P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

63.450 Warga Semarang Masih Terdampak Banjir, 32 Mengungsi

Featured Image

Warga Terdampak Banjir di Kota Semarang

Sebanyak 63.450 warga Kota Semarang, Jawa Tengah, mengalami dampak banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Dari jumlah tersebut, sekitar 32 orang harus mengungsi akibat kondisi air yang tidak dapat dikendalikan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa banjir telah menjadi ancaman serius bagi masyarakat setempat.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Tujuan dari koordinasi ini adalah untuk mencari solusi terbaik dalam menghadapi banjir yang melanda wilayah kota.

Agustina menjelaskan bahwa pihaknya berharap kapasitas pompa dapat ditingkatkan karena debit air terus meningkat. Meskipun hujan sudah diintervensi cuacanya, namun tampaknya tidak cukup kuat untuk menghentikan curah hujan yang turun.

Pompa dan Kolam Retensi Tidak Maksimal

Salah satu masalah utama yang dihadapi saat ini adalah ketidakmaksimalan operasional pompa dan kolam retensi. Menurut laporan dari warga, pompa yang ada tidak bekerja secara efisien. Contohnya, di daerah Sawah Besar, turunnya air hanya sekitar satu sentimeter, meskipun wilayah ini merupakan salah satu yang paling parah terkena banjir.

Agustina menekankan bahwa kondisi ini perlu segera diperbaiki agar bisa membantu mengurangi risiko banjir di masa depan. Pemerintah Kota Semarang juga akan membangun embung tambahan di lahan milik pemerintah pada tahun 2026. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi peningkatan volume air yang mungkin terjadi.

Upaya Mengurangi Risiko Banjir

Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah nyata dalam mengurangi risiko banjir. Salah satunya adalah pembuatan embung-embung baru di wilayah timur kota. Agustina optimistis bahwa dengan adanya koordinasi yang lebih baik antara pemerintah provinsi dan kementerian, penanganan banjir akan lebih efektif.

Ia menegaskan bahwa tidak mungkin untuk berdiam diri dalam menghadapi situasi seperti ini. Harus ada upaya yang jelas dan terukur untuk mengurangi genangan air, demi keselamatan dan kenyamanan warga.

Kondisi Air di Beberapa Titik Masih Tergenang

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, memberikan penjelasan bahwa kedalaman air di kawasan Jalan Kaligawe dan sekitarnya bervariasi. Petugas gabungan masih bersiaga di lapangan untuk memantau kondisi terkini.

Endro menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Selasa sore menyebabkan beberapa titik tergenang dan beberapa kejadian bencana alam. Hal ini menunjukkan bahwa situasi banjir masih membutuhkan perhatian serius dari semua pihak.

Posting Komentar

Posting Komentar