P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Mengenal I2C, SUV Listrik yang Jadi Awal Mobil Nasional

Featured Image

Proyek Mobil Nasional yang Menarik Perhatian

Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana untuk menjadikan program mobil nasional sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Hal ini disampaikan oleh Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita, dan langsung menjadi perhatian publik. Rencana ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun industri otomotif lokal yang mandiri dan berkelanjutan.

Dari sejumlah kandidat yang muncul, salah satu nama yang mencuat sebagai cikal bakal mobil nasional adalah Indonesian Indigenous Car (I2C). I2C merupakan konsep SUV listrik yang dihasilkan dari kolaborasi antara PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) dengan universitas dan desainer lokal. Nama ini tidak hanya menjadi simbol kebanggaan, tetapi juga representasi dari upaya memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia.

Banyak dugaan muncul bahwa I2C adalah mobil nasional yang dimaksud, karena Agus menyebutkan bahwa mobil tersebut sudah pernah dipamerkan ke publik melalui ajang pameran otomotif nasional. Dalam sebuah pernyataannya, ia menyampaikan bahwa mobil tersebut pernah ditampilkan di GIIAS terakhir kemarin. Hal ini menunjukkan bahwa mobil nasional yang disampaikan Presiden dalam rapat paripurna kabinet sudah pernah diperkenalkan kepada masyarakat.

I2C dirancang sebagai SUV listrik tujuh penumpang dan diklaim sebagai mobil pertama yang sepenuhnya dikembangkan dengan hak kekayaan intelektual (IP) milik Indonesia. Desain I2C dibuat dari nol oleh lima desainer Indonesia dengan pendekatan budaya Nusantara. Selain itu, TMI bekerja sama dengan beberapa universitas ternama seperti ITB, UI, dan ITS sebagai mitra teknologi.

Presiden dan CEO TMI, Harsusanto, menjelaskan bahwa desain I2C tidak hanya dibuat oleh desainer lokal, tetapi juga didukung oleh masukan teknis dari ItalDesign, rumah desain asal Italia yang terkenal berkolaborasi dengan merek besar seperti Lamborghini dan Volkswagen. Namun, peran ItalDesign hanya sebatas memberikan masukan teknis serta akses ke database desain global. Arah desain dan identitas kendaraan tetap sepenuhnya dikendalikan oleh tim TMI.

Beberapa elemen desain I2C memiliki makna tersendiri. Misalnya, bentuk lampu depan mobil terinspirasi dari kepakan sayap Garuda, sedangkan lampu belakang melambangkan bulan Agustus sebagai simbol kemerdekaan Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa karakter dan identitas bangsa diwujudkan dalam mobil tersebut.

Selain itu, pengembangan I2C juga memperhatikan kesiapan manufaktur dan rantai pasok lokal. Komponen seperti spion dan lampu dirancang agar bisa diproduksi dalam negeri, sehingga biaya tetap efisien. Harsusanto menjelaskan bahwa semua desain mempertimbangkan ketersediaan tooling dan supply chain agar biaya produksi tidak meningkat secara signifikan.

Untuk komponen utama seperti baterai dan motor listrik, masih akan dipasok dari vendor global. Namun, sistem integrasi, perangkat lunak, dan platform dikembangkan langsung oleh tim TMI. Hal ini memastikan bahwa hak kekayaan intelektual tetap dimiliki Indonesia.

Agar siap menuju produksi massal, TMI berencana membuat 40–50 unit purwarupa yang akan diuji tabrak serta disimulasikan secara digital. Dengan dukungan pemerintah, TMI yakin dapat mengatasi berbagai tantangan yang ada.

TMI menargetkan produksi massal I2C dimulai pada akhir 2027 atau awal 2028, dengan harga di bawah Rp 500 juta. Proyek ini menandai langkah penting dalam membangun industri otomotif Indonesia yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

0

Posting Komentar