunjungan langsung tersebut, persoalan distribusi BBM diharapkan dapat ditangani dengan lebih cepat. Namun, langkah konkret berupa penambahan armada, jumlah pasokan, serta waktu normalisasi antrean masih perlu dipastikan melalui keterangan resmi pihak terkait.
Hingga informasi dalam video tersebut disampaikan, belum terdapat rincian mengenai jumlah armada tambahan yang akan dikerahkan maupun target waktu penyelesaian persoalan antrean BBM di Bali.
(TribunTrends)
Posting Komentar