
Gempa di Kabupaten Bandung, Jawa Barat
Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan terjadinya gempa bumi di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada hari Jumat, 24 Oktober 2025. Wilayah ini termasuk salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jawa Barat. Letak Kabupaten Bandung tidak jauh dari Ibu Kota Provinsi Jawa Barat, yaitu Kota Bandung, dengan jarak sekitar 18 kilometer, tergantung titik awal dan rute yang digunakan.
Ibu kota Kabupaten Bandung berada di Kecamatan Soreang, yang terletak di sebelah selatan Kota Bandung. Informasi mengenai gempa terkini dikutip dari akun resmi @infoBMKG yang menyebutkan bahwa pusat gempa terjadi 2 menit yang lalu di wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Berdasarkan data BMKG, gempa tersebut terjadi pada pukul 04:20:11 WIB, dengan kedalaman 26 km. Magnitudo gempa mencapai 3.0, dan lokasi pusat gempa berada di koordinat 7.82 LS, 107.29 BT, atau sekitar 92 km barat daya Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
BMKG memberikan informasi bahwa data yang diberikan bersifat sementara dan bisa berubah seiring dengan kelengkapan data. Oleh karena itu, hasil pengolahan data belum sepenuhnya stabil.
Skala MMI dan Dampak Gempa
BMKG juga merujuk pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI) untuk menjelaskan dampak gempa. Berikut penjelasan skala MMI yang dapat dipahami:
-
I MMI
Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang. -
II MMI
Getaran atau guncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang. -
III MMI
Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah. Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan. -
IV MMI
Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi. -
V MMI
Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti. -
VI MMI
Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang. Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan. -
VII MMI
Semua orang di rumah keluar. Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah. -
VIII MMI
Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat. Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh. -
IX MMI
Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan. Rumah tampak bergeser dari pondasi awal. Pipa-pipa dalam rumah putus. -
X MMI
Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam. -
XI MMI
Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung. -
XII MMI
Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.



Posting Komentar