P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Jalan Panjang Aktivis Global Sumud Flotilla: Dipenjara, Dideportasi Bertahap

Featured Image

Penangkapan dan Deportasi Aktivis Global Sumud Flotilla oleh Israel

Kementerian Luar Negeri Israel mengumumkan bahwa sejumlah aktivis dari Global Sumud Flotilla telah dideportasi. Sebelumnya, organisasi tersebut meminta Israel untuk membebaskan seluruh aktivis yang ditahan. Beberapa di antara mereka dilaporkan melakukan mogok makan tanpa batas waktu. Meskipun demikian, Global Sumud Flotilla menegaskan bahwa misi mereka tidak akan dihentikan.

Pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Israel menyebutkan bahwa pihaknya ingin segera menyelesaikan proses penangkapan ini. Mereka juga mengklaim bahwa 461 aktivis yang ditangkap dalam keadaan aman dan sehat.

Empat Aktivis Italia Dideportasi

Empat aktivis asal Italia yang tergabung dalam pelayaran Global Sumud Flotilla dideportasi oleh Israel setelah berhasil menembus blokade Gaza. Selain itu, Israel juga sedang bersiap mendeportasi ratusan aktivis lainnya. Puluhan ribu warga Italia turun ke jalan untuk memberikan dukungan terhadap para aktivis yang berlayar ke Gaza membawa bantuan kemanusiaan.

Seorang demonstran, Mario Mascetti, mengatakan bahwa ia tidak bisa diam setelah melihat aksi flotilla. Demonstrasi ini diorganisir oleh serikat pekerja CGIL di lebih dari 100 kota. Di ibu kota, massa berjalan kaki dari Piazza Vittorio menuju stasiun kereta utama, membawa bendera serikat pekerja dan bendera Palestina. Aksi ini menyebabkan penundaan dan pembatalan perjalanan kereta api, meskipun jalur metro tetap beroperasi di Roma dan Milan.

23 Aktivis Malaysia Dipulangkan via Turki

Dari 23 warga negara Malaysia yang ditahan oleh tentara Israel saat tergabung dalam kapal Global Sumud Flotilla (GSF), akhirnya dipulangkan melalui Turki. Hal ini disampaikan oleh Sumud Nusantara Command Centre (SNCC), bagian dari GSF. Mereka tiba di Istanbul, Turki, pada malam hari setelah melalui proses penahanan yang panjang. Saat ini, 23 aktivis tersebut akan berada di Kedutaan Besar Malaysia di Istanbul untuk mengurus persyaratan perjalanan pulang.

Ketua Pengarah SNCC, Datuk Sani Araby Al-Kahery, menyatakan bahwa semua aktivis dalam kondisi baik dan stabil. Ia menekankan bahwa proses deportasi dilakukan melalui jalur diplomatik Turki.

Mengenal Penjara Ketziot

Ratusan aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam pelayaran Global Sumud Flotilla dihentikan paksa di perairan internasional saat hendak memberikan bantuan ke Gaza. Kapal yang mereka tumpangi diinvasi secara ilegal oleh tentara Israel. Setelah itu, aktivis-aktivis tersebut dibawa ke Penjara Ketziot yang terletak di Gurun Negev, sekitar 30 kilometer dari perbatasan Gaza dan Mesir.

Penjara Ketziot merupakan salah satu kamp penahanan terbesar di Israel dengan kondisi penahanan yang keras. Dibuka pada 1988 dan ditutup pada 1995, kamp ini kembali beroperasi pada 2002. Organisasi HAM Non-pemerintah Israel B’Tselem mencatat adanya banyak tahanan administratif, termasuk warga Palestina.

Dalam laporan B’Tselem, penjara ini memiliki petak yang penuh sesak dan kotor, dengan aktivis tidur tanpa kasur dan selimut. Suhu di siang hari bisa mencapai 40 derajat Celsius, sementara suhu sangat dingin pada malam hari. Selain itu, laporan B’Tselem pada 2024 menunjukkan bahwa terdapat kekurangan makanan dan minuman serta kekerasan di dalam penjara.

Selain itu, pelanggaran hak prosedural seperti akses pengacara yang sering dibatasi dan kesulitan keluarga untuk menjenguk karena lokasi yang sulit dijangkau juga menjadi masalah besar di penjara ini.

Posting Komentar

Posting Komentar