P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Makna Lagu "Secukupnya" Hindia: Pelajaran Ikhlas Menerima Kehidupan

Featured Image

Keresahan Anak Muda yang Diwujudkan dalam Lagu "Secukupnya"

Ada saat-saat di mana seseorang merasa lelah, berjuang keras, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan. Perasaan ini sering kali membuat seseorang merasa dunia tidak adil dan dirinya selalu kalah. Lagu "Secukupnya" dari Hindia mampu menangkap perasaan-perasaan ini dengan jujur dan penuh makna. Lagu ini menjadi suara bagi banyak anak muda yang sedang menghadapi rasa gagal dan tekanan hidup.

Dirilis pada tahun 2019 sebagai bagian dari album Menari dengan Bayangan, lagu ini mencerminkan keadaan mental generasi muda saat ini. Dengan lirik yang dalam dan musik yang menenangkan, lagu ini seakan mengajak pendengarnya untuk berdamai dengan kenyataan hidup. Mari kita simak makna mendalam dari lagu "Secukupnya".

Gambaran Keresahan Anak Muda yang Sering Merasa Gagal dan Tak Adil

Lirik pembuka “Kapan terakhir kali kamu dapat tertidur tenang?” langsung menyentuh hati. Ini adalah pertanyaan yang sering muncul dalam pikiran anak muda yang sulit tidur karena khawatir tentang masa depan dan beban hidup yang berat.

Lagu ini secara jujur mengakui bahwa banyak dari kita merasa terpinggirkan, kecewa, dan gagal dalam perjuangan. Lirik “Kita semua gagal” bukan sekadar ungkapan patah semangat, melainkan pengakuan realitas pahit yang banyak dirasakan oleh generasi muda saat ini.

Jika kamu sering merasa terbebani oleh harapan dan ketidakadilan, lirik ini seperti cermin yang menguatkan kamu bahwa kamu tidak sendiri. Banyak orang juga merasakan hal yang sama, dan itu wajar.

Pesan untuk Berhenti Bersedih dan Tidak Terlalu Membandingkan Diri

Meski suasana lagu penuh rasa sedih, Hindia mengajak kita untuk “bersedihlah secukupnya.” Artinya, wajar merasa sedih tapi jangan sampai terjebak dalam kesedihan yang berlarut-larut.

Lewat lirik “Berlomba jadi asri mengais validasi” mengingatkan kita agar tidak terus-terusan membandingkan diri dengan orang lain demi mendapatkan pengakuan. Kebiasaan ini sering membuat kita semakin merasa kurang dan gagal.

Dengan kata lain, Secukupnya mendorong kita untuk lebih mencintai diri sendiri dan menerima siapa kita tanpa perlu terus mengejar standar orang lain.

Ikhlas Menerima Kenyataan, Karena Semua Pasti Ada Gantinya

Bagian paling menyentuh dari lagu ini ada di baris “Semua yang sirna kan kembali lagi, semua yang sirna kan nanti berganti.” Ini adalah pesan kuat tentang ikhlas dan harapan.

Hindia mengingatkan kita bahwa setiap kehilangan, kegagalan, atau hal yang hilang dalam hidup bukanlah akhir dari segalanya. Akan ada pengganti yang datang pada waktu yang tepat.

Di tengah kehidupan yang penuh tekanan dan ketidakpastian, lagu ini memberikan kekuatan untuk tetap sabar dan percaya bahwa masa depan masih terbuka lebar.

Akhir Kata: Belajar Ikhlaskan Hidup

Pada akhirnya, lagu “Secukupnya” dari Hindia mengajak kita untuk berhenti sejenak, menerima kenyataan, dan belajar ikhlas. Karena pada dasarnya hidup nggak selalu harus sempurna, yang penting cukup, dan tetap berjalan.

Lirik Lagu "Secukupnya"

Kapan terakhir kali kamu dapat tertidur tenang (renggang)
Tak perlu memikirkan tentang apa yang akan datang di esok hari
Tubuh yang berpatah hati
Bergantung pada gaji
Berlomba jadi asri
Mengais validasi
Dan aku pun terhadir
Seakan paling mahir
Menenangkan dirimu yang merasa terpinggirkan dunia
Tak pernah adil
Kita semua gagal
Angkat minumanmu
Bersedih bersama-sama
(Ah-aa-aa-aa-aa)
Sia-sia
(Pada akhirnya)
Putus asa
(Terekam pedih semua)
Masalahnya
(Lebih dari yang)
Secukupnya
Rekam gambar dirimu yang terabadikan bertahun silam
Putra putri sakit hati
Ayah Ibu sendiri
Komitmen lama mati
Hubungan yang menyepi
Wisata masa lalu
Kau hanya merindu
Mencari pelarian
Dari pengabdian
Yang terbakar sirna
Mengapur berdebu
Kita semua gagal
Ambil sedikit tisu
Bersedihlah secukupnya
(Ah-aa-aa-aa-aa)
Secukupnya
(Kan masih ada)
Penggantinya
Belum waktunya kau bisa
Menjawabnya
(Ah-aa-aa-aa-aa)
Secukupnya
Semua yang sirna kan kembali lagi
Semua yang sirna kan nanti berganti

Posting Komentar

Posting Komentar