
AM General meluncurkan versi terbaru dari sistem howitzer bergerak Hawkeye 105 mm Mobile Howitzer System (MHS) selama pameran AUSA 2025 di Washington. Inovasi utama dari generasi baru ini adalah penerapan teknologi soft-recoil yang mampu mengurangi hentakan hingga 60%. Menurut produsen, kemajuan ini memungkinkan pemasangan meriam berkaliber besar pada platform ringan tanpa mengorbankan stabilitas atau akurasi, sehingga memperluas opsi taktis bagi artileri ringan dan kendaraan taktis bergerak.
Sistem yang dipamerkan dilengkapi dengan meriam M119 berkaliber 105 mm yang terkenal. AM General menyebutkan bahwa sistem ini dapat dipersiapkan, menembak, dan berpindah posisi kembali dalam waktu kurang dari 90 detik, mengurangi paparan terhadap tembakan balasan dan meningkatkan kemampuan bertahan baterai di medan perang modern.
Sejarah dan penggunaan tempur
Versi sebelumnya dari Hawkeye telah diuji di Ukraina sejak April 2024 untuk menilai kinerjanya dalam kondisi tempur sebenarnya. Pengungkapan publik pertama mengenai pengiriman sistem ini ke Kyiv terjadi pada Juni 2024, ketika perwakilan AM General mengonfirmasi bahwa pengiriman dilakukan pada bulan tersebut. Foto unit yang digunakan oleh pasukan Ukraina mulai beredar pada September 2024.
Desain dan spesifikasi teknis
Hawkeye MHS merupakan hasil kolaborasi antara AM General dan Mandus Group. Sistem ini pada dasarnya adalah howitzer ringan M105 yang dipasang di atas sasis SUV HMMWV M1152 — solusi yang menggabungkan mobilitas taktis dengan daya tembak artileri.
Fitur teknis utama yang disorot oleh produsen meliputi:
- Mobilitas tinggi dan kompatibilitas dengan transportasi udara (termasuk pengangkutan dengan sling dan pendaratan menggunakan parasut).
- Empat penstabil hidrolik yang menjamin stabilitas platform saat menembak.
- Rotasi horizontal 180° (dapat diperluas hingga 360° bila diperlukan) dan elevasi dari -5° hingga +72°.
- Kru standar empat personel, tetapi dapat dioperasikan hanya oleh dua orang dalam situasi tertentu.
Pada tahun 2021, AM General menerima kontrak dari Angkatan Darat AS untuk menyediakan dua prototipe Hawkeye guna pengujian kinerja, tahap yang membantu memvalidasi desain ringan dan modularitas sistem tersebut.
Keunggulan teknologi soft-recoil
Teknologi soft-recoil yang diterapkan pada Hawkeye MHS memberikan manfaat signifikan dalam operasi militer. Dengan mengurangi hentakan hingga 60%, sistem ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan bagi kru, tetapi juga memungkinkan penggunaan meriam berkaliber besar pada kendaraan ringan tanpa mengorbankan akurasi tembakan. Hal ini sangat penting dalam medan perang modern, di mana mobilitas dan kecepatan respons menjadi faktor kunci keberhasilan.
Fleksibilitas operasional
Kemampuan Hawkeye MHS untuk berpindah posisi dalam waktu singkat memberikan fleksibilitas operasional yang luar biasa. Dalam situasi darurat, sistem ini dapat segera berpindah ke lokasi yang aman setelah menembak, mengurangi risiko serangan balasan. Selain itu, desain modularnya memungkinkan penyesuaian sesuai kebutuhan misi, baik untuk operasi di wilayah perkotaan maupun daerah terbuka.
Potensi penggunaan di berbagai skenario
Dengan kombinasi kecepatan, akurasi, dan mobilitas, Hawkeye MHS dirancang untuk digunakan dalam berbagai skenario operasional. Dari operasi penjagaan perdamaian hingga konflik berskala penuh, sistem ini dapat menjadi alat pendukung penting bagi pasukan artileri ringan. Kemampuan transportasi udara juga memperluas cakupan penggunaannya, memungkinkan penempatan cepat di area yang sulit dijangkau.
Komentar dari pengembang
AM General menyatakan bahwa inovasi dalam Hawkeye MHS mencerminkan komitmen mereka untuk memberikan solusi artileri yang efektif dan adaptif. Dengan pengalaman dari uji coba di medan perang, desain sistem ini terus ditingkatkan untuk memenuhi tantangan yang semakin kompleks dalam operasi militer modern.



Posting Komentar