P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Populer Sulut: Kasus Kematian Mantan Sekdes di Minsel Tersendat, Cerita Petugas Damkar Evakuasi Ular

Featured Image

Keluarga Kecewa, Kasus Dugaan Pembunuhan Mantan Sekdes Tawaang Timur Belum Menemui Titik Terang

Kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang mantan sekretaris desa (sekdes) di Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), masih dalam proses penyidikan yang lambat. Peristiwa kematian MS yang ditemukan tidak bernyawa di dapur rumahnya pada 19 Januari 2025 sekitar pukul 17.00 Wita, sempat menggegerkan warga Desa Tawaang Timur.

Di celana korban ditemukan darah yang mengalir hingga ke lantai, menimbulkan kecurigaan dari pihak keluarga. Meskipun hampir setahun telah berlalu, proses penyidikan kasus ini belum menunjukkan perkembangan signifikan. Keluarga merasa penanganan kasus oleh Polres Minsel terlalu lambat dan tidak transparan.

Jelvitson, anggota keluarga korban, menjelaskan bahwa penyidik yang menangani kasus tersebut sudah berganti tugas. Sementara itu, perkara ini masih mengambang tanpa kepastian hukum. Keluarga berharap agar proses penyidikan dapat segera dilanjutkan dan gelar perkara dilakukan sesuai dengan janji yang pernah disampaikan oleh pihak kepolisian.

Update Pembangunan Terminal Tipe A Malalayang Manado: Masuk Tahap II, Target Rampung Jelang Nataru

Pembangunan Terminal Tipe A Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara, kini memasuki tahap kedua. Proyek ini merupakan kelanjutan dari pembangunan terminal baru yang sebelumnya telah selesai.

Pada tahap dua ini, sejumlah bangunan lama mulai dibongkar untuk dijadikan area parkir. Nantinya, seluruh aktivitas terminal akan dipusatkan di gedung terminal baru. Terdapat puluhan bangunan yang dibongkar, termasuk kios, warung makan, dan tempat penjualan tiket lama.

Proses pembongkaran ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pengguna jasa terminal. Pihak terkait berharap proyek ini dapat rampung sebelum momen liburan Natal dan Tahun Baru, sehingga bisa segera digunakan oleh masyarakat.

Cerita Petugas Damkar Manado dalam Evakuasi Ular: Bisa Dilakukan Dua Hari Sekali

Tugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Manado tidak hanya sebatas memadamkan api. Mereka juga menangani berbagai tugas lain, seperti mencabut cincin dari jari atau evakuasi ular. Salah satu tugas yang sering dilakukan adalah evakuasi ular, terutama di area permukiman warga.

Sekretaris Dinas Damkar Manado, Glenn Kowaas, mengatakan bahwa laporan evakuasi ular cukup sering diterima. "Kalau untuk evakuasi ular, laporannya sangat sering, bisa dua hari sekali," ujarnya.

Menurut Kowaas, ular yang dievakuasi biasanya ditemukan di dalam rumah atau berkeliaran di lingkungan permukiman. Beberapa kali, petugas menemukan ular hitam yang menjadi perhatian khusus. Proses evakuasi ini dilakukan dengan hati-hati agar tidak membahayakan keselamatan warga maupun hewan tersebut.

Petugas Damkar Manado terus berupaya memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, baik dalam hal kebakaran maupun tugas-tugas lain yang memerlukan keahlian khusus.

Posting Komentar

Posting Komentar