P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

5 Tips Orang Tua Membangun Rumah Bahagia dan Aman

Featured Image

Peran Orang Tua di Era Modern yang Lebih Dari Sekadar Memberi Makan dan Pendidikan

Menjadi seorang orang tua di masa kini bukan hanya tentang memberikan makanan dan pendidikan terbaik untuk anak. Banyak tantangan baru yang muncul, mulai dari tekanan pekerjaan hingga perubahan gaya hidup. Selain itu, berlimpahnya informasi mengenai parenting di media sosial sering kali justru membingungkan para orang tua.

Banyak orang tua merasa telah berusaha sebaik mungkin, tetapi masih sering kehilangan kendali emosi atau merasa kewalahan dalam menghadapi perilaku anak yang tidak menentu. Seorang Coach Parenting & Education asal Balikpapan, Sri Erniati, yang akrab disapa Miss R, menekankan bahwa kunci pengasuhan tidak terletak pada jumlah aturan yang diterapkan, melainkan pada bagaimana membuat rumah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak.

“Rumah bukan hanya bangunan fisik, tapi juga ekosistem emosional. Jika anak merasa aman dan nyaman, mereka akan tumbuh dengan penuh cinta dan semangat,” ujarnya.

Miss R menyatakan bahwa banyak orang tua yang secara usia sudah dewasa, tetapi belum berkembang secara emosional. Akibatnya, anak sering menjadi pelampiasan dari luka batin yang belum terselesaikan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya orang tua untuk terlebih dahulu menata diri sebelum bisa membimbing anak dengan cara yang sehat.

Berikut lima tips parenting yang disampaikan oleh Miss R:

Sadari Bahwa Emosi Anak adalah Cerminan Emosi Orang Tua

Masalah dalam pengasuhan sering kali muncul bukan karena anak sulit diatur, melainkan karena orang tua sendiri belum menyelesaikan emosi mereka. “Jika kita belum berdamai dengan diri sendiri, anak akan ikut menanggung emosi yang seharusnya bukan miliknya,” katanya.

Langkah pertama adalah mengenali pola emosi, mengetahui kapan diri mudah marah, dan belajar menenangkan diri sebelum menegur anak.

Bangun Hubungan yang Sehat dengan Pasangan

Kualitas hubungan antara ayah dan ibu sangat berpengaruh terhadap suasana emosional di rumah. “Banyak orang tua sibuk memperbaiki anak, padahal yang perlu diperbaiki justru relasi dengan pasangan,” ujar Miss R.

Hubungan yang saling menghargai dan terbuka membuat anak merasa aman. Sebaliknya, rumah yang dipenuhi pertengkaran akan melahirkan anak dengan hati penuh cemas.

Terus Belajar, Karena Menjadi Orang Tua Tak Ada Sekolahnya

“Jika kita tidak menjadi orang tua yang sadar, kita akan mengulangi pola asuh lama tanpa sadar,” tegas Miss R. Ia menyarankan agar orang tua terus belajar melalui seminar, webinar, atau konten edukatif. Setiap anak memiliki karakter yang berbeda, sehingga pendekatan pun harus disesuaikan.

Tegas Tak Harus Keras

Metode gentle parenting sering salah dipahami sebagai pola asuh yang lembek. Padahal, esensinya tetap tegas, tetapi dengan hati yang lembut. “Kita bisa menegur anak dengan kasih sayang tanpa meninggalkan luka batin,” ujarnya.

Miss R menyarankan orang tua berbicara dengan nada tenang, menatap mata anak, dan memastikan diri dalam kondisi emosional yang stabil.

Selesaikan Diri Sendiri Sebelum Mendidik Anak

“Jika mudah marah pada anak atau pasangan, itu tanda ada luka lama yang belum selesai,” jelas Miss R. Menurutnya, keberhasilan orang tua bukan diukur dari jabatan atau prestasi anak, tetapi dari sejauh mana orang tua tumbuh menjadi pribadi yang sadar, tenang, dan penuh kasih.

“Orang tua yang berhasil adalah yang bisa menumbuhkan diri kecil di dalam dirinya menjadi sosok dewasa yang mampu mencintai,” tambahnya.

Bagi Miss R, menjadi orang tua adalah proses belajar seumur hidup. Anak tidak menuntut orang tua sempurna, mereka hanya butuh kehadiran yang utuh, sadar, dan penuh cinta. Rumah yang aman bukan dibangun dengan suara keras, melainkan dengan hati yang lembut dan kehadiran yang bermakna.

Posting Komentar

Posting Komentar