P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Rizky Lulus S3 UGM di Usia 25, Rahasia Lulus Doktor Fisika Cepat

Rizky Lulus S3 UGM di Usia 25, Rahasia Lulus Doktor Fisika Cepat

Sosok Rizky Aflaha, Doktor Termuda di Usia 25 Tahun

Rizky Aflaha adalah seorang mahasiswa Program Studi Doktor Fisika di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia berhasil menyelesaikan studinya dengan predikat cumlaude pada usia 25 tahun 10 bulan 1 hari. Ini membuatnya menjadi doktor termuda dalam sejarah UGM. Pencapaian ini tidak tercapai melalui program akselerasi formal, tetapi berkat strategi dan pemanfaatan peluang beasiswa.

Rizky mengungkapkan bahwa kuncinya adalah penggunaan beasiswa jalur cepat PMDSU setelah menyelesaikan studi sarjananya dalam 7 semester. Program magister hanya memakan waktu satu tahun, sedangkan doktornya membutuhkan tiga tahun. Hal ini membuatnya bisa meraih gelar lebih muda dibanding rekan-rekannya.

Meski begitu, perjalanan Rizky sebagai peneliti muda bukan tanpa tantangan. Awalnya, ia sempat dipandang sebelah mata karena usianya yang jauh lebih muda dari rekan-rekannya. Namun, ia membuktikan diri dengan produktivitas akademik yang luar biasa. Dari awal studi doktornya hingga saat ini, ia telah menghasilkan 40 publikasi internasional, jauh melebihi syarat lulus yang hanya dua publikasi.

Ia juga memberikan apresiasi kepada promotor dan pembimbingnya, yaitu Prof. Kuwat Triyana, Prof. Roto, dan Dr. Aditya Rianjanu. Mereka memberikan bimbingan mulai dari membuat roadmap riset, desain riset, hingga penyajian gambar di jurnal.

Rizky mengatur manajemen waktu dengan baik. Ia tidak terlalu banyak menghabiskan waktu untuk bermain game online atau media sosial. Sebaliknya, ia mengalihkannya ke berbagai kegiatan seperti bulu tangkis, organisasi, dan naik gunung. Bahkan, ia dikenal lebih sebagai atlet bulu tangkis daripada mahasiswa doktor di Yogyakarta.

Ia menekankan pentingnya sikap optimis dan percaya diri dalam menjalani tugas akademik dan riset. Menurutnya, percaya diri akan membuka banyak kesempatan untuk meningkatkan kapasitas diri.

Kiprah Tegar Inang Pratama, Mahasiswa Kedokteran dengan IPK Sempurna

Selain Rizky Aflaha, ada juga Tegar Inang Pratama, seorang pemuda yang sukses diterima di Fakultas Kedokteran UGM. Tegar tumbuh dalam keterbatasan, diasuh oleh kakek dan neneknya sejak kecil. Meskipun demikian, ia berhasil meraih prestasi akademik yang luar biasa, termasuk IPK sempurna setiap semester.

Tegar mendapatkan beasiswa KIP Kuliah, yang ia anggap sebagai sebuah amanah. Ia menyadari bahwa dana tersebut berasal dari masyarakat dan harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Selama kuliah, ia aktif dalam kegiatan sosial dan relawan, serta menjadi panutan di lingkungan kampus karena prestasi akademiknya.

Perjalanan Tegar tidak mudah. Ritme akademik kedokteran yang padat, ujian tiap dua pekan, dan tumpukan bahan belajar tidak menyurutkan semangatnya. Ia mengatur waktu dengan disiplin dan tekad luar biasa. Setiap minggu, ia membuat jadwal belajar dan kegiatan yang ingin dilakukannya.

Tegar juga mengatakan bahwa kunci mendapatkan IPK sempurna adalah manajemen waktu yang baik. Ia menjelaskan bahwa setiap minggu, ia tahu apa yang ingin dilakukannya, jam berapa, dan bobot materi yang harus dipelajari.

Selain itu, lingkungan pertemanan sangat berpengaruh. Ia dan teman-temannya sering berdiskusi tentang pelajaran dan saling membantu dalam memahami materi. Melalui kisahnya, Tegar menginspirasi ribuan mahasiswa di Indonesia untuk tidak takut bermimpi besar. Ia percaya bahwa selalu ada jalan bagi mereka yang berani bermimpi.

Posting Komentar

Posting Komentar