
Cerita Fantasi yang Menggugah Pikiran
Big adalah film yang menggabungkan elemen fantasi, komedi, dan drama. Film ini menceritakan kisah seorang anak laki-laki yang ingin menjadi dewasa dalam sekejap dan menghadapi konsekuensi tak terduga dari permintaannya. Dengan alur cerita yang menarik dan karakter-karakter yang memikat, Big berhasil menciptakan pengalaman menonton yang tidak hanya menghibur tetapi juga mengajak penonton merenung.
Film ini disutradarai oleh Penny Marshall dan dibintangi oleh Tom Hanks sebagai Josh Baskin, seorang anak berusia dua belas tahun yang frustrasi karena batasan usia. Keinginan untuk bisa dianggap dewasa membuatnya melakukan hal-hal yang tidak terduga. Pada suatu malam di karnaval, ia menemukan mesin ramalan Zoltar Speaks. Dalam keputusasaannya, ia mengucapkan permintaan sederhana: ingin menjadi "big", besar dan dewasa secara instan.
Keesokan harinya, Josh terbangun dalam tubuh dewasa. Meskipun fisiknya tampak seperti pria dewasa, jiwa dan kepolosannya masih seperti anak kecil. Hal ini membuat situasi menjadi campuran antara komedi dan dilema moral. Dengan bantuan sahabatnya Billy, yang tetap bocah, Josh belajar menavigasi dunia orang dewasa. Ia mulai berbicara seolah-olah tahu banyak hal dan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengejar hal-hal yang dulu hanya bisa ia bayangkan.
Salah satu konsekuensi tak terduga dari perubahan ini adalah Josh mendapatkan pekerjaan di sebuah perusahaan permainan anak-anak. Di sana, ia menunjukkan kreativitas tak terduga dan memberi energi baru dalam desain mainan. Ide-ide segar yang ia hasilkan membuatnya cepat menonjol, namun juga menimbulkan konflik antara spontanitas anak dan tuntutan profesional.
Hubungan romantis ringan muncul ketika Josh, dalam tubuh dewasa, menjalin kedekatan dengan seorang kolega. Ini menambah lapisan rumit karena di balik tubuh itu tetap tersimpan kepolosan usia belia. Film ini menyoroti humor yang lahir dari ketidaksesuaian antara pikiran anak dan tubuh dewasa, detail-detail sehari-hari, salah paham sosial, dan kegembiraan murni yang sulit dipadamkan.
Di sisi lain, Big bukan sekadar komedi. Film ini juga mengeksplorasi tema identitas, tanggung jawab, dan kerinduan masa kanak-kanak yang tak seharusnya ditukar begitu saja dengan kebebasan dewasa. Momen-momen sentral seperti adegan bermain piano di toko mainan menangkap esensi film. Kegembiraan alami seorang anak yang bersemayam di dalam tubuh seorang pria dewasa, menyentuh hati penonton tanpa harus berlebihan.
Sinematografi dan musik bekerja selaras untuk menegaskan suasana nostalgia era akhir 1980-an, mengimbangi adegan ringan dengan nuansa hangat yang mendukung perkembangan karakter Josh. Tom Hanks memberi penampilan memikat yang menyeimbangkan humor dan emosi, menjadikan Josh sosok yang mudah disukai sekaligus memancing refleksi tentang apa artinya tumbuh dewasa.
Big mendapatkan sambutan hangat penonton dan meraih keberhasilan komersial signifikan pada masanya dengan pendapatan box office sebesar $151 juta. Film ini menjadi salah satu karya ikonik akhir dekade 1980-an. Selain sukses di layar lebar, Big juga tetap relevan dalam percakapan tentang coming-of-age karena kemampuannya menyampaikan pesan universal.
Film ini mengajak penonton tertawa sekaligus merenung melalui premis fantastisnya. Big membuka ruang untuk mempertanyakan apakah semua keinginan yang tampak mudah sebenarnya layak dipenuhi. Akhir cerita memberi penekanan pada pilihan dan bahagia yang sederhana, sebuah penutup yang mengingatkan bahwa beberapa hal terbaik dari hidup berasal dari kepolosan dan imajinasi masa kanak-kanak.
Big meninggalkan warisan sebagai film yang menyenangkan dan humanis, sebuah pengingat bahwa keseimbangan antara jiwa anak dan akal dewasa adalah inti dari kebijaksanaan yang tak lekang waktu.



Posting Komentar