
Tips Penting untuk Mengecek Kondisi Mobil Diesel Bekas
Membeli mobil diesel bekas bisa menjadi pilihan yang menarik, terutama karena tenaganya yang kuat dan irit bahan bakar. Namun, mesin diesel modern (Common Rail) memiliki sensitivitas tinggi terhadap perawatan dan kualitas bahan bakar. Jika pemilik sebelumnya tidak menjaga kondisi mesin dengan baik, biaya perbaikan bisa sangat besar. Untuk menghindari kekecewaan di kemudian hari, berikut adalah tujuh poin penting yang harus kamu perhatikan saat membeli mobil diesel bekas.
1. Tes Cold Start
Salah satu cara terbaik untuk mengetahui kondisi mesin adalah dengan melakukan tes cold start. Minta penjual agar tidak menyalakan mesin sebelum kamu datang. Setelah itu, coba starter mesin saat masih dingin. Jika mesin sehat, mesin akan langsung menyala dalam 1-2 kali putaran tanpa perlu di starter berulang-ulang.
Waspada jika mesin sulit dinyalakan atau butuh waktu lama. Ini bisa menjadi tanda awal dari masalah kompresi mesin atau sistem glow plug yang rusak.
2. Perhatikan Warna Asap Knalpot
Warna asap yang keluar dari knalpot dapat memberikan informasi tentang kondisi pembakaran mesin.
- Asap Putih Tipis: Ini adalah kondisi normal setelah mesin panas.
- Asap Putih Tebal/Kebiruan: Menandakan oli mesin ikut terbakar. Ini bisa jadi tanda adanya kerusakan pada ring piston atau seal turbo yang sudah rusak.
- Asap Hitam Pekat: Pembakaran tidak sempurna, bisa disebabkan oleh filter udara yang kotor atau injector yang tersumbat.
3. Cek Blow-by Gas
Cara sederhana untuk mengecek blow-by gas adalah dengan membuka tutup oli saat mesin hidup. Jika dari lubang tersebut keluar embusan asap yang kuat atau oli yang menyembur secara berlebihan, ini menunjukkan bahwa kompresi mesin sudah bocor. Mobil ini memerlukan perbaikan besar.
4. Sejarah Penggunaan Solar dan Filter Bahan Bakar
Pastikan pemilik sebelumnya selalu menggunakan solar berkualitas tinggi seperti Pertamina Dex. Jika mobil sering menggunakan solar subsidi, injectornya berisiko tinggi macet. Selain itu, pastikan filter solar diganti secara rutin sesuai jadwal pabrikan. Filter solar adalah jantung mesin diesel, dan jika kotor bisa merusak injector dan high-pressure pump.
5. Inspeksi Turbo dan Rembesan Oli
Perhatikan suara turbo saat menginjak gas. Jika ada suara mendesis keras atau kasar, ini bisa menunjukkan bahwa bearing turbo sudah aus. Selain itu, periksa area di sekitar turbocharger dan saluran udara untuk melihat apakah ada rembesan oli yang parah. Ini bisa menjadi tanda seal turbo bocor.
6. Cek Cairan, Oli, dan Air Radiator
Periksa oli mesin dengan menarik dipstick. Selain volume, perhatikan konsistensinya. Oli yang berwarna putih susu atau cokelat keabu-abuan menunjukkan campuran air, yang bisa jadi tanda masalah pada gasket kepala silinder. Air radiator juga harus bersih dan berwarna coolant (merah atau hijau). Jika air keruh, ini menunjukkan kurangnya perawatan.
7. Riwayat Perawatan yang Jelas dan Ahli Spesialis
Pastikan mobil memiliki buku servis lengkap sebagai bukti bahwa komponen-komponen sensitif seperti filter solar dan oli dirawat tepat waktu. Jangan ragu untuk membawa mobil ke mekanik spesialis diesel Common Rail untuk pemeriksaan akhir. Perbaikan mesin diesel bisa sangat mahal, jadi lebih baik memastikan kondisinya sebelum membeli.
Intinya, mesin diesel adalah investasi yang bagus, tetapi hanya jika Anda memastikan bahwa pemilik sebelumnya disiplin dalam perawatan. Teliti di awal, jangan sampai menghadapi biaya service yang mahal di kemudian hari.



Posting Komentar