P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Diduga Salah Injak Gas, Mobil Tabrak Motor dan Toko

Featured Image

Kecelakaan Membuat Pengendara Motor Terjatuh di Bogor

Sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi di Kampung Perigi, Kecamatan Ciseeng, Bogor, Jawa Barat. Video yang viral di media sosial memperlihatkan sebuah mobil Low Cost Green Car (LCGC) berwarna merah menabrak pengendara motor yang sedang berhenti di depan warung. Kejadian ini mengundang perhatian publik dan menjadi bahan diskusi tentang pentingnya pelatihan berkendara bagi pengemudi pemula.

Dalam video tersebut, terlihat dua orang yang sedang duduk di atas sepeda motor berhenti di depan warung. Tiba-tiba, mobil LCGC dari belakang menabrak kendaraan tersebut. Tabrakan membuat pengendara motor dan penumpangnya terlempar dan jatuh ke tanah. Meski begitu, keduanya kemudian bangkit setelah kejadian tersebut.

Sementara itu, seorang pria keluar dari sisi penumpang mobil untuk melihat situasi. Beberapa bagian warung juga rusak akibat benturan dengan mobil. Diperkirakan bahwa pengemudi mobil tersebut adalah seorang pemula yang baru saja belajar mengemudi. Diduga, ia salah menginjak pedal gas saat ingin menginjak rem, sehingga kendaraan melaju tanpa kendali.

Pentingnya Pelatihan Berkendara bagi Pengemudi Pemula

Kecelakaan ini menjadi peringatan bagi para pengemudi pemula. Sebelum benar-benar terbiasa dengan cara mengemudi, mereka disarankan untuk berlatih di lembaga pelatihan yang memiliki instruktur kompeten. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan risiko kecelakaan baik bagi diri sendiri maupun pengendara lainnya.

Roslianna Ginting, Training Director and Founder The Real Driving Center (RDC), menjelaskan bahwa pengemudi pemula sebaiknya tidak langsung mengemudi di jalan raya tanpa bimbingan. Menurutnya, pelatihan di lembaga yang terakreditasi sangat penting karena terdapat fasilitas khusus seperti pedal darurat yang dapat digunakan oleh instruktur untuk mengambil alih kendaraan jika terjadi hal tak terduga.

“Walaupun didampingi oleh orang yang bisa mengemudi, saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kendaraan hilang kendali, mobil penumpang tidak memiliki rem darurat di sisi penumpang seperti yang ada pada mobil latihan,” ujar Roslianna.

Selain itu, ia menekankan bahwa tidak semua pendamping akan tenang dalam situasi kritis. Dengan adanya instruktur yang terlatih dan fasilitas yang memadai, risiko kecelakaan bisa lebih diminimalisir.

Pelatihan untuk Pengemudi dengan Jenis Transmisi Berbeda

Tidak hanya bagi pengemudi pemula, tetapi juga bagi pengemudi yang ingin berlatih dengan jenis transmisi yang berbeda. Misalnya, pengemudi mobil manual yang ingin belajar mengemudi mobil matik, atau sebaliknya.

Roslianna menjelaskan bahwa meskipun beberapa aspek seperti kemudi, manajemen lajur, dan pengaturan kecepatan hampir sama antara mobil matik dan manual, pengemudi tetap perlu membiasakan diri dengan perbedaan-perbedaan yang ada.

“Pengemudi harus terlebih dahulu terbiasa dengan cara mengemudi matik karena terdapat perbedaan yang perlu dikuasai,” katanya.

Kesimpulan

Kecelakaan yang terjadi di Bogor menjadi bukti bahwa pelatihan berkendara yang tepat sangat penting bagi siapa pun yang ingin mengemudi. Dengan bimbingan yang tepat dan fasilitas yang memadai, risiko kecelakaan bisa diminimalisir. Bagi pengemudi pemula, tidak ada jalan pintas untuk belajar mengemudi. Kursus di lembaga pelatihan yang terakreditasi adalah langkah awal yang bijak.

Posting Komentar

Posting Komentar