P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Santri Kuningan Dilatih Melek Digital, Wahyu Hidayah: Banser dan ASN Harus Tiru Keikhlasan Mereka

Featured Image

Peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kabupaten Kuningan

Perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Kabupaten Kuningan berlangsung dengan penuh makna dan kekhidmatan pada Rabu, 22 Oktober 2025. Tidak hanya sebagai momen perayaan, acara ini menjadi wadah untuk menegaskan posisi santri sebagai garda depan moral dan inovasi bangsa. Selain itu, santri juga dianggap sebagai pilar penting dalam proses pembangunan daerah.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., yang sekaligus menjabat sebagai Kasatkorcab Banser Kuningan, menyampaikan bahwa generasi santri saat ini harus mampu bertransformasi menjadi generasi religius-intelektual yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Menurutnya, Hari Santri bukan hanya sekadar hari peringatan, tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan jati diri bangsa.

“Santri adalah penjaga nilai-nilai luhur sekaligus harus mampu memahami dunia digital, berpikir kritis, serta memiliki semangat inovasi,” ujarnya dalam sebuah pernyataan pada Jumat, 24 Oktober 2025.

Wahyu menegaskan bahwa perhatian Pemerintah Kabupaten Kuningan terhadap pesantren tidak hanya sebatas retorika. Dalam kepemimpinan Bupati Dian Rachmat Yanuar, berbagai program nyata telah diwujudkan untuk mendukung pengembangan pendidikan dan kehidupan pesantren. Beberapa di antaranya adalah:

  • Beasiswa Santri yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan pondok pesantren.
  • Insentif bagi para imam masjid dan musala, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam masyarakat.
  • Penyediaan air bersih untuk rumah-rumah ibadah, yang merupakan bagian dari upaya meningkatkan fasilitas umat beragama.

“Ini adalah bukti nyata bahwa Pemkab Kuningan peduli terhadap peran santri sebagai pilar moral dan intelektual masyarakat,” tegasnya.

Semangat Banser sebagai Inspirasi Pelayanan Publik

Sebagai seorang pemimpin birokrasi sekaligus pemimpin organisasi kepemudaan Islam (Banser), Wahyu mengaitkan semangat Hari Santri dengan disiplin kebangsaan. Satuan Korps Bhayangkara (Satkorcab) Banser Kuningan turut meramaikan upacara dengan menampilkan drumband, yang menunjukkan semangat juang dan kedisiplinan para kader Banser.

Lebih lanjut, ia menyerukan agar nilai-nilai dasar santri dan Banser—seperti keikhlasan, kesederhanaan, serta pengabdian—diterapkan oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Ia berharap, nilai-nilai tersebut dapat menjadi inspirasi bagi ASN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Keikhlasan santri harus menjadi contoh bagi ASN dalam bekerja. Dengan semangat ini, kita bisa menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan benar-benar melayani masyarakat dengan hati,” tuturnya.

Hari Santri Nasional 2025 di Kabupaten Kuningan menjadi momentum penting untuk membangun birokrasi yang lebih baik dan memperkuat peran santri sebagai agen perubahan positif dalam masyarakat. Dengan semangat yang sama, Pemkab Kuningan berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pesantren dan memperkuat keterlibatan santri dalam berbagai aspek kehidupan publik.

Posting Komentar

Posting Komentar