P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Status Siaga, Gunung Lewotolok NTT: 29 Gempa dan 50 Erupsi Hembusan

Status Siaga, Gunung Lewotolok NTT: 29 Gempa dan 50 Erupsi Hembusan

Kondisi Gunung Ili Lewotolok Saat Ini

Posmat Gunung Ili Lewotolok di Lembata, Nusa Tenggara Timur, memberikan laporan terkini mengenai aktivitas gunung berapi tersebut. Dalam laporan yang diterbitkan pada Jumat (24/10/2025), periode pengamatan dilakukan selama 6 jam, yaitu dari pukul 00:00 hingga 06:00 WITA. Berdasarkan data yang diperoleh, tingkat keamanan atau status gunung saat ini adalah Level III atau siaga.

Gunung Ili Lewotolok terletak di Kabupaten Lembata, dengan posisi geografis berada di Latitude -8.272°LU dan Longitude 123.505°BT. Tinggi gunung ini mencapai 1423 mdpl. Pihak Posmat menjelaskan bahwa kondisi cuaca di sekitar gunung dalam keadaan cerah. Angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut, dengan suhu udara berkisar antara 24-26°C.

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan ketinggian 0-I. Teramati asap kawah utama yang berwarna putih dan kelabu, dengan intensitas tipis hingga sedang, mencapai ketinggian sekitar 25-50 meter dari puncak.

Data Gempa yang Dicatat

Berdasarkan pengamatan kegempaan, Gunung Ili Lewotolok mengalami beberapa jenis gempa dalam periode pengamatan. Berikut rinciannya:

  • Gempa Letusan/Erupsi: Terjadi sebanyak 29 kali, dengan amplitudo 5.2-15.2 mm dan durasi gempa antara 24-33 detik.
  • Gempa Hembusan: Terjadi sebanyak 50 kali, dengan amplitudo 1.1-8.4 mm dan durasi gempa antara 22-39 detik.
  • Gempa Vulkanik Dalam: Terjadi sebanyak 1 kali, dengan amplitudo 3.3 mm, S-P 0.6 detik, dan durasi gempa 12 detik.
  • Gempa Tektonik Jauh: Terjadi sebanyak 1 kali, dengan amplitudo 3.2 mm, S-P 13 detik, dan durasi gempa 59 detik.

Rekomendasi untuk Masyarakat Sekitar

Pihak Posmat Gunung Ili Lewotolok memberikan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat dan pengunjung yang berada di sekitar gunung:

  1. Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki, dan wisatawan diharapkan tidak memasuki atau melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas gunung. Selain itu, masyarakat Desa Lamatokan dan Desa Jontona diminta tetap waspada terhadap ancaman bahaya dari guguran atau longsoran lava dari bagian timur puncak/kawah.

  2. Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok, pengunjung, pendaki, wisatawan, serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara diminta tidak memasuki wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas gunung. Mereka juga diminta waspada terhadap ancaman bahaya dari guguran atau longsoran lava dari bagian selatan dan tenggara puncak/kawah.

  3. Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok, pengunjung, pendaki, wisatawan, serta masyarakat Desa Amakaka diminta tidak memasuki wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas gunung. Mereka juga diminta waspada terhadap ancaman bahaya dari guguran atau longsoran lava dari bagian barat puncak/kawah.

  4. Untuk menghindari gangguan pernapasan seperti ISPA atau gangguan kesehatan lainnya akibat abu vulkanik, masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung, serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.

  5. Masyarakat yang tinggal di sekitar lembah atau aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Ili Lewotolok diminta tetap waspada terhadap potensi ancaman bahaya lahar, terutama saat musim hujan.

Posting Komentar

Posting Komentar