
Persiapan AS Roma Menghadapi Laga Kontra Fiorentina
AS Roma akan melanjutkan perjuangan mereka dalam persaingan di puncak klasemen Serie A saat mereka menghadapi laga tandang melawan Fiorentina di Stadion Artemio Franchi pada Minggu malam (5/10) WIB. Tim asal ibu kota ini berharap dapat memanfaatkan performa yang kurang stabil dari Fiorentina, yang belum meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir di kompetisi domestik.
Di sisi lain, Giallorossi tampaknya sudah mulai menyesuaikan diri dengan strategi pelatih baru mereka, Gian Piero Gasperini, di awal musim ini. Roma tampil cukup optimis setelah berhasil mencatatkan hasil yang mengesankan, termasuk kemenangan tipis 1-0 atas rival berat mereka, Lazio, dalam Derby della Capitale.
Pasukan Gasperini juga sukses meraih kemenangan di pertandingan terakhir mereka, ketika Artem Dovbyk dan Matias Soule mencetak gol untuk mengalahkan Hellas Verona. Kini, Roma memiliki poin yang sama dengan Napoli dan AC Milan, yang saat ini memimpin klasemen.
Sejak kedatangan Gasperini, Giallorossi menunjukkan performa yang menjanjikan dengan meraih lima kemenangan dari tujuh pertandingan, hanya kebobolan tiga gol. Namun, mereka sempat mengalami kekalahan saat melawan Lille di Liga Eropa, di mana Roma gagal memanfaatkan tiga kesempatan penalti di akhir pertandingan.
Kini, Roma bertekad untuk bangkit dari kekalahan tersebut menjelang jeda internasional. Mereka ingin menunjukkan karakter kuat mereka dalam pertandingan melawan Fiorentina.
Prediksi Susunan Pemain AS Roma
Mile Svilar (Penjaga Gawang)
Menurut FotMob, Svilar menjadi satu-satunya pemain Roma yang mendapatkan rating 7.0+ saat timnya kalah dari Lille, berkat empat penyelamatan yang luar biasa. Ia diharapkan kembali dipercaya untuk menghadapi Fiorentina, dalam duel sengit melawan kiper La Viola, David De Gea.
Mario Hermoso (Bek Tengah)
Bek berusia 30 tahun ini tampil kurang memuaskan di Liga Eropa, di mana Gasperini hanya memberinya 55 menit bermain. Sebelum jeda internasional, Hermoso menunjukkan performa yang lebih baik, namun kini ia harus berjuang untuk kembali ke bentuk terbaiknya.
Gianluca Mancini (Bek Tengah)
Keputusan Gasperini untuk mencadangkan Mancini saat melawan Lille terbukti keliru, karena bek berusia 29 tahun ini sebelumnya tampil solid. Ia diharapkan kembali mengisi posisi inti di lini belakang Roma untuk pertandingan melawan Fiorentina.
Evan Ndicka (Bek Tengah)
Ndicka telah menjadi salah satu pilar pertahanan Roma yang tangguh, hanya kebobolan tiga gol sejauh ini. Dengan postur atletisnya, Ia menjadi ancaman bagi lawan-lawan yang berusaha menyerang.
Wesley Franca (Bek Sayap Kanan)
Pemain baru yang didatangkan dengan harga EUR 25 juta ini langsung menjadi pilihan utama. Wesley telah menunjukkan kualitasnya dengan mencetak gol di pertandingan pembuka Serie A melawan Bologna.
Bryan Cristante (Gelandang Tengah)
Setelah awal musim yang menjanjikan, Cristante mengalami penurunan performa pasca jeda internasional. Dalam pertandingan melawan Lille, ia tidak berhasil memenangkan duel bola bawah, yang menunjukkan penurunan fisik.
Manu Kone (Gelandang Tengah)
Kone selalu tampil gemilang saat membela Roma di Serie A, berbeda jauh ketika diberi menit bermain pada pertandingan penting Liga Eropa. Seharusnya gelandang 24 tahun ini segera memperbaiki performa dan mentalnya dalam menghadapi laga besar.
Angelino (Bek Sayap Kiri)
Tak dapat menit bermain dalam dua pertandingan Liga Eropa, kemungkinan Angelino akan menjadi andalan di kompetisi Serie A. Meski belum mencetak gol dan asis tetapi kontribusi bek asal Spanyol ini sangat terbukti dalam bertahan.
Matias Soule (Gelandang Serang)
Selain gagal menjadi eksekutor penalti penyeimbang skor, Soule juga menjadi pemain Roma paling banyak duel di lapangan, sebanyak 11 kali. Penampilan buruk itu pastinya akan disoroti sang pelatih agar pemain 22 tahun ini segera bangkit dari keterpurukan.
Lorenzo Pellegrini (Gelandang Serang)
Meski Poulo Dybala sudah pulih dan berpotensi kembali merumput, tetapi kondisi kebugarannya belum 100 persen. Kemungkinan besar Gasperini tidak akan memaksakan pemain serba bisa 31 tahun itu untuk masuk susunan starting line-up.
Artem Dovbyk (Striker)
Dovbyk masih mencari ritme terbaiknya di musim kedua bersama Roma. Dalam enam pertandingan yang sebagian besar dari bangku cadangan, striker timnas Ukraina ini baru mencatatkan satu gol. Sementara pesaingnya, Evan Ferguson juga belum memberikan kontribusi maksimal di lini depan, yang juga baru menyumbang satu asis. Jadi kemungkinan besar masih Dovbyk yang akan dimainkan sebagai ujung tombak utama.



Posting Komentar