P4GXIpU6yeYF5fMCqPZCp42UuY5geVqMNRVk86R4

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Translate

Banjir Sumut Tewaskan 10 Orang, Jalan ke Tapanuli Tengah Terputus

Banjir Sumut Tewaskan 10 Orang, Jalan ke Tapanuli Tengah Terputus

Bencana Alam di Sumatera Utara: Korban Tewas dan Wilayah Terisolir

Bencana alam berupa longsor dan banjir yang terjadi di Sumatera Utara menimbulkan dampak serius. Data yang dirilis oleh Polda Sumut hingga hari Selasa (25/11/2025) menunjukkan bahwa sebanyak 20 kejadian bencana telah tercatat, yang terdiri dari:

  • 12 kejadian tanah longsor
  • 7 kejadian banjir
  • 1 kejadian pohon tumbang

Selain itu, jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak mencapai 2.393 KK. Dari data ini, tercatat 10 warga meninggal dunia, 3 orang luka-luka, dan 6 lainnya masih dalam pencarian. Sebanyak 445 warga mengungsi akibat bencana tersebut.

Beberapa akses jalan utama juga tertutup oleh material longsoran dan genangan air. Hal ini menyulitkan pergerakan masyarakat dan bantuan darurat.

Wilayah yang Terdampak

Wilayah-wilayah di Sumatera Utara yang terkena dampak bencana antara lain:

  • Kabupaten Tapanuli Tengah
  • Mandailing Natal
  • Tapanuli Selatan
  • Tapanuli Utara
  • Kota Sibolga
  • Nias

Khusus untuk Tapanuli Tengah, kondisi saat ini masih sangat memprihatinkan. Akses menuju wilayah tersebut terputus total, dan jaringan komunikasi juga tidak berfungsi. Wilayah ini termasuk daerah terparah dan terisolir.

Evakuasi dan Penyelamatan Korban

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menjelaskan bahwa seluruh personel telah dikerahkan untuk membantu masyarakat. Upaya evakuasi, pencarian korban, hingga pembukaan akses jalan dilakukan tanpa henti. Ia juga mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika membutuhkan bantuan.

Di Tapanuli Selatan, enam jasad korban banjir bandang dikumpulkan di Puskesmas Batangtoru. Keenam jasad ini merupakan korban dari tiga desa perbatasan Tapsel dengan Tapanuli Tengah, yaitu Garoga, Huta Godang, dan Aek Ngadol. Namun, hingga kini hanya satu jasad yang berhasil dikenali oleh keluarga.

Isolasi Wilayah Tapanuli Tengah

Sri Wahyuni Pancasilawati, Kepala Bidang Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, mengatakan bahwa wilayah Tapanuli Tengah masih terendam banjir dan longsor hingga hari ini. Akses jalan menuju wilayah tersebut juga terputus.

"Jaringan komunikasi di wilayah Tapteng masih terputus. Kami belum bisa berkomunikasi dengan BPBD Tapteng sampai hari ini," ujarnya. Tim BPBD Sumut yang berada di Tarutung masih terjebak dan belum bisa masuk ke wilayah Tapteng.

Jalan Menuju Tapanuli Tengah Terputus

Berikut beberapa titik jalan yang terputus akibat bencana:

  • Tarutung menuju Tapanuli Tengah ada 6 titik longsor
  • Tarutung menuju Sipirok, jalan putus di area Jembatan
  • Dolok Sanggul menuju Humbahas Via Barus Pakan menuju Sibolga, terdapat tiga titik longsor
  • Padang Sidimpuan-Tapgeng terputus

Hingga saat ini, wilayah Tapanuli Tengah dianggap sebagai daerah terisolir, dan hanya BPBD Tapteng yang masih bertugas di sana.

Kota Sibolga Paling Parah

Dari enam wilayah yang terdampak, Kota Sibolga menjadi yang paling parah. Ada enam titik longsor yang menelan korban jiwa serta merusak belasan rumah. Di Tapanuli Tengah, banjir yang terjadi sejak 17–22 November berdampak pada 1.902 KK, menyebabkan puluhan warga harus mengungsi.

Polri telah melakukan berbagai langkah penanganan, seperti evakuasi warga, pengaturan lalu lintas di lokasi rawan, serta membuka akses jalan yang tertutup material bencana. Upaya pencarian terhadap enam warga yang hilang terus dilakukan bersama BPBD, Basarnas, TNI, dan relawan.

Polda Sumut juga mengerahkan 4 Satuan Setingkat Kompi Brimob ke sejumlah wilayah terdampak. Personel kepolisian ditempatkan di titik-titik kritis seperti Jalan Lintas Padangsidimpuan–Tarutung, Desa Parsalakan di Tapanuli Tengah, kawasan Batujomba Batangtoru, serta jalur menuju Sibolga.

Pada malam hari, dukungan diperkuat dengan penurunan 1 peleton Samapta, 2 tim Dokkes, dan 1 tim Bid TI, serta rencana penambahan personel pada hari berikutnya.

Polda Sumut menyatakan bahwa semua langkah yang dilakukan merupakan bentuk komitmen kepolisian untuk melindungi masyarakat dan memastikan penanganan bencana berlangsung cepat, terkoordinasi, dan efektif.

Posting Komentar

Posting Komentar